Home Kita Jangan Menyerah Berantas Toxic Work Environment Bersama Aria Widyanto! #KitaJanganMenyerah

Berantas Toxic Work Environment Bersama Aria Widyanto! #KitaJanganMenyerah

|

|

|

Belakangan ini, kesehatan mental menjadi salah satu permasalahan yang sering dialami orang-orang dari lingkungan apa saja, termasuk di lingkungan kerja.  PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) pionir fintech peer to peer lending (P2P) pemberdayaan perempuan pengusaha mikro di desa menangkap hal ini sebagai isu yang penting untuk dibahas. Karena itu, Amartha menyelenggarakan Webinar #KitaJanganMenyerah Vol 01 bertemakan “Mental Health in Workplace’” di hari Rabu (08 Juli 2020) lalu.

Webinar ini diisi oleh Aria Widyanto selaku Chief Risk and Sustainability Officer of Amartha sebagai pembicara dan moderator Tabitha Perachya (PR Analyst Amartha). Sebagai informasi, Aria Widyanto merupakan mindfulness practitioner di Rumah Hening dan Jakarta Mindfulness People. Aria menjelaskan kesehatan mental sangat penting, terutama untuk kehidupan profesional di lingkungan kerja.

Menurut Aria, hal-hal yang sering terjadi ketika seseorang mengalami masalah kesehatan mental di lingkungan kerja adalah ketika merasa tidak bahagia dan kosong meski telah berhasil melakukan berbagai pencapaian. Permasalahan ini bahkan bisa membawa orang tersebut ke tahap yang lebih serius seperti mengalami depresi sampai berniat untuk bunuh diri.

Masalah kesehatan mental itu sendiri, kata Aria, terbagi menjadi 2 point of view yaitu clinical dan behavioral. Adapun, behavioral itu terbagi kembali jadi 2 yaitu aspek luar (outside) dan aspek dalam (inside).

Aria menjelaskan aspek luar (outside) dalam mengatasi masalah kesehatan mental bisa dilakukan dengan mencari bantuan ahli seperti psikolog atau dalam dunia kerja bisa meminta saran kepada career coach maupun mentor. Sedangkan aspek dalam (inside) sendiri bisa dilatih dengan belajar mengatasi setiap kondisi yang akan menimbulkan stress ataupun depresi pada diri kita.

“Nah, orang yang melatih aspek dalam (inside) ini sendiri nantinya akan memiliki resiliensi/ketangguhan lebih ketika dihadapi dengan situasi yang tidak bisa ia kendalikan,”ungkapnya.

Karena itu, aspek dalam (inside) ini sangatlah penting untuk dilatih. Lingkungan kerja juga sebenarnya sangat berpengaruh pada masalah kesehatan mental. Apalagi, ujar Aria, masalah kesehatan mental sendiri masih terbilang aneh untuk dibicarakan, terutama di lingkungan kerja.

“Padahal, semua orang sebenarnya memiliki masalah kesehatan mental, karena itu support system di lingkungan kerja juga sangatlah dibutuhkan” terangnya.

Ada beberapa practice yang bisa dilakukan untuk melatih masalah kesehatan mental. Salah satu yang direkomendasikan Aria adalah Mental Formations.

“Practice ini tentang menyikapi kejadian-kejadian yang tidak bisa dikendalikan, hanya bisa dilakukan saat kita duduk tenan, hening sambil, memejamkan mata,”terangnya.

Aria juga menceritakan bahwa Amartha saat ini sedang bertransisi menjadi perusahaan yang mindfulness. Di Amartha, pembicaraan tentang kesehatan mental sedang gencar disosialiasikan menjadi sesuatu yang normal di lingkungan kerja

“Bahkan, di Amartha ada sebuah forum internal yang diadakan secara regular setiap bulan, event ini fokus untuk membahasa masalah kesehatan mental, namanya Wellness Day,”terangnya.

Aria menjelaskan bahwa topik-topik yang dibahas saat Wellness Day ini disesuaikan dengan keinginan semua karyawan agar bisa saling berdiskusi. Jika diperlukan, Amartha juga tidak jarang menghadirkan tenaga ahli/profesional saat event Wellness Day.

Dengan memberikan ruang kepada para karyawan untuk bisa saling berdiskusi tentang masalah kesehatan mental, harapannya adalah setiap orang bisa lebih mudah mengidentifikasi tingkat stres yang ia alami.

Jadi, saat ia perlu bantuan dari tenaga profesional, hal ini lebih mudah ditangani sehingga masalah stres tidak berlanjut ke tahap yang lebih serius seperti depresi. Akhirnya, masalah kesehatan mental pun tidak mengganggu kinerjanya dalam bekerja.

Menurut Aria, persoalan untuk menyelesaikan masalah kesehatan mental di lingkungan kerja ini, baik perusahaan dan karyawan sama-sama diuntungkan. Perusahaan diuntungkan karena karyawan bisa lebih fokus dalam bekerja setelah menyelesaikan problemnya. Sedangkan karyawan dapat memiliki resiliensi untuk dapat meningkatkan kesehatan mental pada dirinya sendiri.

“Amartha ingin agar lebih banyak perusahaan lagi yang menjadikan masalah kesehatan mental sebagai topik pembicaraan umum di lingkungan kerja,”tutupnya.

Nah, kamu juga bisa menyaksikan pembahasan lengkapnya di channel YouTube Amartha ya!

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Pendanaanmu Makin Aman dengan Promo Premi Asuransi 100%! #KitaJanganMenyerah

Dengan semangat #KitaJanganMenyerah, yuk terus dukung Ibu Mitra Amartha untuk bangkit di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini! Cek marketplace...