Home Lifestyle Are you a Social Media Addict?

Are you a Social Media Addict?

|

|

|

Di zaman yang serba digital, tentu muncul perdebatan dan permasalahan baru di generasi millennials. Pernah ngga sih kamu scrolling sosial media kamu – membuka page explore dan like foto foto random lalu tiba-tiba dua jam sudah berlalu? Pasti pernah dong.  Ternyata hal tersebut merupakan kondisi psikologis loh. Penyalahgunaan Sosial media atau bisa disebut dengan social media addiction merupakan perilaku psikologis yang baru yakni ketergantungan pada media sosial dan media lainnya. Social media addiction dapat diidentifikasi dari kebiasaan melihat smartphone, ketergantungan pada satu atau lebih media sosial dan otomatis membuka aplikasi sosmed anda dengan jangka waktu yang sering.

Hubungan antara individu dengan sosial media merupakan perdebatan yang helat diantara professional dan pakar psikologi di seluruh dunia. Ternyata, menurut World Health Organization (WHO) perilaku psikologis ini merupakan International Classification of Diseases (ICD-11) yang sangat mempengaruhi kesehatan mental (mental health) individu pengguna. Penilitian ini menyatakan bahwa pengguna yang paling banyak terdampak secara mental dan psikis adalah mayoritas perempuan.

Tentunya kamu ngga mau dong termasuk seorang pecandu sosial media? Yuk, kita sama sama membangun kesehatan mental yang baik dan seimbang. Berikut beberapa cara untuk mengurangi penggunaan sosial media yang terus menerus;

  • Make your time valuable

Kebiasaan membuka sosial media membuat kita tak sadar menghabiskan waktu yang banyak loh. Kamu bisa menggunakan waktu 1-2 jam kamu untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. Do what you love! Kamu bisa melakukan aktifitas fisik seperti olahraga, memasak ataupun membaca buku. Atau bahkan mencari kegiatan baru yang belum kamu pernah coba sebelumnya.

  • Screentime equals me time!

Mungkin banyak dari kalian yang belum akrab dengan fitur screentime di smartphone anda. Screen time adalah fitur yang mengukur aktifitas dan waktu melihat layar smartphone anda. Menurut penelitian, rata-rata dewasa menghabiskan 7-11 jam di layar kaca! Padahal wajarnya adalah 1 jam saja loh. Terlalu banyak screentime dapat mempengaruhi banyak hal. Seperti kurangnya waktu tidur dan istirahat, kurangnya waktu bersosialisasi dan kurangnya konsentrasi di aktifitas sehari-hari anda. Yuk kurangi screentime supaya bisa menjadikan hidupmu lebih berkualitas!

  • Social Media Detox

Terlalu banyak sosial media pastinya akan menjadi toxic. Kamu bisa melakukan “detoks” sosmed untuk mengembalikan kepercayaan diri, waktu dan kualitas hidupmu. Hapus beberapa aplikasi sosmed yang membuat kamu jadi terganggu dengan keseharianmu. Mulai seimbangkan dirimu lagi dengan 3-7 hari tidak membuka sosial media dan rasakan sensasinya!

Dengan beberapa tips ini, semoga akan membantu kamu untuk menjadikan hidupmu bermakna ya!

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

CEO Letter: Dukungan untuk Sektor Usaha Mikro Indonesia

Kepada Pendana Amartha yang terhormat,Semoga Anda dan keluarga dalam keadaan sehat sepenuhnya. Di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung,...

Pendanaanmu Makin Aman dengan Promo Premi Asuransi 100%! #KitaJanganMenyerah

Dengan semangat #KitaJanganMenyerah, yuk terus dukung Ibu Mitra Amartha untuk bangkit di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini! Cek marketplace...