Cara Jitu Atur Keuangan Untuk Freelancer. Yuk Tiru!

0
118
cara atur keuangan untuk freelancer
Sumber Foto: istockphoto

Di era sekarang, pekerjaan sebagai freelancer adalah hal yang sudah cukup umum diketahui banyak orang. Freelancer ini adalah orang (bisa profesional berpengalaman/fresh graduate) yang memilih menjadi pekerja tidak tetap karena menginginkan waktu kerja lebih fleksibel.

Freelancer biasanya bekerja dalam sebuah project yang ikatan waktunya relatif singkat, bisa satu minggu hingga paling lama yaitu satu tahun. Meski bisa dibilang sebagai pekerjaan tidak tetap dan belum tentu mendapat penghasilan stabil layaknya gaji bulanan, banyak juga Freelancer yang berhasil merdeka secara finansial. Kuncinya yaitu mengatur keuangan dengan cermat.

Baca Juga: Mau Tambah Penghasilan? Coba Situs Freelance Ini!

Lantas, hal apa yang bisa kamu lakukan jika berprofesi sebagai freelancer? Simak cara-cara berikut!

1. Kontrol Pengeluaran Setiap Bulan  

Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengontrol secara ketat setiap pengeluaran yang harus dilakukan. Perlu dipahami, menjadi freelancer berarti harus berhadapan dengan ketidakpastian penerimaan yang akan didapatkan setiap bulan. Agar dapat bertahan di masa sepi project, freelancer harus rela mengontrol pengeluarannya di angka tertentu.

Adapun, dalam menyusun anggaran pengeluaran, usahakan menyeleksinya seketat mungkin. Dan yang lebih penting lagi, anggaran pengeluaran itu harus benar-benar dijalankan, dan tidak terhenti menjadi sekadar angka-angka di atas kertas. Apa saja pengeluaran yang harus ada, serta berapa besar nilainya, tentu disesuaikan dengan kondisi masing-masing freelancer.

2. Siapkan Dana Darurat  

Setiap orang yang ingin merdeka secara finansial, sudah seharusnya mempunyai dana darurat. Keberadaan dana darurat ini akan menjadi semakin penting bagi para freelancer. Dengan memiliki dana darurat, kamu pun tetap dapat beraktivitas secara normal di kala sepi project dan tidak punya pemasukan sama sekali.

Lantas, apa sih skema idealnya dalam menyiapkan dana darurat tersebut? Caranya, sisihkan 10% dari pemasukan untuk dana darurat.

Besar dana darurat dapat disesuaikan pada status masing-masing freelancer. Jika kamu masih berstatus lajang, bisa menyiapkan dana darurat minimal tiga kali pengeluaran bulanan. Sedangkan untuk kamu yang sudah berkeluarga, dana darurat setidaknya setara dengan enam kali hingga 12 kali pengeluaran bulanan.

 3. Kumpulkan Aset dan Catat Setiap Hutang

Sebagai freelancer, penting loh buat kamu untuk mulai mengumpulkan aset, sepert beli emas, rumah, ataupun tanah. Nah, jika kamu membeli aset-aset tersebut dengan berhutang, jangan lupa untuk mencatatnya di laporan keuangan. Hal ini bermanfaat agar kamu jumlah uang yang akan kamu keluarkan setiap bulan.

Baca Juga: Jangan Dilakukan, 4 Hal Ini Bikin Kamu Gagal Merdeka Finansial

4. Jangan Lupa Berinvestasi

Cara terakhir yang bisa dilakukan yaitu berinvestasi. Banyak freelancer yang sering mengabaikan hal ini, padahal berinvestasi sama pentingnya dengan memiliki dana darurat. Nah, selain instrument-instrumen investasi konvensional yang sudah populer, saat ini kamu juga bisa loh mencoba investasi P2P Lending.

Sederhananya, P2P Lending memungkinkan setiap orang untuk memberikan pinjaman atau mengajukan pinjaman antara yang satu dengan yang lainnya untuk berbagai kepentingan tanpa menggunakan jasa dari lembaga keuangan yang sah sebagai perantara. Salah satu platform penyedia jasa P2P Lending tepercaya sekarang ini adalah Amartha.

Amartha
Kunjungi www.amartha.com

Amartha adalah perusahaan pionir dalam layanan fintech Peer to Peer (P2P) Lending yang menghubungkan pendana urban dengan pengusaha mikro di pedesaan. Hingga saat ini tercatat sudah ada lebih dari 500.000 perempuan di seluruh penjuru Indonesia telah menjadi mitra Amartha untuk diberdayakan.

Selain itu, dengan menjadi pendana bagi para perempuan pengusaha mikro mitra Amartha, kamu akan mendapatkan keuntungan hingga 15% per tahun dan cash flow mingguan. Pembayaran angsurannya juga dapat diambil kapan saja. Investasi yang cocok dong pastinya buat kamu yang berprofesi sebagai freelancer?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here