Cara Dan Teknik Budidaya Padi yang Menguntungkan

    0
    32
    Ilustrasi budidaya padi. sumber: www.istockphoto.com
    Ilustrasi budidaya padi. sumber: www.istockphoto.com

    Pentingnya Mengetahui Teknik Budidaya Padi yang Tepat

    Tentu penting mengetahui cara maupun teknik dalam membudidayakan padi agar optimal dan menguntungkan. Karena tanaman ini merupakan bahan makanan pokok masyarakat Indonesia, maka pastikan untuk tanaman tumbuh dengan subur dan mampu menghasilkan panen yang melimpah. 

    Berikut cara dan teknik budidaya padi yang baik agar memberi keuntungan yang optimal: 

    1.Siapkan Lahan 

    Kamu wajib mempersiapkan lahan untuk budidaya padi, minimal 2 minggu sebelum dilakukan penanaman.

    Pastikan lahan terbebas dari rumput liar dan gulma. Jangan sampai pertumbuhan dan perkembangan pari terganggu dikarenakan harus berbagi nutrisi serta air dengan rumput-rumput liar tersebut. 

    Setelah lahan dipastikan terbebas dari gulma maupun rumput liar, selanjutnya kamu perlu membasahi tanah menggunakan air. Kemudian, lakukan pembajakan agar keadaan tanahnya menjadi lebih lunak dan gembur. 

    Setelah melakukan pembajakan, genangi lahan tanam dengan air hingga kurang lebih mencapai ketinggian 10 cm. Genangkan selama 2 minggu sehingga lahan menjadi lumpur dan semua racun hilang ternetralisir. 

    2. Gunakan Benih Berkualitas 

    Gunakan benih berkualitas untuk hasil yang optimal. Kamu bisa melakukan uji coba dengan cara merendam 100 butir benih dalam air selama 2 jam. 

    Jika lebih dari 90 butir benih mengeluarkan kecambah, dapat dipastikan benih tersebut berkualitas dan bermutu tinggi. 

    Sebaliknya, bila tidak ada kecambah yang tumbuh, segera singkirkan benih tersebut dan jangan ditanam. 

    3. Persemaian 

    Persemaian dilakukan pada benih yang telah disiapkan 25 hari sebelum masa tanam padi. Bibit yang telah dipastikan berkualitas selanjutnya disemai di tempat persemaian yang tidak jauh dari lahan tanam agar terjaga kesegarannya saat proses pemindahan. Pastikan drainase selalu baik sehingga benih tidak kelebihan air. 

    Wadah semai yang dibutuhkan dalam perbandingan 1:20 dan harus selalu berair serta berlumpur. Kamu perlu memberikan pupuk urea dan TSP pada lahan persemaian, dengan dosis sebesar 10 gr setiap 1 m2. Jika lahan persemaian telah siap, sebarkan benih yang sudah berkecambah dengan merata. 

    Baca Juga: Mengenal Ikan Channa yang Sedang Populer di Indonesia

    4. Penanaman 

    Setelah persemaian benih dan tumbuh daun sebanyak 3 hingga 4 helai dengan selang waktu 12 sampai 14 hari, selanjutnya pemindahan bibit pada lahan yang telah disiapkan dan diberi lubang-lubang untuk ditanami bibit pari. 

    Dalam satu lubang, bisa ditanam 2 bibit sekaligus. Penanaman dilakukan dengan cara memasukkan akar dengan membentuk huruf  L, kedalaman bibit mencapai 1 cm hingga 15 cm. Sedangkan masa penanaman padi lebih baik dilakukan sebanyak 2 kali dalam 1 tahun.

    5. Perawatan Lahan serta Pencegahan Hama dan Penyakit 

    Lakukan perawatan lahan dengan menjaga kebersihannya dari tanaman pengganggu dan pastikan lahanmu tidak kekurangan atau kelebihan air. 

    Usai pemupukan yang harus dilakukan saat pertama kali setelah tanaman berusia seminggu, cara budidaya padi yang benar lainnya adalah menjaganya dari hama maupun penyakit. Kamu bisa menggunakan pestisida untuk melindungi tanaman pari. 

    6. Proses Panen 

    Panen dilakukan setelah pari menguning dan merunduk. Gunakan sabit gerigi untuk memanennya dan meletakkan hasil panen di atas tikar dengan merontokkan beras dari dalam bulir-bulir tanaman. 

    Pada umumnya 33 hari hingga 36 hari sesudah tanaman berbunga, panen bisa dilakukan. Caranya dengan memotong secara serentak agar terhindar dari serangan hama. Kemudian simpanlah di tempat yang tidak terlalu lembab dan segera olah agar kualitasnya tetap terjaga.Nah, itulah tips dalam membudidayakan padi agar memberi hasil yang optimal dan menguntungkan. Hasil dari panen ini bisa kamu simpan dalam bentuk investasi di Amartha.

    Bukan hanya memberi keuntungan sendiri melalui imbal hasil hingga 15% flat per tahun, tetapi kamu juga bisa membantu wirausaha lainnya dalam mengembangkan usaha mereka. Jadi, mari bergabung bersama investor lain dan kembangkan UMKM Indonesia.

    Download aplikasi Amartha di Android
    Download aplikasi Amartha di iOS

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here