Bersama Amartha, Eni Rohaeni Berhasil Jadi Pengusaha Dodol

Bersama Amartha, Eni Rohaeni Berhasil Jadi Pengusaha Dodol

Eni Rohaeni sedang mempersiapkan dodol yang siap dijual ke daerah Bogor. Bersama sang suami, Eni tampak sibuk mempersiapkan dodol. Sang suami pun sedang mengaduk dodol di sebuah panci berukuran besar.

Siang itu, Eni bercerita mengenai usahanya yang dibangun bersama sang suami. Dahulu, dia sulit mendapatkan modal saat memulai usaha dirumahnya. Alhasil, mereka bergabung bersama keluarganya. Kesulitan mendapatkan modal membuat usaha mereka sulit berkembang.“Waktu itu, usaha sudah jalan dua tahun tetapi keuntungan modal belum bisa mensejahterakan kebutuhan keluarga,” katanya di desa Tenjo, Bogor.

Eni pun enggan meminjam modal usaha kepada rentenir. Apalagi, banyak cerita negatif mengenai rentenir di daerahnya. Bahkan, bunganya pun sangat besar dibandingkan dengan lembaga keuangan konvensional. “Saya enggak mau pakai rentenir. Takut, makanya saya pilih Amartha,” ujarnya.

Dia juga sulit meminjam modal usaha kepada perbankan maupun lembaga konvensional lainnya. Ini karena, dia tidak memiliki persyaratan yang cukup untuk mendapatkan modal usaha itu.“Sulit juga pinjam di lembaga jasa keuangan. Syaratnya ribet dan lama sekali. Padahal, saya perlu modal buat kembangkan usaha,” ungkapnya.

Bersama Amartha, Eni Rohaeni Berhasil Jadi Pengusaha Dodol

Eni Rohaeni bersama dodol hasil buatannya bersama sang suami

Pada 2014, Eni bertemu dengan petugas lapangan Amartha. Kala itu, dia mengenal Amartha dari beberapa temannya yang sudah menjadi mitra usaha Amartha (sebutan bagi peminjam di Amartha). Beberapa hari kemudian, dia mendapatkan pinjaman usaha dari Amartha. Namun, dia harus mengikuti beberapa pelatihan keuangan seperti literasi keuangan dan pengelolaan keuangan.“Saya sangat terbantu dengan modal usaha itu. Dan sekarang saya sudah pembiayaan kelima sekitar Rp 5 juta. Ya, alhamdullilah usaha saya terus berkembang. Saya mau tambah modal lagi nanti,” tuturnya.

Eni mengaku senang bisa bergabung dengan Amartha. Apalagi, dia mempunyai kelompok yang sering mendukung dan membantunya dalam berusaha. Petugas lapangan Amartha pun memberikan pelatihan pengelolaan keuangan serta bisnis. Jika ada permasalahan dalam usahanya, mereka akan ikut membantu menolong usahanya. “Tiap seminggu sekali kami ketemu. Ya, enggak cuman bahas soal usaha dan pembayaran saja, tetapi juga masalah usaha,” ucapnya.

Eni merupakan salah satu ibu yang terpilih dalam nominasi Perempuan Pencipta Perubahan, 2019 yang digelar Amartha bersama Unite For Education (UFE) Sustainability Forum 2019.  Dia telah menginspirasi para warga di desa Tenjo, Bogor. Penghargaan ini digelar setiap tahun oleh Amartha untuk mengapresiasi perempuan tangguh yang merupakan pelaku usaha mikro perempuan Amartha di pedesaan.

Please follow and like us:
FACEBOOK
FACEBOOK
LINKEDIN
%d bloggers like this: