Apa Sih Cloud Kitchen Itu? Cara Baru Dalam Bisnis Kuliner

0
154
Sumber Foto: Pexels

Penjelasan Tentang Cloud Kitchen dan Tips Memulainya – Sederhananya, istilah cloud kitchen sendiri merupakan sebuah bisnis kuliner baru yang saat ini sedang hits. Konsep bisnis kuliner terbaru ini sudah banyak diaplikasikan oleh beberapa restoran ternama di Indonesia.

Bisnis kuliner modern ini juga cocok untuk para pemula. Nah, bagi kamu yang tertarik untuk menjalankannya, berikut akan kami coba jelaskan konsepnya dan juga persiapan yang harus kamu ketahui sebelum memulainya.

Penjelasan Tentang Konsep Cloud Kitchen 

Istilah cloud kitchen sendiri dikenal dengan sebutan dapur satelit. Selain itu juga sering disebut dengan istilah ghost kitchen. Semua istilah-istilah tersebut sama saja, yaitu menggambarkan tentang proses bisnis kuliner modern di era milenial.

Konsep dari dapur satelit yaitu menawarkan jasa pengiriman makanan saja. Bisnis kuliner ini tidak menyediakan layanan makan di tempat.

Meski begitu, dapur satelit adalah sebuah bisnis yang dijalankan secara serius. Pasalnya, terdapat ruang kerja berupa sebuah dapur lengkap dengan fasilitasnya. Fasilitas tersebut juga bisa digunakan untuk memasak berbagai menu layaknya di restoran.

Ruang kerjanya mirip seperti sebuah co-working space. Konsepnya bahkan mampu memberikan layanan pengiriman produk kuliner secara singkat dan cepat. Bahkan lebih cepat dibandingkan restoran konvensional.

Baca Juga: 5 Ide Bisnis Kuliner Kekinian Yang Laris Manis

5 Hal Dalam Menyiapkan Bisnis Cloud Kitchen

Sumber Foto: Unsplash

Tertarik bisnis kuliner dan ingin mengaplikasikan konsep dapur satelit? Yuk, intip apa saja persiapan yang harus diketahui sebelum memulainya.

1.  Persiapan Modal

Hitung terlebih dahulu berapa besar biaya cloud kitchen yang akan dijalankan. Buat list apa saja hal yang dibutuhkan untuk memulainya. Silahkan hitung perkiraan modal yang kamu perlukan.

2.  Merekrut Staf dan Koki

Tidak berpengalaman dalam mengolah makanan? Jangan khawatir, kamu tetap bisa menjalankan bisnis kuliner dengan merekrut koki yang berpengalaman.

Contoh cloud kitchen seperti Dapur Bersama Gofood, YummyKitchen, dan GrabKitchen. Semua contoh tersebut merupakan konsep dapur yang besar. Itulah kenapa kamu harus merekrut staf dan juga koki.

Untuk membangun cloud kitchen Indonesia yang berkualitas, rekrutlah staf dan koki yang berpengalaman. Pastikan mereka bisa mempertahankan kualitas cita rasa produk makanan.

3.  Memilih Lokasi Strategis

Meski tidak melayani dine in, atau makan di tempat, kamu tetap harus mempertimbangkan lokasi bisnis. Lokasi strategis tetap penting agar tempat mudah diakses. Khususnya mudah diakses oleh para kurir yang mengambil dan mengantar pesanan.

Selain itu, lokasi juga berpengaruh pada harga menu yang ditawarkan. Jika terlalu jauh, maka harganya bisa menjadi lebih mahal karena tingginya ongkos kirim.

4.  Persiapan Alat Memasak dan Alat Pendukung Lainnya

Buat catatan daftar peralatan masak yang harus kamu siapkan. Silahkan beli berbagai peralatan memasak secara lengkap. Namun, sesuaikan juga peralatan dengan kebutuhan dan budget atau modal.

Selain itu, jangan lupa juga untuk mempersiapkan peralatan lain seperti kain, sapu, lap, dan lainnya. Pastikan semua peralatan dapur lengkap sebelum memulai menjalankannya.

5.  Membuat Sistem Pemesanan dan Pengiriman Produk

Sebelum memulai, pastikan juga kamu mempersiapkan metode pemesanan dan pengirimannya. Dua sistem ini sangat penting sekali dalam bisnis dapur satelit.

Pertama-tama, silahkan kamu siapkan aplikasi maupun sistem pemesanannya. Pilihlah sistem yang mudah dipahami oleh pembeli. Buat juga sistem yang sederhana dan mudah dimengerti.

Itulah informasi seputar cloud kitchen yang saat ini sedang populer. Kamu juga bisa mendukung pengusaha UMKM kuliner di Amartha dengan sistem investasi P2P lending. Mendukung pelaku usaha kuliner di Amartha juga bisa mendapatkan bagi hasil 15% flat per tahunnya, lho. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here