Apa Itu Risiko Investasi?

Apa Itu Risiko Investasi?

Menurut KBBI, risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan atau merugikan atau membahayakan dari suatu perbuatan atau tindakan. Risiko dapat dialami oleh siapa saja dan dimana saja, termasuk ketika sedang melakukan investasi atau yang dikenal dengan risiko investasi. Meski demikian, ada hal yang membedakan antara risiko dan berisiko.

Kata risiko merujuk pada potensi risiko dari masing-masing produk investasi sementara kata berisiko merujuk pada investor. Apabila seseorang memiliki pemahaman yang baik akan setiap produk investasinya, maka risiko yang didapatkannya akan berkurang. Ada enam risiko yang perlu dipelajari oleh investor seperti,

Baca Juga: Ada 3 Tipe Investor, Kamu Termasuk yang Mana?

Risiko Investasi

Risiko investasi adalah risiko yang paling umum. Risiko yang akrab dengan pepatah high risk high return di mana kemungkinan keuntungan yang didapat besar tapi juga memiliki risiko yang besar juga.

Risiko Likuiditas

Pengertian dari risiko likuiditas adalah risiko atas produk investasi yang tidak mudah untuk dijual kembali. Risiko ini muncul akibat kesulitan menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu. Risiko likuiditas juga memiliki kaitan dengan percepatan dari sekuritas yang diterbitkan oleh pihak perusahaan yang bisa diperdagangkan di ranah sekunder.

Risiko Inflasi

Dilansir dari KBBI, inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang. Risiko dari inflasi ini akan menggerogoti nilai uang Anda karena bunga yang diberikan oleh produk investasi jangka pendek tidak mencukupi untuk menutupi kenaikan biaya hidup.

Risiko Bunga

Risiko bunga terjadi pada produk investasi deposito dan ORI. Risiko bunga berhubungan dengan penurunan atau peningkatan suku bunga yang memiliki dampak pada hasil investasi. Di Indonesia, suku bunga berkaitan dengan suku bunga yang ditetapkan Bank Indonesia atau BI rate dan suku bunga SBI.

Baca Juga: 4 Tipe Kepribadian Dalam Mengelola Keuangan

Risiko Mata Uang

Risiko jenis ini dapat ditemui apabila melakukan investasi pada produk investasi foreign exchange. Risiko jenis ini berkaitan dengan sebuah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Misalnya, Martha adalah investor yang ingin berinvestasi dengan mata uang dollar US$, di saat yang sama pula kurs rupiah melemah sehingga Martha harus mengeluarkan uang yang lebih banyak

Risiko Gagal Bayar

Risiko ini terdapat pada produk investasi peer to peer lending (P2P). Risiko gagal disebabkan karena peminjam tidak mampu untuk memenuhi kewajiban pembayaran yang telah disepakati di awal. Saat ini, P2P merupakan alternatif investasi online yang digandrungi oleh sebagian besar milenial Indonesia. Hal tersebut disebabkan karena investasi di P2P dapat dimulai dengan modal kecil dan keuntungan yang besar, misalnya Amartha.

Amartha merupakan perusahaan P2P lending yang menghubungkan investor di kota kepada peminjam di desa khususnya perempuan. Bagi investor yang mendanai mitra usaha Amartha akan mendapatkan keuntungan sampai 15% flat per tahun. Selain itu, dengan mendanai mitra usaha, para investor telah memberikan dampak sosial yang nyata kepada Indonesia. Ini karena, Amartha memberikan pendanaan kepada pelaku iusaha mirko perempuan di pedesaan.

Please follow and like us:
FACEBOOK
FACEBOOK
LINKEDIN
%d bloggers like this: