Apakah Boleh Mencicipi Makanan Saat Puasa? Ini Hukumnya

0
982
hukum mencicipi makanan saat puasa
Ilustrasi mencicipi makanan saat puasa.

Sejuta kenikmatan sudah dijanjikan Tuhan Semesta Alam, Allah SWT untuk orang-orang Islam yang melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan yang suci. Tentunya, kamu juga merupakan umat-Nya yang sedang melaksanakan ibadah ini, bukan?

Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, banyak gangguan dan godaan bermunculan yang berpotensi untuk membatalkan puasa seperti bersenggama di siang hari, makan, serta minum secara sengaja.

Nah bagaimana dengan mencicipi makanan saat puasa? Apakah bisa membatalkan puasa? Lalu bagaimana hukumnya?

Memang, mencicipi makanan ketika puasa adalah hal yang sangat berpotensi sering terjadi, utamanya saat seseorang sedang melamun saat memasak, atau kehilangan ingatan sejenak bahwa ia sedang menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa mencicipi makanan saat puasa merupakan hal yang bikin perasaan ketar-ketir, seperti “wah batal tidak ya, puasaku?”, “aduh, aku lupa itu tadi baru mencicipi masakanku!! Batal nih puasaku, sekalian makan aja deh!”, dan lain sebagainya.

Untuk mengetahui hukum mencicipi makanan ketika puasa, sebaiknya kamu tidak melewatkan informasi di bawah ini.

Hukum mencicipi makanan saat puasa

Ilustrasi mencicipi makanan saat puasa. Photos by istockphoto.

Melansir penjelasan Buya Yahya pada saluran Youtube Al bahjah TV, mencicipi makanan saat puasa hukumnya yaitu ‘boleh’. Lalu bagaimana dengan mencicipi makanan ketika puasa namun dalam frekuensi yang sering?

Dalam penjelasan Buya Yahya, beliau berkata bahwa mencicipi makanan hingga 1 timba pun diperbolehkan asal tidak sengaja ditelan. Dengan begitu mencicipi makanan walaupun tidak ditelan hukumnya tetap ‘boleh’.

Agar bisa mengetes rasa masakan tanpa menelannya, kamu bisa mencicipinya hanya dengan menggunakan bagian ujung indera pengecapan saja tanpa wajib menelan masakan yang dicicipi.

Baca Juga: 
Apa Hukumnya Tidur Saat Puasa? Ini Penjelasannya

Pendapat yang sama diutarakan oleh Ketua MUI atau Majelis Ulama Indonesia Bidang Fatwa yaitu Asrorun Niam Sholeh. Beliau menjelaskan bahwa mencicipi makanan atau masakan ketika puasa tidaklah masalah asalkan cuma di lidah.

Namun, lain halnya dengan penjelasan dari Cholil Nafis selaku Ketua MUI Bidang Dakwah & Ukhuwah. Beliau menjelaskan bahwa mencicipi makanan atau masakan ketika puasa yakni hukumnya mubah.

Menurut Cholil Nafis, mencicipi makanan saat puasa memanglah tidak membatalkan, namun khawatir menelan pastinya membatalkan puasa, maka selesai mencicipi lekas dimuntahkan.

Jika kamu merasa sulit memuntahkan makanan setelah mencicipinya, sebaiknya kamu tidak perlu untuk mencicipinya. Namun, jika kamu tidak khawatir menelannya maka cicipi saja karena puasa kamu tidaklah batal.

Cholil Nafis pun berpesan bahwa ketika mencicipi makanan sewaktu puasa, maka sebaiknya rasakan sedikit saja, guna sekedar mengecek rasanya.

Tidak berhenti pada Cholil nafis, Ketua MUI Bidang Dakwah & Ukhuwah saja. Akan tetapi terdapat satu perbedaan pendapat lagi, yaitu dari Musta’in Ahmad selaku Kepala Kantor Kemenag atau Kementerian Agama Surakarta tahun 2020.

Baca Juga: Perhatian! Ini 7 Hal yang Membatalkan Puasa

Menurut Musta’in Ahmad, ada 2 hukum mencicipi masakan atau makanan ketika puasa. Hukum pertama, ketika mencicipi masakan atau makanan menggunakan ujung lidah dan lekas mengeluarkannya bagi ahli masak (terhitung di keluarga) hukumnya boleh (mubah).

Sementara hukum kedua, mencicipi makanan saat puasa yang dilaksanakan oleh seseorang di luar ahli masak hukumnya yaitu makruh, yang berarti disarankan untuk dihindari sebab tidaklah disukai Allah SWT.

Nah, begitulah penjelasan mengenai mencicipi makanan saat puasa beserta hukumnya dari para ahli Agama Islam di Indonesia. Ternyata bisa disimpulkan bahwa kegiatan ini boleh dilakukan asalkan ada syaratnya.

Jika masih ragu-ragu untuk mencicipi, kamu bisa modalin saja para perempuan chef UMKM di P2P Lending Amartha. Pasalnya, mereka memiliki tangan super cekatan untuk meramu makanan enak.

Modalin UMKM di Amartha bisa dapat imbal hasil sampai 15% flat per tahun. Selain dapat cuan kamu juga telah melakukan amalan baik saat berpuasa. Ayo kunjungi www.amartha.com!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here