Apakah Perusahaan Wajib Memberi Bonus Tahunan? Dan Ini Cara Menghitungnya

0
391
bonus tahunan
Ilustrasi bonus tahunan. Photos by istockphoto

Sebagai upaya untuk mengapresiasi karyawan, perusahaan biasanya memberikan bonus tahunan atau gaji ke 13. Bonus ini merupakan bentuk penghargaan bagi karyawan yang loyal dan mampu memberikan performa terbaik untuk perusahaan selama 1 tahun.

Apakah perusahaan wajib untuk memberikan gaji ke 13 pada karyawan?

Pada umumnya, gaji ke 13 tidak wajib untuk diberikan pada karyawan karena jenis bonus ini belum pernah diregulasi dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan. Namun, bonus ini bisa menjadi kewajiban jika ia tercantum dalam perjanjian kerja.

Meskipun belum diregulasi UU Ketenagakerjaan, bonus ini tergolong kelompok komponen non upah di Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. SE-07/MEN/1990 Tahun 1990 tentang Pengelompokan Komponen Upah dan Pendapatan Non Upah.

Kapan bonus tahunan diberikan?

Meskipun tidak selalu ada pada setiap perusahaan, bonus ini bisa dicairkan satu tahun sekali bersama dengan pencairan THR. Namun, kembali lagi pada perusahaan dan regulasinya tentang waktu pencairan tersebut.

Cara menghitung bonus tahunan

Dalam menghitungnya, terdapat beberapa hal yang biasa dipertimbangkan, seperti berikut:

  • Durasi kerja
  • Tingkat jabatan
  • Departemen
  • Surat peringatan sampai skorsing

Seperti yang telah disebutkan, gaji ke 13 umumnya diberikan pada karyawan yang loyal. Dengan ini, maka bisa diartikan bahwa semakin lama seorang karyawan setia pada perusahaannya, maka semakin besarlah bonus setiap tahunnya.

Untuk bagian atau departemen pekerjaan pada perhitungan gaji ke 13, mereka dikelompokkan menjadi berikut:

1. Departemen produksi

Dinilai sebagai bagian perusahaan yang tinggi pengaruh, departemen ini bertugas mengkoordinasi kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk terealisasinya proses produksi.

2. Departemen non-produksi

Dinilai sebagai bagian perusahaan yang memiliki pengaruh nomor dua setelah produksi, departemen ini mengurusi keuangan, pemasaran, akuntansi, personalia, dan sejenisnya.

3. Departemen supporting

Dinilai sebagai bagian perusahaan yang memiliki pengaruh paling rendah, departemen ini mendukung aktivitas operasional perusahaan lewat pengadaan jasa dan barang yang dibutuhkan.

Nah, jadi itulah penggolongan departemen menurut pembagian gaji ke 13. Hal ini berarti karyawan yang bernaung di departemen produksi bisa memperoleh bonus lebih besar dari karyawan departemen supporting.

Kemudian untuk menghitung jumlah gaji ke 13, terdapat satu faktor lagi yaitu surat peringatan sampai skorsing. Apabila seorang karyawan pernah atau sedang menjalankan sanksi itu, bisa saja besaran bonus setiap  tahunnya berkurang.

Berikut adalah rumus menghitung bonus tahunan karyawan

Bonus tahunan = (poin durasi kerja x tingkat jabatan x departemen x gaji) x sanksi

Untuk mengaplikasikan rumus tersebut, diperlukan standar poin-poin sebagai berikut.

Durasi Kerja

<1 tahun = Prorata = (gaji : 12) x masa kerja

1 – <2 tahun =   90%

2 – <4 tahun = 100%

4 – <6 tahun = 110%

6 – <8 tahun = 120%

8 – <10 tahun = 130%

>10 tahun = 140%

Tingkat Jabatan

Operator pelaksanaan =   80%

Foreman =   90%

Supervisor = 100%

Superintendent = 110%

Manajer = 120%  

Kategori Departemen

Produksi = 120%

Non-produksi = 110%

Supporting = 100%

Sanksi Surat Peringatan

Tanpa sanksi = 100%

SP I =   90%

SP II =   80%

SP III =   70%

Skorsing 3 bulan =   60%

Skorsing 6 bulan =   50%

Baca Juga:
4 Cara Perhitungan Gaji Karyawan Bulanan Untuk Pemilik Bisnis

Contoh perhitungan bonus tahunan

Untuk menambah pemahamanmu pada penerapan poin-poin tersebut dalam rumus perhitungan gaji ke 13, kamu bisa melihat contoh di bawah ini.

Nama = Antares

Tingkat jabatan = Supervisor

Departemen = Non- produksi

Gaji = 6 juta

Durasi kerja = >3 tahun

Sanksi = –

Perhitungan = (100% x 100% x 110% x 8.000.000) x 100%

Bonus tahunan = Rp8.800.000

Nah, jadi itulah contoh perhitungan gaji ketiga belas. Bonus ini pun dapat dipotong pajak penghasilan PPh 21.

Dari sini, terjawab sudah kapan bonus tahunan dibagikan dan cara perhitungannya. Sudahkah kamu menghitung bonus ini? Berapapun nominalnya, jangan lupa sisihkan untuk tabungan masa depan. Kamu bisa memulainya dengan investasi di Amartha.

Di Amartha, dengan modal 100 ribu rupiah saja, kamu sudah bisa mendapatkan imbal hasil hingga 15% flat per tahun untuk setiap mitra yang dimodalin. Semakin banyak mitra yang kamu modalin semakin besar pula cuan yang kamu dapatkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here