Home Tech Peer-to-peer Lending Apa Itu Regulatory Sandbox?

Apa Itu Regulatory Sandbox?

|

|

|

Hingga tahun 2020, Financial Technology atau Fintech diperkirakan akan terus menjadi tren di dunia. Banyak orang tertarik meluncurkan inovasi baru untuk mempermudah laju keuangan dengan memanfaatkan teknologi terkini. Akibatnya, banyak perusahaan fintech bermunculan. Untuk mengantisipasi perusahaan fintech yang “nakal”, pemerintah membuat regulatory sandbox.

Lalu, seperti apa regulatory sandbox tersebut dan apa fungsinya?

Berdasarkan definisinya, regulatory sandbox merupakan program atau masa uji coba untuk perusahaan fintech selama 6 – 12 bulan. Perusahaan fintech nantinya akan didampingi oleh pemerintah secara administrasi hukum dan operasional sistem untuk menghindari adanya pelanggaran . Melalui pendampingan tersebut, pemerintah juga akan mengamati kinerja perusahaan fintech untuk menetapkan izin operasional dan standar pelayanan.

Ilustrasi

Inggris menjadi pelopor regulatory sandbox yang diikuti oleh beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, China, Amerika Serikat, dan Australia.

Di Indonesia, OJK memiliki kewenangan untuk menyiapkan sejumlah regulasi yakni mengatur dan mengawasi perkembangan jenis usaha Fintech, salah satunya adalah regulatory sandbox. Regulatory sandbox memiliki tujuan untuk meningkatkan keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan fintech.

Baca Juga: Seberapa Pentingkah Izin Usaha OJK di Fintech Lending?

Menurut Fithri Hadi selaku Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital dan Keuangan Mikro OJK, secara substansi regulatory sandbox di berbagai negara digunakan sebagai arena belajar termasuk regulator untuk menentukan arah perizinan yang diberikan sehingga diharapkan tidak terjadi kesalahan dan tidak memiliki risiko yang tinggi.

Selanjutnya, bagi perusahaan fintech setelah diobservasi oleh OJK di regulatory sandbox mendapatkan 3 status untuk perusahaannya. Adapun ketiga status itu direkomendasikan agar terdaftar di OJK. Status yang mungkin diterima ialah status berupa perbaikan dari sisi model bisnis, tata kelola dan transparansi, dan tidak layak untuk terdaftar di OJK.

Baca Juga: Fintech Amartha Resmi Kantongi Izin Usaha OJK

Amartha merupakan salah satu fintech yang telah menjalani regulatory sandbox. Hasilnya, Amartha berhasil mendapatkan izin usaha dari OJK pada April 2019. Hal ini membuktikan bahwa Amartha adalah perusahaan fintech yang aman dan memiliki model bisnis yang jelas. Dengan kata lain, Amartha menghubungkan antara investor di kota yang memberikan pembiayaan kepada pelaku usaha kecil dan mikro di desa. Para investor ini kemudian mendapatkan keuntungan hingga 15% per tahun. Mau tahu informasi lebih lanjut? Yuk, kunjungi Amartha.com.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

CEO Letter: Dukungan untuk Sektor Usaha Mikro Indonesia

Kepada Pendana Amartha yang terhormat,Semoga Anda dan keluarga dalam keadaan sehat sepenuhnya. Di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung,...

Pendanaanmu Makin Aman dengan Promo Premi Asuransi 100%! #KitaJanganMenyerah

Dengan semangat #KitaJanganMenyerah, yuk terus dukung Ibu Mitra Amartha untuk bangkit di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini! Cek marketplace...