DNKI Dukung Amartha dalam Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) mendukung upaya Amartha dalam pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia. Dalam kunjungannya bersama Amartha di Ciseeng, Bogor, DNKI mengapresiasi kerja keras Amartha dalam mewujudkan inklusi keuangan

“Diskusi petugas lapangan @amarthaid dengan staf dari DNKI. Upaya mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan memang perlu terus didukung oleh semua pihak,” tulis DNKI dalam akun resmi Twitter @keuanganinklusi, belum lama ini.

Dalam akun itu, DNKI menulis bahwa usaha rumahan produk roti tapai goreng milik Sumiati di Ciseeng merupakan salah satu anggota kelompok dampingan Amartha. Usaha rumahan ini terbukti efektif dalam menciptakan lapangan kerja yang layak, meski hanya di sektor informal.

“Semangat untuk berkelompok dalam upaya pemberdayaan ekonomi perempuan pada dasarnya adalah bentuk nyata penguatan kesejahteraan keluarga,” jelasnya.

Selain itu, lanjut DNKI,Ida merupakan salah satu pengusaha tahu skala rumahan yang mendapat sokongan modal dari Amartha di Desa Patempuran, Jember, Jatim. DNKI sangat mendukung upaya pemberdayaan ekonomi perempuan seperti ini. Bahkan, Amartha juga telah menggelar beberapa acara pemeriksaan kesehatan gratis untuk ibu-ibu di beberapa daerah.

“Apresiasi kami kepada @amarthaid yang telah mengundang DNKI untuk hadir dalam acara (pemeriksaan kesehatan gratis untuk ibu-ibu di Jember) yang sangat bermanfaat ini. Perempuan tangguh harus sehat rohani, jasmani dan finansial,” tulisnya.

Seperti dikutip dalam laman SNKI, Data Global Findex menyebutkan inklusi keuangan perempuan di Indonesia mengalami peningkatan dari yang sebelumnya hanya 37,5% di tahun 2014 lalu meningkat tajam menjadi 51% di tahun 2017. Kendati demikian, masih ada sekitar 22% perempuan di Indonesia yang menabung secara informal.

Karena itu, perlu adanya upaya untuk mendorong akses perempuan Indonesia kepada sektor keuangan formal melalui kerjasama dan kolaborasi dari pemerintah, penyedia layanan keuangan, seluruh ekosistem keuangan, termasuk pelaku pendukung lainnya seperti agen pembangunan, organisasi nirlaba dan tentunya peran aktif dari perempuan itu sendiri.

Amartha sebagai pelopor fintech peer to peer lending (p2p) terus berupaya mendukung peran perempuan dalam ekonomi di Indonesia. Perusahaan yang berdiri sejak 2010 ini, fokus untuk menyalurkan pembiayaan modal kepada pengusaha mikro perempuan di pedesaan. “Kami menghubungkan pendana dari kota yang ingin membantu pengusaha mikro perempuan di pedesaan. Melalui platform di amartha.com, pendana dapat memberikan pendanaan kepada pengusaha mikro perempuan di desa,” kata Founder dan CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra.

Andi menjelaskan Amartha turut mendukung sustainable development goals melalui pilar pengentasan kemiskinan, partisipasi perempuan dalam pembangunan dan mengurangi ketimpangan pendapatan di pedesaan.

“Dengan semangat meningkatkan kesejahteraan, Amartha mendukung pembiayaan bagipengusaha mikro perempuan untuk sektor produktif, seperti perdagangan, pertanian dan peternakan serta industri rumah tangga,” ucap Andi.

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
GOOGLE
GOOGLE
https://blog.amartha.com/dnki-dukung-amartha-dalam-pemberdayaan-ekonomi-perempuan">
LINKEDIN
%d bloggers like this: