Beli Rumah vs Beli Tanah, Mana yang Lebih Baik?

|

|

|

Dilema ketika ingin mengambil keputusan apakah membeli tanah atau rumah mungkin pernah dialami bagi sebagian besar orang.

Di satu sisi, fleksibilitas untuk berbagai opsi, termasuk investasi ketika membeli tanah tampak sangat menggiurkan.

Namun di sisi lain, membeli rumah yang sudah jadi membuatmu tidak perlu ambil pusing dalam menentukan pilihan, apalagi jika ingin memulai hidup baru bersama pasangan.

Lantas, sebenarnya lebih baik membeli tanah atau rumah sebagai aset yang harus didahulukan? Berikut beberapa aspek yang bisa jadi perbandingannya!

1. Aspek Harga     

Baik tanah maupun rumah, kedua aset ini sebenarnya punya harga berbeda. Sebab pada dasarnya harga tanah cenderung lebih murah dibandingkan rumah.

Hal yang wajar karena tanah hanya berupa lahan kosong yang tidak menghabiskan sepeserpun untuk proses membangun, sementara rumah biasanya sudah siap huni.

Dari segi harga, tanah memang unggul. Namun, kamu perlu menyiapkan sejumlah uang agar suatu hari bisa menjadikannya sebagai tempat tinggal kalau memang ingin ditempati. Apabila hanya untuk investasi saja, maka tidak perlu karena tanah kosong saja sudah menjanjikan untuk masa depan.

2. Aspek Tujuan dalam Membeli Aset    

Selain harga, coba pertimbangkan juga apa tujuanmu dalam membeli salah satu aset tersebut, baik  tanah ataupun rumah.

Jika ingin menjadikannya tempat tinggal sekaligus investasi, membeli rumah bisa langsung dijadikan pilihan. Sebab, apabila membeli tanah kosong, kamu harus menyiapkan sejumlah bujet lagi untuk membangunnya.

Meski begitu, jika tujuannya hanya untuk investasi semata, membeli tanah cukup menjanjikan. Pasalnya, harga tanah diketahui punya kenaikan rata-rata sebesar 20-25%, tergantung lokasi.

Baca Juga: Peluang Untung dari Investasi Kos-Kosan vs Kontrakan

3. Aspek Biaya Perawatan    

Kedua aset ini diketahui sama-sama memiliki biaya perawatan, tapi untuk nominalnya tergantung dari berapa luas yang perlu dirawat.

Secara keseluruhan, biaya perawatan tanah lebih murah karena tidak ada yang perlu diperbaiki, kecuali untuk menjaga kesuburan tanah itu sendiri.

Sementara untuk rumah, kamu harus memakai jasa orang untuk bersih-bersih dan mengurus rumah, memperbaiki dinding yang rusak, lampu, genteng, hingga perabotan yang sudah usang.

Jadi kalau nyatanya ingin menghemat pengeluaran, maka tanah adalah opsi yang tepat untukmu.

4. Aspek Konsep Bangunan

Jika mempertimbangkan aspek konsep bangunan, membeli rumah terbilang lebih praktis. Sebab, konsep dari rumah yang dibeli sudah jadi.

Beberapa rumah siap huni seperti ini ada kemungkinan bahwa tata letaknya atau konsep ruangan yang tidak sesuai selera sehingga kemungkinan harus mengeluarkan biaya lagi untuk renovasi rumah sesuai keinginanmu.

Sedangkan jika membeli tanah, kamu punya kesempatan untuk membuat bangunan sesuai keinginan. Meski begitu, tetap butuh usaha dan waktu dalam pembuatannya. Apabila bisa sabar dan punya dana cukup, maka membeli tanah sekaligus membangun sesuka hati bisa dipilih.

5. Aspek Legalitas

Untuk masalah legalitas, rumah jadi jauh lebih praktis daripada tanah. Kamu tidak perlu meluangkan waktu untuk mengurus surat atau dokumen rumah karena semuanya sudah diurus oleh developer, sesuai dengan kesepakatan.

Singkatnya, kamu tinggal terima bersih dan bisa langsung menempati rumah kapan saja sesuai keinginan. Lain halnya dengan tanah yang surat dan dokumennya harus diurus sendiri.

Kamu juga harus meminta bantuan notaris untuk mengurus legalitas tanah yang ingin dijadikan sebagai rumah. Dan pastinya, ada sejumlah uang yang dikeluarkan selama pengurusan surat-menyurat, termasuk untuk membayar upah notaris itu sendiri.

Nah, itulah beberapa aspek yang bisa jadi perbandingan sebelum memutuskan membeli rumah atau tanah. Selamat mencoba!

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Semua Orang Bisa Jadi Sultan. Investasi di Amartha Mulai dari 100 Ribu Rupiah!

Good News From Amartha!  Dalam rangka mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendana untuk mendorong...

Profil 9 Naga Penguasa Ekonomi Indonesia

Dalam dunia perekonomian Indonesia, pasti kamu pernah mendengar istilah “9 Naga”. Istilah ini sendiri merujuk kepada tokoh-tokoh pengusaha yang kebanyakan keturunan Tionghoa...

Black Card, Bisa Punya Gak Ya?

Belum lama ini, muncul video viral di TikTok tentang charge card paling istimewa di Dunia yang disebut Black Card.