Home Finance Apa Itu Risiko Investasi?

Apa Itu Risiko Investasi?

0
7782

Menurut KBBI, risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan atau merugikan atau membahayakan dari suatu perbuatan atau tindakan. Risiko dapat dialami oleh siapa saja dan dimana saja, termasuk ketika sedang melakukan investasi atau yang dikenal dengan risiko investasi. Meski demikian, ada hal yang membedakan antara risiko dan berisiko.

Kata risiko merujuk pada potensi risiko dari masing-masing produk investasi sementara kata berisiko merujuk pada investor. Apabila seseorang memiliki pemahaman yang baik akan setiap produk investasinya, maka risiko yang didapatkannya akan berkurang.

Ada 3 Tipe Investor, Kamu Termasuk yang Mana?

Jenis-jenis Risiko Investasi

Berikut ini ada enam risiko investasi yang perlu diketahui oleh investor sebelum menyetorkan dananya ke suatu instrumen investasi, yaitu:

1. Risiko Investasi

Risiko investasi adalah risiko yang paling umum. Risiko yang akrab dengan pepatah high risk high return di mana kemungkinan keuntungan yang didapat besar tapi juga memiliki risiko yang besar juga.

2. Risiko Likuiditas

Pengertian dari risiko likuiditas adalah risiko atas produk investasi yang tidak mudah untuk dijual kembali. Risiko ini muncul akibat kesulitan menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu. Risiko likuiditas juga memiliki kaitan dengan percepatan dari sekuritas yang diterbitkan oleh pihak perusahaan yang bisa diperdagangkan di ranah sekunder.

 4 Tipe Kepribadian Dalam Mengelola Keuangan

3. Risiko Inflasi

Dilansir dari KBBI, inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang. Risiko dari inflasi ini akan menggerogoti nilai uang Anda karena bunga yang diberikan oleh produk investasi jangka pendek tidak mencukupi untuk menutupi kenaikan biaya hidup.

4. Risiko Bunga

Risiko bunga terjadi pada produk investasi deposito dan ORI. Risiko bunga berhubungan dengan penurunan atau peningkatan suku bunga yang memiliki dampak pada hasil investasi. Di Indonesia, suku bunga berkaitan dengan suku bunga yang ditetapkan Bank Indonesia atau BI rate dan suku bunga SBI.

5. Risiko Mata Uang

Risiko jenis ini dapat ditemui apabila melakukan investasi pada produk investasi foreign exchange. Risiko jenis ini berkaitan dengan sebuah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Misalnya, Martha adalah investor yang ingin berinvestasi dengan mata uang dollar US$, di saat yang sama pula kurs rupiah melemah sehingga Martha harus mengeluarkan uang yang lebih banyak.

Nabung Dollar Vs Nabung Rupiah, Ada Bedanya?

6. Risiko Gagal Bayar

Risiko ini terdapat pada produk investasi peer-to-peer (p2p) lending. Risiko gagal disebabkan karena peminjam tidak mampu untuk memenuhi kewajiban pembayaran yang telah disepakati di awal.

P2P Lending Sebagai Alternatif Investasi Aman dan Menguntungkan

amartha

Saat ini, P2P merupakan alternatif investasi online yang digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Hal tersebut disebabkan karena investasi di P2P dapat dimulai dengan modal kecil dan keuntungan yang bersaing dengan instrumen investasi lainnya.

Salah satu P2P Lending paling aman yang bisa Anda coba adalah Amartha. Tak hanya terdaftar dan diawasi oleh OJK, Amartha sudah memiliki lisensi usaha dari OJK.

Selain itu, Amartha menawarkan keuntungan hingga 15% Flat per tahun. Dana yang disalurkan pun fokus hanya untuk usaha produktif di sektor riil dengan pendampingan dan pelatihan rutin bagi para mitra. Dengan demikian, potensi gagal bayar akan sangat kecil. Amartha juga memfasilitasi asuransi yang dapat di klaim oleh investor demi keamanan dan kenyamanan selama berinvestasi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here