Bertubi-tubi Dihadang Bencana, Usaha Bipang Kasmawati Bangkit Berkat Modal dari Amartha

0
239

Namanya Kasmawati, mitra usaha Amartha asal Palangga, Gowa, Sulawesi Selatan. Ia bergabung menjadi perempuan tangguh Amartha pada Juli 2021 dengan modal pembiayaan senilai Rp5 juta. Modal tersebut ia gunakan untuk membangkitkan kembali usaha rumahan yang digeluti bersama keluarganya. 

Bersama sang suami dan anak-anaknya, Ibu Kasmawati membangun usaha Bipang di tahun 2008 silam. Usaha tersebut berjalan dengan baik, bahkan ia bisa mendistribusikan makanan tersebut ke berbagai daerah di sekitarnya seperti Palu, Mamuju, dan Flores. 

Kehilangan Pasar Hingga Produknya Dijarah 

Gempa yang menimpa masyarakat di Palu tidak hanya menyisakan luka pada keluarga korban terdampak langsung. Ibu Kasmawati juga termasuk ke dalamnya. Usaha Bipang miliknya yang sudah berjalan lancar harus terhenti di tengah jalan. Ia tidak bisa memproduksi Bipang karena kehilangan pasar terbesarnya di daerah Palu.

Ibu Kasmawati terus mencari jalan lain agar usahanya dapat hidup kembali, yaitu dengan mencari target pasar baru, daerah Mamuju. Pada September 2021, Ibu Kasmawati kembali dihadang oleh tantangan. Mamuju mengalami bencana alam berupa gempa bumi. Pasar usaha Bipang milik Ibu Kasmawati kembali hilang. Bahkan, ia bercerita pernah dijarah.

Baca Juga: Jual Susu Sapi Perah, Mitra Amartha Berhasil Kuliahkan Anak

“Yang kemarin itu setelah Palu, kita coba ke Mamuju. Pas tahun-tahun kemarin itu Mamuju, lagi gempa. Pas kita ke sana itu, saya sudah dijarah di masyarakatnya sana. Satu mobil kampas itu dijarah semua, akhirnya disitu kami tidak ada ini lagi (red: menjual Bipang).” jelas Ibu Kasmawati.

Bangkit Bersama Amartha 

“Makanya terbalaslah jerih payah kami selama ini melalui Amartha.” syukur Ibu Kasmawati. Di tengah kesulitan yang dialami, Ibu Kasmawati mendapatkan informasi dari saudara dan tetangganya mengenai Amartha, lembaga pembiayaan yang menyediakan modal untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di pedesaan. Ia pun meminta restu dari suami dan anak-anaknya untuk mengajukan pembiayaan.

Setelah melalui Uji Kelayakan, Ibu Kasmawati menerima modal usaha dari pendana Amartha senilai Rp5 juta. Modal itu ia pakai kembali untuk menghidupkan mesin produksinya. Ia kembali memproduksi Bipang dan memasarkannya lebih luas lagi. Ia menargetkan produknya dapat dijangkau oleh pasar di Papua.

Ia bersyukur atas pembiayaan modal usaha dari Amartha, ia bisa dapat memberikan manfaat kepada orang lain dengan membuka lapangan kerja. Melalui usaha Bipang ini, Ibu Kasmawati menyatakan, “Impian saya ingin punya oven pengering supaya di musim hujan seperti ini bisa terus produksi.” paparnya. 

Baca kisah Ibu Kasmawati selengkapnya di bawah ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here