Home Amartha Lender's Corner Cara Mengatur dan Meningkatkan Cash Flow Perusahaan Selama Pandemi Ala CFO Amartha

Cara Mengatur dan Meningkatkan Cash Flow Perusahaan Selama Pandemi Ala CFO Amartha

|

|

|

Tantangan terbesar bagi hampir semua perusahaan di masa sulit adalah memastikan cash flow perusahaan aman dan lancar. Meski sangat erat kaitannya dengan manajemen keuangan, pengelolaan cash flow tak bisa lepas dari marketing. Baik customer management, product management, brand management maupun penegasan kembali positioning, differentiation, dan brand perusahaan tersebut.

Simak penjelasan bagaimana Amartha mengatur dan meningkatkan cash flow selama pandemi bersama Chief Financial Officer PT. Amartha Mikro Fintek, Ramdhan Anggakaradibrata, dan Marketeers di bawah ini:

Penyesuaian Produk

Penyesuaian produk (customized product) dapat menjadi kunci untuk menggaet konsumen. Pemasar perlu ingat bahwa tidak semua konsumen menginginkan hal yang sama atau menggunakan produk dengan cara yang sama, apalagi ketika perusahaan dan konsumen sama-sama sedang menghadapi masa sulit.

Salah satu alternatifnya agar penjualan tetap jalan dan pemasukan tetap ada adalah dengan memposisikan produk dan layanan secara fleksibel. Penyesuaian tersebut bisa dalam bentuk penyesuaian ukuran. Karena daya beli menurun akibat pandemi, misalnya, perusahaan mengutamakan produk ukuran kecil atau sachet atau malah sebaliknya. Saat ini, sedang tren minuman kopi dalam volume lebih besar (satu liter) yang menjawab kebutuhan orang yang tinggal di rumah saja. Selain itu, karena aturan pembatasan sosial, beberapa pemain resto mengubah produknya dari siap makan menjadi siap masak (ready to cook). Hal ini juga menjawab kebutuhan do it yourself yang lagi ngetren di masa pandemi.

Selain produk, layanan seperti di dunia telekomunikasi dan perbankan, dilakukan secara online mengingat gerak konsumen saat ini dibatasi demi mencegah penularan Covid-19. Semua itu dilakukan agar produk dan layanan tetap bisa diakses oleh konsumen dan dengan demikian berpotensi untuk mendatangkan pemasukan bagi perusahaan. Namun, menawarkan produk yang disesuaikan memerlukan perencanaan yang matang. Salah satunya dengan memahami secara cermat kebutuhan pelanggan di masa sulit. Selain itu, jangan juga gegabah karena kalau salah melangkah bisa kontraproduktif pada branding yang sudah lama dibangun.

Menurut Chief Financial Officer PT. Amartha Mikro Fintek, Ramdhan Anggakaradibrata, customized product ini dapat meningkatkan kepercayaan konsumen kepada perusahaan. Amartha juga melakukan strategi ini untuk menjaga arus kas agar tetap terjaga terutama pada cash flow escrow.

“Kami mengerti banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak COVID-19 dan memerlukan waktu pemulihan. Amartha memberikan fasilitas tambahan seperti grace period tiga sampai enam bulan.” ujar Ramdhan.

Ramdhan menegaskan, fasilitas ini tidak diberikan kepada semua nasabah. Sebelum memberikan fasilitas ini, Amartha akan melakukan assesment secara menyeluruh untuk mengetahui transaksi usaha dari pelaku UKM. cara ini bertujuan untuk menentukan kesehatan arus kas.

Dengan adanya fasilitas ini, Ramdhan berharap dapat membantu para mitra Amartha untuk pulih dari dampak COVID-19. Selain itu, dengan adanya penyesuaian produk ini diharapkan dapat membangun kepercayaan baik dari borrower maupun lenders.

Cari Pundi-pundi Baru

Menjaga arus kas tetap positif menjadi sesuatu yang krusial terutama pada masa-masa sulit seperti ini. Perusahaan kemudian perlu memikirkan berbagai strategi yang relevan dengan kondisi agar arus kas tetap efisien dan bisnis dapat terus beroperasi. 

