Home Work Smart 🖳 Burnout Generation dan Cara Mengatasinya Bagi Para Millenial

Burnout Generation dan Cara Mengatasinya Bagi Para Millenial

|

|

|

Karena tumbuh bersamaan dengan pesatnya perkembangan teknologi, generasi milenial dianggap sebagai generasi yang paling maju di antara generasi sebelumnya. Contoh dari kemajuan generasi milenial adalah ambisius, fleksibel, penuh ide kreatif, multitasking, juga cepat tanggap.

Keadaan tersebut membuat generasi milenial memiliki standar yang cukup tinggi dalam hidupnya. Namun, realita seringkali tidak seindah ekspektasi. Standar tersebut bisa jadi tidak tercapai karena berbagai faktor dan mengakibatkan milenial menjadi burnout.

Apa itu burnout?

Istilah burnout pertama kali diperkenalkan pada tahun 1974 oleh Herbert Freudenberger, seorang psikolog, yang diterangkan dalam buku berjudul Burnout: The High Cost of High Achievement. Dalam buku tersebut, Herbert mengartikan istilah burnout sebagai kondisi di mana seseorang mengalami penurunan produktivitas dan motivasi dalam melakukan sebuah pekerjaan yang ditandai dengan menurunnya loyalitas sehingga target tidak tercapai dengan maksimal.

Sementara itu WHO mengartikan burnout sebagai gangguan psikologis yang disebabkan situasi lingkungan kerja yang tidak kondusif sehingga mengakibatkan rasa lelah berkepanjangan, perasaan sinis, pola pikir negatif, serta ketidakmampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan dengan optimal.

Lebih lanjut, WHO memandang burnout sebagai gangguan yang cukup serius setelah melihat sebagian besar kalangan milenial berusia 22-38 tahun di berbagai benua mengalami hal tersebut. WHO kemudian menyatakan burnout sebagai salah satu jenis gangguan mental yang terdaftar dalam International Classification of Diseases

Anne Helen Petersen dalam laporannya yang berjudul How Millennials Became The Burnout Generation menyimpulkan bahwa salah satu penyebab para milenial merasa harus memiliki karir tertentu, menjadi orang yang sukses dan kaya raya adalah faktor pencetus burnout. Selain itu ada juga tekanan yang baik disadari atau tidak dari para orangtuanya.

Gejala burnout yang dialami oleh burnout generation yaitu

  • Kelelahan berlebih
  • Kehilangan motivasi kerja
  • Berkurangnya performa kerja

Lalu, bagaimana mengatasi burnout yang dialami  oleh para milenial?

Bila WHO sudah menyatakan burnout sebagai salah satu jenis gangguan mental, maka hal ini perlu segera diatasi. Cara mengatasi burnout mungkin bisa dimulai oleh diri sendiri dengan melakukan perubahan pada lingkungan kerja selama ini. Ada juga cara lain yang bisa dicoba oleh burnout generation seperti:

  • Ambil Waktu Relaksasi Dan Mengasingkan Diri Sementara.

Tak jarang pekerjaan kantor berbuntut diskusi di Whatsapp hingga memangkas waktu istirahat atau dengan keluarga. Kegiatan ini kemudian malah menjadikan beban, bukan? Untuk itu diperlukan batasan atau kalau perlu mengasingkan diri sementara sambil melakukan relaksasi seperti meditasi atau membaca buku.

  • Tidur Cukup

Sebuah riset memaparkan bahwa tidur malam kurang dari 6 jam dapat berisiko seseorang mengalami burnout. Selain itu, waktu tidur juga harus sehat seperti tidak mimpi buruk atau sering terbangun tengah malam. Pastikan badan dan pikiran rileks sebelum tidur.

  • Belajar Mengorganisir

Saat burnout melanda, penderita akan mengalami kecemasan yang berlebih sehingga bisa melupakan hal-hal yang penting. Maka dari itu, ambillah secarik kertas dan tuliskan apa saja yang akan dan harus dikerjakan lalu tentukan prioritas.

Semoga cara di atas dapat bermanfaat ya! Jangan lupa untuk ambil jeda sejenak di tengah banyaknya aktivitas yang kamu lakukan. Have a nice day!

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Eri Tri Angginihttp://museumberjalan.id
Lulusan Ilmu Sejarah yang nyasar ke financial services. Kindly check museumberjalan.id untuk dapatkan informasi seputar sejarah & sosial budaya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

CEO Letter: Dukungan untuk Sektor Usaha Mikro Indonesia

Kepada Pendana Amartha yang terhormat,Semoga Anda dan keluarga dalam keadaan sehat sepenuhnya. Di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung,...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

7 Amalan Sunnah di bulan Ramadhan yang Bikin Ibadahmu Makin Berkah

Akhirnya bulan yang dinanti-nanti oleh seluruh umat muslim di berbagi penjuru dunia tiba, Ramadhan yang penuh berkah, hikmah dan ampunan, karena berbagai...