Bangga! Viral ATM di Indonesia Lebih Canggih Dari Amerika

0
200
Ilustrasi ATM Indonesia. sumber: www.freepik.com
Ilustrasi ATM Indonesia. sumber: www.freepik.com

Baru-baru ini viral sebuah video tiktok di ATM. Dalam video tersebut memperlihatkan seorang wanita asal Amerika yang sedang berada di Indonesia menunjukkan kekagumannya terhadap berbagai fitur Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Indonesia.

Wanita bernama Joy Elizabeth ini diketahui mengunggah video dokumentasi saat mengunjungi ATM melalui akun TikTok @joyfilledwander. Bahkan postingannya yang telah ditonton puluhan ribu orang tersebut, diberi judul ‘The Amazing Power of an Indonesian Bank Account & ATM’. 

Hal ini bukan tanpa sebab, ia merasa kagum dengan fitur ATM di Indonesia jauh lebih lengkap dari fitur yang disediakan ATM di negara asalnya, Amerika. Dia menjabarkan jika di Indonesia, banyak hal yang bisa dilakukan di ATM, tidak hanya sekedar mengambil uang cash atau hanya sekedar mengecek jumlah nominal uang saja.

Ia juga menjelaskan, ATM di Indonesia memberikan lebih banyak pilihan yang bisa dilakukan pengguna, seperti:

  • Transfer antar bank
  • Membayar tagihan listrik dan air
  • Membayar tagihan asuransi
  • Pengisian top up e-wallet dan lainnya.

Baca Juga: Apa Itu Skimming ATM dan Begini Cara Menghindarinya

Biaya Antar Bank

Uniknya, jika dilihat dari biaya transfer antar Bank di Indonesia hanya perlu sekitar Rp5.000 – Rp6.500 saja. Bahkan saat ini sudah banyak platform yang menggunakan sistem BI-Fast yang bisa mengurangi biaya tersebut hingga menjadi Rp2.500.

Sedangkan di AS, membutuhkan sekitar:

Rp215.000 untuk menerima uang, dan

Rp358.000 untuk mengirim uang antar Bank

Proses Pengiriman Transfer

Warga Indonesia boleh berbangga hati karena, Amerika Serikat ternyata memiliki sistem transfer yang cukup rumit antar bank. Selain biaya yang cukup tinggi, beberapa bank di Amerika juga tidak bisa melakukan transaksi pengiriman uang antar bank.

Proses pengirimannya pun cukup memakan waktu yang lama. Proses transfer bank di Amerika Serikat tidak bisa dilakukan 24 jam. Selain itu, proses transfer antar bank domestik bisa memakan waktu hingga tiga hari, dan kurang dari 24 jam jika ke sesama bank atau lembaga.

Minimnya platform fintech di AS membuat warga disana kesulitan melakukan pembayaran berbasis digital dengan mudah, tak seperti di Indonesia.

Sistem Banking dan ATM di Indonesia

Beruntungnya di Indonesia transformasi digital justru semakin berkembang, digital banking yang mengalami pertumbuhan pesat seolah menjadi bagian dari hidup kita.

Dengan ini, banyak warganet asal Indonesia yang tidak menyangka bahwa negaranya lebih maju dibanding Amerika perihal ATM. Boleh berbangga hati dong, ya?

Digital banking ini juga dirasakan terhadap pertumbuhan investasi dan pendanaan di Indonesia. Saat ini semakin banyak platform microfinance marketplace fintech yang mudah, cepat dan terpercaya seperti di Amartha.

Di Amartha, semua prosesnya cepat, sekaligus membawa dampak sosial bagi pengusaha perempuan di Indonesia. Bahkan bagi lender (pendana) bisa mendapatkan imbal hasil hingga 15% flat per tahun juga, lho!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here