50 Ribu Masyarakat Desa di Sumsel Belum Terjamah Listrik. Ayo #NyalakanDesa Bersama Amartha!

|

|

|

Tanpa kita sadari, listrik yang menyala 24 jam adalah kemewahan yang belum tentu dirasakan oleh semua orang.

Listrik merupakan salah satu kebutuhan penting dalam menunjang kebutuhan manusia. Mulai dari makan, belajar, bekerja, atau menjalankan usaha. Data terbaru menunjukkan rasio kelistrikan nasional mencapai 99.28 persen. Angka ini terhitung hampir mencapai 100 persen, bukan? 

Meskipun demikian, fasilitas listrik belum dirasakan secara merata oleh masyarakat. Masih ada lebih dari 540.000 rumah tangga dan 346 desa di Indonesia belum teraliri listrik hingga kuartal I 2021. Di Kab. Ogan Komering Ilir merupakan salah satu contoh nyata. Rasio kelistrikan di wilayah tersebut berada di angka 92.05 persen. Artinya, masih ada lebih dari 50.000 warga yang mengalami keterbatasan akses listrik. 

Keterbatasan Akses Pengaruhi Ekonomi Warga

Keterbatasan akses listrik sudah pasti akan menghambat aktivitas kita seperti usaha, belajar, dan lain-lain. Hal ini tidak hanya berlaku untuk masyarakat di kota, tetapi juga di desa.

Keterbatasan akses listrik telah dirasakan oleh Ibu Yuliska, Mitra Amartha di Desa Pedamaran, Kab. Ogan Komering Ilir, bersama ratusan warga desa lainnya. 

Ibu Yuliska memulai usaha warung sembako dengan modal pendanaan dari Amartha. Setiap dini hari, Ibu Yuliska sudah mulai menjual dagangannya di pasar. Sayangnya, keterbatasan akses listrik kerap kali mengganggu usahanya.

Selain berpengaruh terhadap usaha Ibu Yuliska, pemadaman listrik yang terhitung sering terjadi juga mengganggu aktivitas belajar anak-anaknya di rumah. Aisyah, anak Ibu Yuliska yang sekarang duduk di kelas 4 SD kerap terkendala ketika ingin belajar akibat masih terbatasnya akses listrik dan kurangnya pencahayaan lampu saat malam hari.

Tak hanya Ibu Yuliska, masih banyak masyarakat desa lainnya yang bergantung pada nyala lampu untuk mendukung aktivitasnya.

Program #NyalakanDesa dari Amartha

Melalui campaign #NyalakanDesa, Amartha menginisiasi untuk memberikan akses energi listrik kepada masyarakat di desa pedalaman yang belum teraliri dengan membangun 1.000 solar lamp. Hal ini juga merupakan upaya untuk memperkenalkan penggunaan energi listrik secara off-grid untuk masyarakat desa mendapatkan pencahayaan yang layak sehingga dapat meningkatkan produktivitas, ekonomi, dan standar kualitas hidup.

Saat ini, konsumsi listrik dari energi terbarukan di Indonesia tercatat kurang dari 10 persen. Sementara Pemerintah memiliki target bauran energi baru terbarukan minimal sebesar 23% pada 2025 mendatang. Kelebihan dari akses energi listrik terbarukan adalah harganya yang lebih murah dan ramah lingkungan.

Ayo #NyalakanDesa

Program #NyalakanDesa yang diinisiasi oleh Amartha merupakan sebuah ruang keterlibatan yang dibuka secara publik untuk ikut menghadirkan 1.000 solar lamp kepada masyarakat yang masih mengalami keterbatasan akses listrik di desa pedalaman.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Semua Orang Bisa Jadi Sultan. Investasi di Amartha Mulai dari 100 Ribu Rupiah!

Good News From Amartha!  Dalam rangka mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendana untuk mendorong...

Black Card, Bisa Punya Gak Ya?

Belum lama ini, muncul video viral di TikTok tentang charge card paling istimewa di Dunia yang disebut Black Card.

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...