Cahaya Untuk Warga Desa di Indralaya

|

|

|

Tanpa kita sadari, listrik yang menyala 24 jam adalah kemewahan yang belum tentu dirasakan oleh semua orang.

Apa jadinya bila suatu malam, lampu di rumahmu mati hingga pagi?

Kegiatanmu yang bergantung pada penerangan lampu mungkin terpaksa ditunda. Tapi kamu gak perlu risau karena kamu tahu kalau sebentar lagi lampu akan kembali menyala. Di tempat tinggalmu, pemadaman listrik adalah hal yang jarang terjadi. 

Namun, pernahkah kamu membayangkan tinggal di suatu daerah dengan akses listrik yang terbatas atau bahkan sewaktu-waktu bisa mati dan tidak tahu kapan kembali menyala?

Di Indonesia, ada 345 desa yang belum teraliri listrik, salah satunya di Desa Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Demi mencicipi fasilitas listrik, warga harus berpatungan sekitar 2,5jt/orang untuk membeli kabel panjang guna mengalirkan listrik dari desa sebelah. 

Dokumentasi: Ibu Kholila (Warga Dusun 3, Indralaya)

Hal inilah yang dilakukan Ibu Kholila, salah satu warga Indralaya. Sayangnya, aliran listrik tersebut hanya bertahan beberapa bulan pada awal tahun saja. Kini Ibu Kholila beserta keluarga kembali tidak memiliki akses pencahayaan di malam hari. 

Sehari-hari, ia hanya mengandalkan lampu senter kepala berukuran kecil yang menggunakan daya baterai untuk alternatif pencahayaan. Akibat dari matinya listrik ini, Ibu Kholila pun terpaksa tidak bisa berjualan warung pada malam hari karena situasi yang gelap gulita sangat menyulitkan beliau ataupun masyarakat untuk beraktivitas pada malam hari. 

Sama seperti kamu, Ibu Kholila adalah satu diantara banyak warga desa Indralaya yang membutuhkan listrik untuk beraktivitas. 

Program #NyalakanDesa dari Amartha

Campaign #NyalakanDesa untuk Penerangan Masyarakat Desa di Sumatera Selatan

Melalui kampanye #NyalakanDesa, Amartha mengajak Anda untuk gotong-royong menghadirkan 1.000 lampu surya kepada daerah-daerah yang masih mengalami keterbatasan akses listrik.

Anda dapat terlibat untuk ikut kampanye #NyalakaDesa dengan cara berdonasi melalui Kitabisa. Dari donasi tersebut, Amartha akan menyalurkan 1.000 lampu surya kepada 5 desa di Sumatera Selatan yang mengalami keterbatasan akses listrik.

Dari setiap lampu surya yang menyala, Anda telah terlibat dalam membantu para ibu untuk menjalankan usaha, anak-anak untuk belajar, dan masih banyak lagi yang akan terbantu dengan bantuan Anda.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Semua Orang Bisa Jadi Sultan. Investasi di Amartha Mulai dari 100 Ribu Rupiah!

Good News From Amartha!  Dalam rangka mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendana untuk mendorong...

Black Card, Bisa Punya Gak Ya?

Belum lama ini, muncul video viral di TikTok tentang charge card paling istimewa di Dunia yang disebut Black Card.

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...