/

Jelang Debat Pilkada DKI ke-2, Cermati Cagub Bermutu

Debat Pilkada DKI

Cermati Cara Jitu Pilih Pasangan Cagub Bermutu

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah atau Pilkada serentak pada 15 Februari 2017. Dalam pilkada ini akan diikuti 101 daerah dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Segenap komponen bangsa, mulai dari pejabat, tokoh agama, politisi, mahasiswa, dan berbagai kalangan masyarakat mulai riuh mengomentari jalannya pilkada yang akan dijalankan secara serentak ini. Namun ada satu yang menjadi pusat perhatian segenap masyarakat Indonesia, yaitu Pilkada DKI Jakarta.

Seperti yang kita ketahui bersama, terdapat tiga kandidat paslon (pasangan calon) DKI Jakarta. Ketiga kandidat tersebut yaitu Agus-Sylvi, Ahok-Djarot serta Anies-Sandiaga Uno. Tentu ketiga kandidat tersebut memiliki kapabilitas yang tidak diragukan lagi untuk memimpin Ibukota tercinta ini. Namun sudah tidak asing lagi bukan bagi kita, dengan banyaknya polemik yang mewarnai jalannya pesta demokrasi ini. Baik secara langsung dengan demonstrasi, pengaduan dan pelaporan kepada pihak yang berwajib, serta berbagai sorotan dan sindiran secara tidak langsung yang disampaikan beribu-ribu masyarakat Indonesia lewat media sosial seperti Twitter, Facebook dan Instagram.

Tidak hanya itu, Debat Cagub yang ditayangkan secara live di televisi seakan menjadi magnet dan ditunggu-tungggu oleh banyak masyarakat Indonesia. Hal ini tentunya menjadi sebuah momentum yang tepat bagi seluruh masyarakat untuk menentukan dan memilih Paslon, sebagai kandidat terbaik pilihannya. Namun, bukan hal mudah bukan untuk bisa mengukur dan menentukan pilihan kita? Berikut 5 tips menilai pasangan calon (paslon) secara tepat berikut, agar Anda tidak menyesal kemudian hari.

  • Perhatikan Visi Misi

Visi dan misi ini berisi detail  tujuan serta gambaran dari apa yang ingin dikerjakan dan dicapai oleh suatu pihak. Visi dan misi juga menjadi pedoman bagaimana sebuah tujuan akan dilakukan dengan arah sekaligus batasan-batasan yang ada.

Tentu menjadi hal yang sangat penting bagi masyarakat , khususnya mereka yang nantinya akan dipimpin oleh pasangan calon yang menang dalam pilkada nanti. Visi dan misi yang jelas, konkret, logis dan tentunya berpihak pada kepentingan masyarakat luas merupakan hal terpenting.

Perhatikan apakah visi dan misi yang disampaikan telah mengakomodir seluruh kebutuhan masyarakat secara merata. Jangan lupa pula untuk memerhatikan langkah yang diambil untuk mencapai segala visi misi yang ada, apakah konkret dan logis atau penuh dengan keraguan.

  • Cermati Argumen Yang Disampaikan

Argumen adalah bentuk pernyataan yang disampaikan oleh pihak terkait saat debat berlangsung. Hal ini mencakup pernyataan, maupun sanggahan. Untuk mencermati berbagai argumen yang disampaikan oleh Paslon, Anda dapat menilai dengan tolok ukur pribadi Anda. Seberapa baik pernyataan dan sanggahan yang dilontarkan oleh paslon.

Untuk itu, Anda perlu memerhatikan setiap kata serta kalimat-kalimat pendukung yang disampaikan, termasuk bukti-bukti atau contoh nyata dari suatu pernyataan dan sanggahan yang disampaikan.

  • Teliti Janji-janji Yang Disampaikan

Sudah barang tentu bahwa setiap calon pemimpin pasti menjanjikan sesuatu kepada masyarakat. Tentu, berbagai janji yang disampaikan adalah hal-hal yang baik dan menggiurkan. Lalu, sering kali kita terbuai oleh janji-janji manis calon pemimpin tersebut.

Mulai saat ini, Anda harus menjadi masyarakat yang cermat. Janji-janji boleh setinggi langit dan semanis madu, namun lihat, apakah seluruh janji-janji yang disampaikan diikuti dengan langkah-langkah untuk meraihnya. Selain itu, janji-janji tersebut haruslah konkret, serta logis. Jangan sampai Anda hanya akan menikmati manisnya janji yang hanya di mulut saja.

  • Lihat Gesture Tubuh

Gesture tubuh ini berhubungan dengan komunikasi secara non verbal. Gesture tubuh berarti gerak-gerik tubuh atau bahasa tubuh yang muncul. Tentu saja saat debat, seseorang akan memiliki jiwa adrenalin yang lebih tinggi dari biasanya, sehingga emosi serta berbagai perasaan kadang keluar tanpa kontrol.

Anda dapat memperhatikan ekspresi wajah, gerakan tangan, serta posisi bedan para paslon saat debat berlangsung. Ekspresi wajah senang, tentu lebih identik dengan senyuman, sedih dan ragu terlihat dari pandangan yang kosong, marah dapat diartikan dengan melotot, menggelengkan kepala yang berarti tidak setuju serta masih banyak lagi.

Untuk gerakan tangan sendiri, menggaruk kepala dapat diartikan sebagai bentuk perasaan bingung dan frustasi, penggunaan gerakan tangan saat berbicara berarti penegasan serta tangan bersila di atas perut dapat diartikan angkuh atau sombong.

Kemudian bila membahas posisi badan yang baik saat berdebat adalah tegap serta menghadap audience. Apabila duduk, juga harus tegap dan menghadap audience pula, sehingga menggambarkan antusiasme, semangat dan rasa perhatian.

  • Pilihlah Sesuai Hati Nurani

Terakhir ialah memilih kandidat yang sesuai dengan hati nurani kita. Tentu setiap orang memiliki standar dan kriteria masing-masing dalam menentukan pilihan hatinya, begitupula dalam memilih pemimpin.

Namun, ada satu hal yang harus semua orang perhatikan dalam memilih pemimpin, hal tersebut ialah keberpihakan pemimpin kepada rakyatnya. Khususnya kepada mereka, para masyarakat prasejahtera yang sangat perlu didukung agar lebih maju dan sejahtera.

Memilih Paslon adalah sebuah investasi politik untuk daerah kita lima tahun ke depan. Jika Anda tidak menimbang dengan bijak bukan tidak mungkin kita salah berinvestasi untuk 5 tahun ke depan. Sementara untuk investasi finansial demi keluarga Anda sejahtera Anda bisa pelajari di sini .

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
GOOGLE
GOOGLE
https://blog.amartha.com/debat-pilkada-dki">
LINKEDIN
%d bloggers like this: