Bisakah Menerapkan Work Life Balance di Tengah Pandemi?

0
140
work life balance
Work Life Balance. Sumber Foto: Pexels

Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan kita. Sebut saja dalam hal pekerjaan di perkantoran yang bertransisi menjadi WFH (work from home). Hal tersebut mengharuskan kita agar memperhatikan work life balance di dalam kehidupan sehari-hari.

Bekerja di rumah berpotensi menambah beban pekerjaan. Karena selain pekerjaan kantor, fokus pekerjaan kita juga akan terganggu oleh pekerjaan dan kondisi rumah.

Untuk mengetahui tips mengatasinya, kamu bisa menyimak artikel ini hingga selesai.

Apa Itu Work Life Balance?

Sederhananya, istilah tersebut digunakan untuk seseorang yang berada dalam keadaan khusus. Orang tersebut berada dalam keadaan di mana dirinya harus bertanggung jawab terhadap pekerjaan dan dan keluarganya.

Situasi tersebut akan memicu timbulnya konflik. Karena seseorang tengah dalam dua kondisi sekaligus.  Maka dari itu, sangat penting bagi para pekerja yang bekerja di rumah untuk bisa menyeimbangkannya.

Pentingnya Work Life Balance Saat Pandemi

Work life balance di masa pandemi sangat penting untuk diperhatikan. Terlebih bagi para pekerja yang terkena dampaknya secara langsung. Dengan tercapainya keseimbangan maka akan mudah untuk produktif.

Ketidakseimbangan akan menyebabkan beberapa efek negatif. Berikut kami jelaskan apa saja efek negatif yang mungkin terjadi kepada seseorang yang tidak bisa menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga.

  • Memicu stres dan mudah jenuh.
  • Menurunkan imun tubuh karena tidak bisa berpikir positif dan optimis.
  • Timbulnya gangguan yang menurunkan performa saat bekerja.
  • Tidak fokus saat bekerja karena adanya gangguan.

Baca Juga: Manual of Life Part 1 : Why Work-Life Balance is a Myth

Tips Menyeimbangkan Pekerjaan dan Keluarga Saat WFH

Ingin mengoptimalkan pekerjaan dan keluarga saat WFH? Berikut ini kami sudah merangkum tips apa saja yang harus kamu perhatikan saat WFH.

1.   Membuat Jadwal Kegiatan

Untuk mempermudah proses bekerja di rumah sehari-hari, silahkan buat jadwal kegiatan terlebih dahulu. Jadwal ini akan memudahkan kamu untuk fokus pada pekerjaan.

Silahkan buat jadwalnya secara rinci. Kemudian silahkan lakukan aktivitas sesuai dengan jadwal yang dibuat. Utamakan juga kegiatan-kegiatan yang penting terlebih dahulu.

2.   Jadwal Tidur dan Bangun Seperti Biasa

Meskipun bekerja dari rumah, namun tetaplah tidur dan bangun di jam seperti biasanya bekerja di kantor. Karena kebanyakan orang yang work from home sering bermalas-malasan.

Selain itu, lakukan juga persiapan seperti biasanya. Contohnya seperti mandi di pagi hari layaknya bekerja seperti biasanya.

3.   Membuat Working Space Sendiri di Rumah

Buatlah ruangan kerja bersifat formal. Jika tidak punya ruang khusus untuk dijadikan tempat bekerja, hal tersebut tidak perlu menjadi masalah. Kamu bisa menggunakan ruangan yang ada.

Tempatkan juga kursi dan meja kerja khusus. Buat area kerja yang nyaman layaknya di kantor.

Baca Juga: How I Went Through My Quarter-Life Crisis

4.   Berjalan-jalan Keluar Rumah Saat Sudah Lelah Bekerja

Saat sudah penat, luangkanlah waktu untuk keluar rumah. Berjalan-jalanlah sebentar untuk menghirup udara segar. Jika tidak sempat, cukup dengan berjalan di teras rumah atau taman rumah saja.

Selain itu, beristirahatlah sejenak dari laptop atau layar komputer jika sudah terlalu lama bekerja.

5.   Bersikap Terbuka dan Jujur Tentang Perasaan

Sikap terbuka dan jujur terhadap kondisi tersebut akan membantu meringankan beban pikiran. Hal ini mampu mencegah burnout selama bekerja di rumah.

Jagalah komunikasi dan sosialisasi meskipun dalam kondisi WFH bersama rekan kerja. Begitu juga dengan atasan yang sama-sama mengetahui betapa sulitnya kondisi sekarang ini.

Dari komunikasi ini, kamu juga bisa mendapatkan solusi dari orang lain. Misalnya dari rekan kerja yang berbagi tips work life balance dan informasi terkait kondisi tersebut lainnya.

Itulah tips seputar work life balance yang bisa kamu coba. Selain menjaga work life balance, kamu juga jangan lupa untuk menjaga kondisi finansial. Agar tidak cepat habis, Anda bisa menyisihkan penghasilan Anda untuk pendanaan di Amartha.

Selain mendapatkan imbal hasil hingga 15% flat per tahunnya, dana yang Anda masukkan bisa membantu para perempuan usaha mikro di pedesaan loh. Yuk, mulai mendanai di Amartha!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here