Kenapa Banyak Brand di Indonesia Kolaborasi Dengan Idola Kpop?

|

|

|

Belakangan banyak brand besar di Indonesia yang bekerjasama dengan artis atau idola K-Pop sebagai duta merek atau brand ambassador. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu strategi untuk menggaet konsumen.

Di Indonesia, kolaborasi dengan artis atau idola K-pop banyak dilakukan oleh perusahaan e-commerce. Ada juga lembaga keuangan.

Peneliti Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Nailul Huda, mengutip Katadata, strategi pemasaran e-commerce saat ini berfokus memberpesar jumlah pengguna. Beberapa cara yang digunakan adalah menggelar acara dan menggaet artis atau idola sebagai duta merek.

Sebagai contoh, pada 2019 lalu, Tokopedia menggaet Bangtan Sonyeondan (BTS) sebagai duta merek. Dengan menggaet BTS, jumlah kunjungan di platform Tokopedia merangkak naik. Misalnya pada acara malam puncak campaign Waktu Indonesia Belanja, jumlah mengunjung hampir 5 juta kali dan lebih dari 5.000 barang terjual.

Begitupun dengan Shopee yang menerapkan strategi bertajuk hallyu atau koreaan wave sejak akhir 2018. Shopee menggandeng Blackpink dalam rangka hari belanja online nasional (harbolnas) 12.12 di Filipina, Vietnam, Singapura, Malaysia, Thailand, Taiwan, dan Indonesia.

Hasilnya, Shopee 5,4 juta transaksi berasal dari Indonesia dengan lebih dari 48 juta pengguna yang mengunjungi platform tersebut.

Lalu apa alasan suatu brand menggaet artis atau idola K-pop?

Berdasarkan Sensus Penduduk 2020, dari 270,2 juta penduduk Indonesia, ada 25,87% generasi milenial dan 27,94% generasi Z. Angka ini menjadi pangsa pasar yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan atau brand Indonesia.

Selain itu, generasi milenial dan generasi Z Indonesia umumnya cerdas dalam menggunakan teknologi (digital savvy) dan juga mengidolakan influencer, dalam hal ini artis atau idola K-pop.

Hasil riset Katadata Insight Center (KIC) dan Kredivo menunjukkan jumlah transaksi produk fesyen, kesehatan, dan kecantikan merupakan yang tertinggi di tahun 2019. Transaksi fesyen dan aksesoris mencapai 30% sementara transaksi kesehatan dan kecantikan sebesar 16%.

Fakta menarik lainnya, hasil riset iPrice memaparkan bahwa Army Indonesia (sebutan penggemar BTS di Indonesia) bisa menghabiskan uang hingga puluhan juta untuk membeli suvenir, album, dan tiket konser idolanya. Fakta ini baru dari BTS saja, bagaimana dengan artis atau idol K-Pop lainnya?

Dengan demikian, gak heran kalau banyak brand di Indonesia yang berkolaborasi dengan artis atau idol K-Pop. Untuk kamu yang tengah membangun bisnis, apakah mau coba strategi ini juga?

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Eri Tri Angginihttp://museumberjalan.id
Lulusan Ilmu Sejarah yang nyasar ke financial services. Kindly check museumberjalan.id untuk dapatkan informasi seputar sejarah & sosial budaya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Tambah Marak, Ini Cara Laporkan Fintech Pinjaman Online Ilegal

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI), Tongam L Tobing menyatakan menghentikan 3.056 fintech pinjaman online ilegal. Hingga kini tercatat...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...