Salah satu cara dalam menjaga arus kas adalah dengan lebih fleksibel terhadap sumber pendapatan baru. Jika skenario perencanaan keuangan memperlihatkan tekanan pada aliran pendapatan lanjutan, pertimbangkan cara-cara yang dapat dilakukan untuk sementara waktu atau mungkin permanen mengganti pendapatan tersebut.

Contohnya, jika pasar utama perusahaan adalah internasional, pikirkan cara bagaimana perusahaan dapat beralih ke pasar domestik, terutama jika inventaris perusahaan mudah rusak. Jika perusahaan memiliki produk atau layanan yang hanya membutuhkan sedikit arus kas keluar, tetapi belum menjadi sumber pendapatan utama, pemasar bisa memikirkan strategi untuk meningkatkan alternatif produk atau layanan tersebut.

PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menjadi salah satu perusahaan yang menerapkan strategi ini. Perusahaan ini berusaha untuk memaksimalkan berbagai pendapatan yang ada serta mencari celah sumber pendapatan baru yang lebih menguntungkan selama masa pandemi.

Ramdhan Anggakaradibrata, Chief Financial Officer Amartha mengatakan, di perusahaan fintech terdapat pengelolaan dua arus kas, yaitu cash flow operasional yang bersinggungan dengan perusahaan dan cash flow escrow yang mengatur pengelolaan pendanaan dari lender ke borrower. Cash flow escrow ini diatur ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Untuk mengelola kedua arus keuangan memang dibutuhkan fleksibilitas. Selain terus mengulas proses bisnis secara rutin, kami juga membuka kesempatan dan jaringan baru. Selama masa pandemi, kami tidak bisa berfokus pada daerah operasional yang termasuk pada zona merah COVID-19. Kami harus dapat membuka jaringan baru di luar zona merah.” kata Ramdhan.

Untungnya, pada akhir tahun lalu, Amartha melakukan ekspansi ke wilayah Sumatera dan Sulawesi. Sehingga, tidak diperlukan pengeluaran besar dalam membuka jaringan baru. Amartha hanya perlu fokus memaksimalkan pelayanannya ke wilayah di luar zona merah. Misalnya, di daerah Sumatera yang Tingkat Keberhasilan Pengembalian (TKB) atau repayment rate tersebut mencapai 100% pada kuartal pertama tahun 2020.

Amartha juga memberikan opsi layanan yang lebih fleksibel kepada para lender maupun borrower. Tujuannya, agar cash flow escrow tetap positif dan efisien. Salah satunya dengan memberikan layanan yang minim risiko pengembalian.

Selain produk utama, Amartha juga punya beberapa produk yang meluncur selama masa pandemi. Salah satunya asuransi 100%. Dulu, perusahaan ini hanya menawarkan asuransi 75%, sehingga risiko yang ditawarkan sangat minim.

“Untuk lender, kami memiliki program untuk lender AStar. Jadi, pada produk ini kami menawarkan pendanaan dengan tenor yang lebih singkat, platformnya juga lebih rendah. Umumnya, pendanaan di Amartha mulai dari 1,5 juta hingga 10 juta untuk tenor 50 minggu. Kalau di program ini bisa lebih singkat dan lebih rendah,” jelas Ramdhan.

Kemampuan menghadirkan berbagai alternatif layanan dan produk yang disesuaikan dengan kondisi dapat mengurangi tekanan pada arus kas. Selain itu, juga bisa mengurangi pengeluaran secara signifikan. Secara jangka panjang alternatif-alternatif yang dilakukan selama masa krisis ini menghasilkan sumber pendapatan yang lebih beragam bagi perusahaan. 

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Pendanaanmu Makin Aman dengan Promo Premi Asuransi 100%! #KitaJanganMenyerah

Dengan semangat #KitaJanganMenyerah, yuk terus dukung Ibu Mitra Amartha untuk bangkit di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini! Cek marketplace...