Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional, BI Keluarkan 3 Kebijakan Istimewa

|

|

|

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Februari 2021 menghasilkan 3 kebijakan baru, yaitu penurunan suku bunga acuan, membebaskan uang muka untuk pembelian kendaraan bermotor, dan properti atau KPR.

Gubernur Perry Warjiyo sepakat untuk memotong BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3.5%. Suku bunga acuan ini adalah yang terendah sepanjang sejarah Indonesia.

Selanjutnya mengenai kredit kendaraan dan rumah pun dibebaskan uang muka atau nol persen.

BI menetapkan Loan to Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) sebesar 100% untuk kredit properti.

Untuk kamu yang ingin memiliki rumah, kesempatan ini bisa kamu gunakan. Pasalnya, bebas uang muka KPR ini berlaku untuk seluruh tipe rumah, rumah susun (apartemen), dan ruko atau rukan.

Nah kebijakan ini akan diberlakukan mulai tanggal 1 Maret 2021 hingga 31 Desember 2021.

Meskipun demikian, kebijakan ini tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko sehingga diperlukan beberapa syarat tertentu.

Untuk KPR DP 0%, perbankan harus memiliki rasio kredit bermasalah atau NPL di bawah atau hingga 5%.

Apabila ada perbankan yang memenuhi NPL tersebut, maka kita bisa mendapatkan DP0% untuk rumah tipe kurang dari 21, tipe 21-70, dan tipe 70 ke atas. Diberikan untuk fasilitas kepemilikan pertama, kedua dan seterusnya.

Sedangkan untuk perbankan yang memiliki NPL di atas 5%, pembiayaan bank untuk DP-nya menjadi 95% untuk tipe 21-70 dan tipe 70 ke atas unuk kepemilikan pertama, sementara untuk kepemilikan kedua dan seteruanya menjadi 90%.

Untuk tipe yang lebih kecil dari 21, tetap diberikan DP 0% untuk kepemilikan pertama. Sementara kepemilikan kedua dan seterusnya menjadi 95%.

Bagaimana dengan kendaraan, apakah ada syarat tertentu?

Pada dasarnya hampir sama dengan syarat DP 0% di properti, yaitu kebijakan DP0% berlaku untuk bank yang memenuhi kriteria NPL tidak di atas 5%.

“Untuk bank yang memenuhi kriteria itu boleh menerapkan DP 0%, sementara yang NPL di atas 5% itu dibatasi DP 10 % untuk roda dua dan lebih (non-produktif), sementara untuk roda tiga lebih (produktif) itu 5%,” jelas Tanti Setiawan, Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI.

Tambahnya, untuk kendaraan berwawasam lingkungan juga berlaku hal yang sama. Untuk bank yang tidak memenuhi syarat akan dibatasi minimal DP 5% – 10% untuk kendaraan roda dua atau lebih.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

money plus amartha

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Money Plus will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.