Arti BI Checking: Pengertian dan Jenisnya

0
214

Arti BI checking menjadi salah satu hal yang harus diketahui. Maklum saja, faktor yang membuat seseorang bisa memperoleh persetujuan kredit dari bank maupun lembaga keuangan lainnya adalah BI checking ini. ketika kita melakukan pengajuan kredit ke bank, proses pengajuan umumnya memberikan syarat BI checking. 

Lantas apa itu BI checking, selain itu adakah jenis-jenis dari BI checking?

Arti BI Checking yang Harus Kamu Ketahui

BI checking merupakan IDI atau Informasi Debitur Individual Historis. Di dalam BI checking, terdapat catatan lancar atau tidaknya pembayaran kredit yang dilakukan seseorang. Dulunya, BI checking merupakan salah satu layanan informasi riwayat kredit di dalam SID atau Sistem Informasi Debitur. 

Informasi kredit nasabah ini akan saling ditukarkan antar bank serta lembaga keuangan. Di dalam SID juga terdapat informasi yang ditukarkan seperti identitas debitur agunan, hingga pengurus badan usaha yang menjadi debitur. 

Setiap bank serta lembaga keuangan yang terdaftar di dalam BIK atau Biro Informasi Kredit dapat mengakses semua informasi yang berada di SID, termasuk BI checking ini. Data nasabah ini diberikan oleh anggota BIK setiap bulannya ke BI, kemudian BI mengumpulkannya secara berkala dan dimasukkan dalam sistem SID. 

Selain mengetahui arti BI checking, kamu juga harus tahu bila SID sekarang sudah berganti nama menjadi SLIK. Penggantian nama ini disebabkan karena fungsi pengawasan perbankan tidak lagi berada di BI tetapi di OJK. 

Di dalam SLIK OJK, terdapat layanan informasi riwayat kredit dari nasabah perbankan serta sejumlah lembaga keuangan lain dan sering disebut dengan iDEB. Di dalamnya, bank serta lembaga keuangan memiliki akses debitur serta memiliki kewajiban melaporkan data debitur. 

Semua informasi yang berasal dari BI checking bisa diakses lembaga keuangan, baik bank atau non bank, dengan catatan terdaftar dari anggota Biro Informasi Kredit. Selain itu, pengecekan BI Checking online juga dapat dilakukan. 

Jenis BI Checking Berdasarkan Skornya

Bukan hanya harus mengetahui arti BI checking, kamu juga harus mengetahui masalah skor kredit. Dalam BI checking, skor kredit dihitung dari 1 hingga 5. Berikut pembagian kategori berdasarkan skornya:

  1. Skor 1. Skor ini memiliki arti kredit lancar. Bila seseorang memiliki skor ini, ini berarti debitur selalu memenuhi kewajiban untuk melakukan pembayaran cicilan setiap bulan serta bunganya sampai lunas, tanpa terdapat tunggakan. 
  1. Skor 2. Skor 2 memiliki arti Kredit Dalam Perhatian Khusus atau DPK. Ini menandakan bila debitur menunggak cicilan kredit dalam kurun waktu 1 hingga 90 hari. 
  1. Skor 3. Bagaimana dengan skor 3? Skor ini memiliki arti Kredit Tidak Lancar. Skor ini memiliki arti debitur tercatat menunggak selama 91 hingga 120 hari. 
  1. Skor 4. Skor 4 memiliki arti Kredit Diragukan, hal ini menunjukkan debitur tercatat memiliki tunggakan cicilan kredit 121 hingga 180 hari.
  1. Skor 5. Terakhir adalah skor 5 yang berarti kredit macet. Ini menunjukkan bila debitur memiliki tunggakan cicilan kredit hingga lebih dari 180 hari. 

Dari skor 1 hingga 5, nantinya bank akan menolak pengajuan kredit debitur dengan BI checking skor 3 hingga 5. Tentu saja, skor ini juga masuk dalam blacklist BI checking. Hal ini disebabkan karena bank tidak mau mengambil risiko jika nantinya kredit yang diberikan pada nasabah menjadi masalah. Setelah mengetahui arti BI checking, pastikan kamu lebih berhati-hati dalam mengambil pinjaman, ya. Sebenarnya, dibandingkan dengan mengambil sejumlah pinjaman, lebih baik kamu fokus untuk melakukan investasi. Salah satu investasi yang bisa kamu jadikan pilihan adalah microfinance marketplace Amartha. Dengan modalin mulai Rp 100.000, kamu bisa mendapatkan imbal hasil sampai 15% flat per tahunnya.

Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here