Deretan Brand Lokal Mendunia, Ada J.CO hingga Greenfields

0
1122

Meski kita sudah sering membeli dan menggunakan sebuah produk, namun banyak juga diantara kita yang tak mengetahui asal produk tersebut. Banyak yang mengira beberapa brand terkenal di Indonesia berasal dari luar negeri karena kerap berbahasa asing.

Hal ini tidak mengherankan, karena citra yang pertama kali lekat di pikiran para konsumen adalah nama merek yang memang identik dengan istilah atau penamaan kebarat-baratan.

Dalam ilmu ekonomi tepatnya di pemasaran, hal tersebut dikenal sebagai strategi foreign branding atau merek asing, di mana berdasarkan penelitian yang dilakukan strategi tersebut diyakini dapat mempengaruhi persepsi konsumen dan minat beli dalam artian positif.

Hal ini cukup terbukti melihat deretan brand lokal Indonesia ini yang sukses mendunia, tak hanya di tanah air tapi juga diminati di negara lain. Brand apa saja ya yang dimaksud?

1. J.CO Donuts & Coffee

Pecinta donat wajib tahu, kalau ternyata J.CO merupakan merek asli Indonesia lho. Gerai yang tersedia di mana-mana, dengan pilihan donat warna-warni dan aroma yang menggugah selera membuat siapapun ingin segera menikmatinya. Waralaba donat dan kopi ini sudah memiliki nama besar tak hanya di Indonesia, tapi juga di luar negeri. 

J.CO berdiri di bawah Johnny Andrean Group.  Ide awal bisnis J.CO berawal dari Johnny yang sering melakukan perjalanan bisnis ke Amerika. Saat itu, ia duka mencicipi berbagai donat khas negara tersebut dan terinspirasi untuk memulai bisnis donat sejenis di Indonesia. 

Gerai pertama J.CO dibuka pada Mei tahun 2006 silam. Tak butuh waktu lama, bisnis ini bergerak menjadi waralaba lokal restoran cepat saji yang banyak diminati. Mengusung konsep waralaba dari luar negeri, J.CO menjual beberapa produk unggulan seperti donat, coffee, tea, sandwich, dan yoghurt. 

Tak hanya itu, Johnny Andrean dengan berani membawa J.CO Donuts & Coffee ke dalam konsep restoran cepat saji modern dengan sistem open kitchen (dapur terbuka) yang pada saat itu masih tergolong sebagai konsep baru di Indonesia. 

Open kitchen (dapur terbuka) sendiri merupakan konsep bisnis di mana konsumen akan diperlihatkan langsung proses pembuatan produk-produk yang akan dijual. Konsep yang fresh inilah yang kemudian membuat J.CO Donuts & Coffee semakin populer dan menjadikannya sebagai toko kue berciri khas di Indonesia. 

Hingga saat ini, J.CO Donuts & Coffee telah memiliki lebih dari 100 gerai di seluruh Indonesia.  Tak hanya itu, produk ini juga laris manis dan terkenal hingga ke mancanegara. Tahun 2007 J.CO membuka gerai pertama di Malaysia, disusul pada tahun 2008 di Singapura, tahun 2012 di Filipina, tahun 2016 di Hong Kong, tahun 2018 di Arab Saudi, serta di negara lain seperti Malaysia, China, Singapura, serta Filipina.

2. CFC 

CFC atau California Fried Chicken berdiri di bawah PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Kalau dilihat dari namanya tak mengherankan jika banyak orang yang mengira produk waralaba ini asalnya dari Amerika. Namun, ternyata CFC merupakan restoran ayam cepat saji pertama bergaya Amerika asli Indonesia.

CFC didirikan sejak tahun 1983 di Jakarta dan merupakan salah satu perusahaan generasi pertama di Indonesia yang memperkenalkan konsep restoran cepat saji. Awalnya brand CFC masih dimiliki oleh Amerika Pioneer Take Out. Setelah tujuh tahun, pada tahun 1989 perusahaan melepaskan diri dari usaha waralaba hingga memproduksi dan memasarkan merek produk ini sendiri yaitu California Fried Chicken.

3. Terry Palmer

Dari namanya, banyak yang mengira Terry Palmer adalah produk asal Eropa. Nyatanya, Terry Palmer adalah merek handuk yang terkenal asal dan produksi di Indonesia. Produsennya adalah PT Indah Jaya. Menariknya, Palmer merupakan singkatan dari Pal Merah yang merupakan lokasi pabrik produk ini pertama kali berdiri.

