Bisnis Syariah: Definisi, Jenis, dan Perbedaan dengan Bisnis Biasa

0
14718

Bisnis syariah belakangan ini semakin populer di Indonesia yang memiliki penduduk mayoritas Muslim. Jika pada bisnis konvensional lebih mengarah pada keuntungan yang diperoleh, maka pada bisnis ini lebih mengarah pada nilai-nilai Islami sesuai dengan Al Quran dan hadist. Untuk mengetahui mengenai pengertian bisnis syariat dan jenisnya, mari simak penjelasannya berikut ini:

Definisi Bisnis Syariah

Istilah Syariah berasal dari kata syariat yang memiliki arti yaitu hukum agama yang mengatur hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam sekitarnya, dan manusia dengan Allah sesuai dengan Al Quran dan hadist. 

Apa Itu Investasi Syariah?

Syariat juga bisa diartikan sebagai suatu perundang-undangan yang diturunkan oleh Allah SWT untuk seluruh umat manusia, dan disampaikan melalui perantara Nabi Muhammad SAW berkaitan dengan akhlak, ibadah, muamalah, dan lain-lain. Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa bisnis syariat merupakan kegiatan berdagang atau jual beli yang dilandaskan pada hukum Islam. 

Jenis-jenis Bisnis Syariah

  1. Perbankan Syariah

    Bank Syariah merupakan salah satu jenis bisnis berbasis syariat yang belakangan ini sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Berbeda dengan bank konvensional yang menerapkan sistem bunga, bank syariat menggunakan sistem bagi hasil secara adil. Sistem operasional dan produk yang ditawarkan juga dikembangkan berdasarkan nilai-nilai Islami sesuai Al Quran dan hadist.

    Bisnis perbankan ini menjalankan usaha dengan memberikan kredit, peredaran uang, dan pilihan jasa perbankan lainnya sesuai dengan prinsip syariat Islam. Salah satu lembaga keuangan syariat yang halal dan terpercaya yaitu Amartha.com dengan pilihan produk, seperti investasi syariah, pinjaman syariah, dan lain sebagainya.
  2. Pegadaian Syariah

    Ar-Rahn atau gadai merupakan suatu kegiatan menahan harta yang dimiliki oleh peminjam dan dijadikan sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya. Benda-benda yang menjadi jaminan gadai juga harus memiliki nilai ekonomis, misalnya perhiasan emas, barang-barang elektronik, kendaraan bermotor, dan surat-surat berharga (saham, obligasi, dan lain-lain). 
  3. BMT

    Jenis bisnis syariah yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi di telinga Anda, bukan? BMT (Baitul mal wa tamwil) merupakan lembaga keuangan mikro yang bertujuan membantu, membela kepentingan, dan mengangkat martabat kaum fakir miskin dengan menerapkan prinsip bagi hasil. Kegiatan yang dilakukan oleh BMT bertujuan membantu pertumbuhan dan perkembangan usaha mikro dan kecil. 

Perbedaan Bisnis Syariah dengan Bisnis Biasa

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bisnis syariah mengacu pada konsep halal dan haram, sehingga produk yang dijual baik barang maupun jasa harus produk-produk yang halal, seperti kosmetik halal, kuliner halal, jasa travel dan umroh, salon Muslimah, dan lain sebagainya. Dalam proses transaksinya, penjual dengan pembeli juga harus melakukan ijab qabul terlebih dahulu. 

Siaran Pers: Angkat Dewan Pengawas Syariah, Amartha Segera Luncurkan Produk Syariah

Bisnis ini juga bebas dari unsur riba, gharar (penipuan), dan maisir (perjudian). Proses kegiatan jual beli juga dilakukan dengan seadil-adilnya, sehingga tidak hanya berorientasi pada keuntungan perusahaan maupun kelompok tertentu saja, namun bermanfaat bagi masyarakat. Maka dari itu, perbedaan bisnis syariah dan bisa terletak pada landasannya. 

Dari penjelasan di atas, Anda semakin paham tentang apa itu bisnis syariah, bukan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here