Belajar Cukup Dari Ibu Sami, Mitra Usaha Amartha

0
144

Pagi itu, Ibu Sami, mitra usaha Amartha sedang memantau perkembangan ikan-ikan di sepuluh kolam ikan cupang miliknya. Kolam yang dirintisnya sejak tahun 2011 itu terus bertambah setiap tahun. Iya, semula Ibu Sami hanya memiliki satu kolam saja.

Keberhasilan Ibu Sami dalam mengelola usaha ikan hias bukanlah diraih dalam waktu singkat. Banyak jatuh dan bangun yang dialaminya. Mulai dari mempelajari jenis ikan, cara merawat, hingga memasarkan usaha tersebut.

Ibu Sami bukanlah satu-satunya pengusaha ikan cupang di Ciseeng, Bogor. Ada banyak pengusaha lainnya dan tentu saja keadaan ini tantangan tersendiri baginya. Meskipun demikian, ia dapat melalui tantangan itu.

Usahanya masih berjalan hingga saat ini. Rata-rata pembeli langganannya berasal dari kota kabupaten dan pusat kota. Sayangnya selama pandemi corona berlangsung, ia harus kehilangan sebagian pendapatan karena wilayahnya masuk dalam Zona Merah. 

Sampai sekarang, Ibu Sami memperoleh pendapatan sebesar Rp1,5 juta setiap 2 minggu sekali dengan penjualan ikan koi galaxy dan ikan giant yang paling tinggi. Meskipun demikian, pendapatan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Peluang Bisnis Ikan Cupang di Masa Pandemi

Saat ditanyakan mengenai rahasia keberhasilan usahanya ia menggeleng sambil tersenyum. “Ibu teh gak ada gitu-gituan, Neng. Yang bikin mereka mau beli ikan ini karena harganya bersaing sama yang lain. Kadang ibu juga suka kasih bonus.” jawabnya. 

Apabila pandemi telah berakhir, Ibu Sami tidak ingin memperluas lagi usaha ikannya. Pasalnya sang anak sudah mandiri sehingga usaha ini cukup untuk menghidupi ia dan sang suami. “Begini saja sudah nyaman, usaha lancar, anak juga sudah mandiri. Dari sini (usaha ikan -red) saja sudah cukup untuk saya dan keluarga.” 

Di usia yang tidak lagi muda ditambah usaha yang lancar, menghabiskan waktu bersama keluarga adalah salah satu keinginan Ibu Sami. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here