Berapa Harga Batu Bara Saat Ini? Berikut Ulasannya!

0
41
Ilustrasi kekayaan batu bara. sumber: www.istockphoto.com
Ilustrasi kekayaan batu bara. sumber: www.istockphoto.com

Indonesia menjadi negara dengan kekayaan batu bara yang begitu melimpah. Bahkan cadangan batu bara di tanah air ini masuk ke posisi ketiga terbanyak di dunia. Hal ini menjadi salah satu potensi besar bagi dunia tambang tanah air. 

Apalagi harga batu bara saat ini juga terus meningkat dan membuka peluang lebih besar bagi perekonomian negara. 

Harga Batu Bara Terbaru

Perlu diketahui bahwa batu bara menjadi salah satu aset sumber daya alam yang sangat menjanjikan di Indonesia. Grafik harga batu bara di tahun 2022 ini juga cenderung terus meningkat. Hal ini juga menjadi peluang yang banyak dilirik oleh perusahaan tambang internasional. 

Pada bulan Juni 2022 lalu, Kementerian ESDM tanah air mengeluarkan keputusan harga acuan untuk batubara senilai US$323,91 per ton. Harga ini diketahui meningkat sebanyak 17% dari harga acuan di bulan sebelumnya.

Di bulan September ini, harga batu bara per ton kembali meningkat. Bahkan komoditas ini sudah masuk ke harga US$457,8 per ton dan naik sebanyak 5,24%. Harga ini juga dinilai stabil dan berada di zona hijau per tanggal 8 Agustus 2022 lalu. 

Kondisi Terbaru Dunia Tambang Batu Bara di Indonesia

Naiknya harga batu bara 2022 ini jelas memberikan dampak di berbagai aspek. Lonjakan harga komoditas ini sempat menjadi persoalan tersendiri bagi pemerintah Indonesia. 

Bahkan di awal bulan Agustus 2022 lalu, Menteri ESDM Arifin Tasrif memaparkan bahwa banyak industri di negara ini yang kekurangan pasokan batu bara akibat adanya lonjakan harga. 

Kondisi ini didukung dengan adanya fakta bahwa perusahaan tambang di Indonesia justru lebih fokus melakukan ekspor daripada memenuhi pasokan di dalam negeri. Hal ini tentu menjadi isu penting yang harus segera diatasi oleh pemerintah. 

Jika tidak diatasi dengan solusi yang tepat maka potensi industri dalam negeri bisa terus mengalami penurunan. 

Tentu pemerintah tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut. Telah dilakukan banyak upaya untuk membantu mengoptimalkan distribusi batu bara di berbagai sektor industri dalam negeri. 

Lonjakan harga batu bara ini diharapkan tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan tambang namun juga industri dalam negeri lainnya yang menggunakan komoditas tersebut. 

Baca Juga: Dampak Kenaikan Harga BBM Bagi Ekonomi Indonesia

Peluang Investasi Perusahaan Tambang

Harga batu bara di Kaltim dan beberapa provinsi lain yang memiliki lahan tambang kini memang semakin meningkat. Hal ini menjadi peluang tersendiri bagi perusahaan tambang. Tidak heran jika investasi di emiten tersebut kini semakin banyak dilirik. 

Terlepas dari polemik yang terjadi sebagai imbas dari kenaikan harga komoditas batu bara, ada peluang yang masih bisa dilirik oleh banyak pihak. Khususnya bagi investor yang ingin meletakkan asetnya di emiten tambang. 

Apalagi investasi saham di perusahaan batu bara ini sudah banyak direkomendasikan khususnya untuk jenis investasi jangka panjang. Bagi kamu yang tertarik untuk melakukan investasi di emiten tambang batu bara, pastikan untuk memilih saham yang tepat. 

Ada beberapa emiten yang posisinya begitu kuat di BEI seperti PTBA (Bukit Asam), ADRO (Adaro Energy), Indo Tambangraya Megah (ITMG), dan masih banyak lagi. Pastikan untuk melihat grafiknya terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian saham di emiten tersebut. 

Harga batu bara saat ini memang mengalami peningkatan grafik yang cukup signifikan. Namun bisa saja suatu saat anjlok kembali ke angka yang tidak bisa diprediksi. Jika kamu berinvestasi di emiten tambang, maka jangan lupa lakukan diversifikasi juga sebagai langkah antisipasi.

Kamu juga bisa sambil berinvestasi dengan cara mendanai di Amartha. Disini, kamu bisa mendapat imbal hasil mencapai 15% flat per tahun, cuma dengan modalin mulai dari Rp100.000 aja.

Yuk, ikut mendanai di Amartha sekarang.

Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here