Apa Itu Zakat Penghasilan dan Bagaimana Cara Perhitungannya?

0
109
zakat penghasilan dan cara hitung zakat penghasilan
Ilustrasi zakat penghasilan dan cara hitung zakat penghasilan. Photos by istockphoto

Salah satu bagian dari zakat mal adalah zakat penghasilan atau yang dikenal dengan istilah zakat profesi. Apa pengertian dan hukumnya serta bagaimana cara menghitung zakat profesi ini? Simak ulasannya berikut ini. 

Apa itu Zakat Penghasilan?

Zakat profesi atau zakat pendapatan adalah mengeluarkan zakat dari sebagian penghasilan seseorang untuk diserahkan kepada pihak yang membutuhkan.

Berdasarkan Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia), yang dimaksud dengan zakat profesi atau penghasilan adalah setiap pendapatan yang diperoleh secara halal seperti gaji, upah, jasa, honorarium, dan yang lainnya, baik berupa penghasilan rutin maupun tidak rutin. 

Hukum dan Ketentuan

Hukumnya zakat profesi ini adalah wajib dilakukan oleh umat muslim apabila telah memenuhi ketentuan dari jumlah besaran atau nisab yang sesuai dengan ketentuan syar’i.

Dasar hukum dari zakat penghasilan usaha terdapat dalam Surat Adz Dzariyat Ayat 19 yang diperkuat dengan Surat Al-Baqarah ayat 267. 

Orang-orang yang berhak menerima zakat profesi ini diantaranya adalah mualaf, amil zakat, budak, fakir, miskin, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil.

Untuk waktu pembayarannya bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dibayar setiap bulan atau setiap tahun. Namun, akan lebih baik jika kamu mengeluarkan zakat profesi ini setiap bulan setelah menerima gaji atau penghasilan. 

Baca Juga: Wajib Tahu! Jenis-jenis Zakat dan Ketentuannya 

Syarat Orang yang Wajib Membayar Zakat Profesi

Umat muslim yang wajib mengeluarkan zakat profesi harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu: 

  • Beragama Islam
  • Orang yang merdeka atau terbebas dari hutang
  • Berakal dan telah baligh
  • Memenuhi syarat nisab (batas minimum)

Berdasarkan Baznas, jumlah nisab dari zakat penghasilan adalah sebesar 85 gram emas per tahun dengan kadar zakat senilai 2,5%, sedangkan haulnya adalah selama 1 tahun. Menurut Fatwa MUI, jika seorang muslim memiliki penghasilan tetap, maka sebaiknya menunaikan zakat per bulan. 

Kecuali jika penghasilan yang diperoleh nilainya tidak tetap per bulannya, maka zakat profesi tersebut bisa dihitung selama satu tahun. Apabila dalam kurun waktu satu tahun tersebut total penghasilan setara dengan 85 gram emas pada saat itu, maka wajib hukumnya untuk mengeluarkan zakat pendapatan sebesar 2.5% dari total penghasilan selama setahun. 

zakat infak sedekah
Ilustrasi uang untuk zakat infak sedekah. Photos by istockphoto

Niat Zakat Profesi

Sebelum melaksanakan pembayaran zakat profesi ini, terlebih dahulu membaca niat zakat penghasilan, yaitu:

Nawaitu an ukhrija zakatadz maali fardhan lillahi ta’ala. 

Arti dari bacaan niat tersebut adalah, “Saya berniat mengeluarkan zakat hartaku karena Allah Ta’ala.”

Cara Perhitungan Zakat Penghasilan

Ada 3 cara dalam menghitung zakat penghasilan, yaitu: 

1. Perhitungan Pengeluaran Bruto

Zakat yang dikeluarkan dari penghasilan secara utuh, langsung dihitung nisab dan kadar zakatnya tanpa dikurangi dengan kebutuhan apapun. 

2. Perhitungan Pengeluaran Biaya Operasional

Zakat yang dikeluarkan dari total penghasilan setelah dikurangi dengan beban operasional kerja. Misalnya, biaya transportasi dan konsumsi di tempat kerja. 

3. Perhitungan Zakat Bersih

Zakat pendapatan yang dikeluarkan  setelah dikurangi dengan semua pengeluaran seperti kebutuhan pokok sehari-hari, membayar utang, dan biaya lainnya. 

Contoh kasus: 

Pak Husin mendapat gaji sebesar Rp10 juta per bulan dengan biaya operasional kerja sebesar Rp2 juta, kebutuhan anak dan istri sebesar Rp3 juta, dan angsuran rumah Rp1 juta. 

Maka perhitungannya adalah sebagai berikut: 

  • Berdasarkan Perhitungan Pengeluaran Bruto: 

Rp10 juta x 2,5% = Rp250 ribu. 

  • Berdasarkan Perhitungan Pengeluaran Biaya Operasional

(Rp10 juta – Rp2 juta) x 2,5% = Rp200 ribu.

  • Berdasarkan Perhitungan Zakat Bersih

(Rp10 juta – Rp2 juta – Rp3 juta – Rp1 juta) x 2,5% = Rp100 ribu.

Itulah berbagai informasi seputar zakat penghasilan dan cara perhitungannya. Agar penghasilan bisa mencapai nisab, kamu bisa ikut berinvestasi di Amartha sekaligus ikut serta memberdayakan perempuan UMKM di desa.

Merupakan P2P Lending yang terjamin keamanannya dengan imbal hasil hingga 15% flat per tahun. Tunggu apalagi. Ayo modalin! 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here