Perusahaan ini berdiri pada 1962 dan memproduksi handuk untuk pasar lokal. Bahan handuk berkualitas tinggi yang dibuat oleh merek Terry Palmer membuat produk buatannya kebanjiran pesanan dari luar negeri.

Pada tahun 1988, Indah Jaya mulai mengekspor produk ke Eropa, selanjutnya pada tahun 1992, Perusahaan membuka pabrik di Tangerang. Pada tahun yang sama Indah Jaya juga melakukan ekspor ke Jepang. Selain di dalam negeri, produk yang diproduksi PT Indah Jaya, kini sudah dipasarkan ke sejumlah negara, seperti Jepang, Amerika Serikat hingga Eropa.

Baca Juga: Bikin Bangga, Deretan Produk Lokal Ini Udah Go International!

4. The Executive

Pemilihan nama merek, range harga yang diterapkan serta desain pakaian yang elegan, membuat banyak orang salah mengira jika brand pakaian The Executive berasal dari luar negeri. Tapi ternyata merek fashion ini merupakan asli Indonesia, lho.

Brand asal Bandung ini memproduksi pakaian berkualitas hasil karya Johanes Farial yang dinaungi oleh PT Delami Garment Industries. Produk keluaran brand ini memang patut diperhitungkan karena pilihan bahannya yang premium dengan jahitan yang rapi dan kuat. Selain itu, rancangan pakaian kerja mereka juga versatile, di mana banyak menggunakan warna polos dan potongan klasik sehingga bisa dipakai dalam waktu cukup lama. Cocok untuk kamu yang sedang mencari outfit untuk menghadiri acara formal seperti saat ke kantor atau pesta yang semi-formal.

Dikutip dari laman resmi theexecutive.co.id, disebutkan pada 1984 perusahaan mengambil alih Executive 99 dan menjadi bagian Delamibrands group. Saat ini ada 60 toko dan lebih dari 100 counter di department store. Serta berbagai macam produk The Executive yang sudah dipasarkan ke negara-negara di Asia Tenggara, salah satunya Malaysia.

5. Greenfields

Greenfields adalah salah satu produk susu buatan lokal yang selama ini identik dengan kesan mewah di masyarakat, karena harganya yang lebih tinggi dibanding produk susu sejenis, Beberapa hal diyakini menjadi faktor dari tingginya harga susu dari perusahaan ini, salah satunya karena susu yang dihasilkan memiliki mutu tinggi dengan pemenuhan standar dan syarat terketat dunia perihal aspek mikrobiologi.

Padahal Greenfields merupakan produk susu dalam negeri yang pertama kali dibuat oleh kelompok pengusaha Australia dan Indonesia yang sama-sama memiliki latar belakang di bidang agrobisnis pada tahun 1997. Mereka mulai mengembangkan tanah peternakan di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tanah tersebut menjadi tempat untuk memelihara sapi-sapi perah khusus yang didatangkan dari Australia.

Seiring berjalannya waktu, tahun 2017 Greenfields membangun wilayah peternakan tambahan di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar dengan industri pengolahan yang berdekatan dengan masing-masing wilayah peternakan.

Dengan kepemilikan dua peternakan dan wilayah pengolahan yang beroperasi, Greenfields dianggap sebagai perusahaan pengolahan susu terbesar di kawasan Asia Tenggara. Di mana lebih dari 50 persen produksi susu yang dihasilkan telah dipasarkan ke berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, Filipina, dan berbagai negara Asia lainnya.

Bahkan Greenfields juga mendirikan cabang peternakan sapi perah di negara Malaysia, serta ekspansi bisnis Greenfields dengan pembuatan sebanyak tujuh peternakan. Di mana lima peternakan berlokasi di Shandong, dan dua sisanya berlokasi di Mongolia sejak tahun 2010.

Nah, inilah beberapa deretan produk lokal yang sukses hingga ke mancanegara. Sebagai orang Indonesia, tentunya kamu juga harus bangga dan bisa mulai mendukung berbagai produk lokal. 

Salah satu cara yang bisa kamu lakukan dalam mendukung produk lokal dengan bergabung menjadi pendana di microfinance marketplace Amartha. Mulai 100 ribu aja, dengan menjadi pendana bagi para perempuan pengusaha mikro mitra Amartha, kamu berarti telah berpartisipasi menciptakan dampak sosial yang nyata berupa kesejahteraan merata sekaligus mendukung produk lokal.

Tunggu apalagi?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here