Bagaimana Statistik Amartha Selama Pandemi?

0
74
Amartha
Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putera melakukan kunjungan ke majelis mitra

Pandemi Covid-19 melumpuhkan berbagai sektor di Indonesia, salah satunya ialah fintech. Amartha sebagai perusahaan fintech peer to peer lending yang memberikan akses permodalan dari pendana di kota kepada pelaku usaha mikro di pedesaan, pun turut terdampak. 

Efek pandemi di desa yang paling terasa bagi Amartha adalah ketika PSBB atau lockdown diberlakukan di hampir seluruh kota di Indonesia. Usaha mitra menjadi terhambat dan tingkat pengembalian jadi menurun. 

Berikut ini informasi terbaru mengenai pengembalian dari mitra usaha Amartha:

Per tanggal 20 April 2020 atau sejak dimulainya Pandemi Covid-19, kondisi pengembalian mitra menjadi sebagai berikut: 

Dengan menerapkan sejumlah inovasi kebijakan yaitu Business Continuity Plan (BCP) agar pendanaan Anda terjaga dengan baik. Kondisi pengembalian mitra per tanggal 24 Juli 2020 perlahan mulai membaik dengan daftar sebagai berikut:

Berdasarkan data tersebut, repayment rate atau rata-rata pengembalian mitra usaha Amartha pelan-pelan mengalami peningkatan. 

Selain itu setelah kami menerapkan kebijakan Business Continuity Plan kepada para calon mitra Amartha yang baru. Kami berhasil menjaga tingkat pengembalian mitra usaha di angka 99% sejak dimulainya kebijakan baru tersebut. Repayment paling besar berada di wilayah Sulawesi dan Sumatera. 

Dengan semangat #KitaJanganMenyerah serta kepercayaan dari para pendana setia, Amartha terus memantau dan mengembangkan sejumlah kebijakan terbaru agar pengembalian mitra usaha terus membaik dan kembali normal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here