Apa Itu Bisnis B2C?

|

|

|

Selain B2B, istilah B2C (Business to Customer) juga menjadi populer seiring dengan perkembangan model bisnis online atau e-commerce.

B2C (Business to Customer) merupakan bisnis yang melakukan pelayanan atau penjualan barang atau jasa kepada konsumen perorangan atau grup secara langsung.

Berbeda dengan B2B (Business to Business), bisnis jenis ini berhubungan langsung dengan konsumen bukan perusahaan atau bisnis lainnya. Sebagai contohnya, kamu punya bisnis makanan kemasan.

Ketika kamu menjual barang kepada konsumen perorangan, berarti model bisnis yang kamu jalankan adalah B2C. Akan tetapi jika kamu menjual makanan kemasan dalam jumlah besar kepada pelaku bisnis lainnya, berarti bisnis yang dijalankan adalah B2B.

Istilah B2C (Business to Customer) pertama kali digunakan oleh Michael Aldrich di tahun 1979. B2C merujuk pada salah satu model bisnis atau penjualan produk langsung kepada pelanggan. Produk atau jasa yang ditawarkan pun seluruhnya digunakan secara pribadi oleh para konsumen, bukan untuk keperluan bisnis lainnya.

Di awal perkembangannya, model bisnis B2C konvensional merujuk pada aktivitas jual-beli produk dan jasa di pusat perbelanjaan, supermarket, restoran dan lainnya. Dulu, untuk mendapatkan kebutuhan, seseorang harus datang ke tempat di mana barang atau jasa tersebut dijual.

Rekomendasi Franchise Modal Di Bawah 10 Juta

Salah satu perusahaan pelaku model bisnis B2C yang masih eksis hingga saat ini, yaitu McDonald. Perusahaan raksasa makanan cepat saji ini menyediakan berbagai pilihan produk melalui gerai yang tersebar di beberapa tempat. Meskipun dalam perkembangannya, McDonald juga mulai mengimplementasikan teknologi digital dalam bisnisnya.

Namun, aktivitas jual-beli seperti itu mulai bergeser saat ini dengan munculnya berbagai toko online pelaku e-commerce. Bagaimanapun, e-commerce telah mengubah secara signifikan bentuk interaksi bisnis antara penjual dengan konsumen.

Setiap proses transaksi dilakukan secara online, mulai dari pengiklanan, pemesanan, pembayaran, hingga pengantaran dilakukan dengan memanfaatkan internet.

Amazon adalah salah satu contoh perusahaan B2C yang modern. Perusahaan online raksasa ini menawarkan produk-produknya secara online sehingga memungkinkan bagi konsumennya untuk membeli dalam waktu 24 jam sehari alias nonstop.

Kelebihan Model B2C

Terdapat beberapa kelebihan dari model B2C (Business to Customer) seperti di bawah ini:

1. Interaksi Yang Lebih Baik

Ketika pembeli dan penjual langsung berkomunikasi satu sama lain, maka kemungkinan besar penjual akan memenuhi kebutuhan serta persyaratan pembeli lebih akurat, karena dengan begitu penjual mengetahui secara tepat persyaratan pembeli.

Sebaliknya bila ada banyak lapisan perantara yang terlibat, maka penjual sulit memahami keinginan pembeli.

2. Layanan yang Lebih Baik

Ketika bisnis langsung menghubungi konsumen, maka mereka harus sangat berhati-hati tentang produk, pengiriman, serta layanan lainnya. Semua hal ini digabungkan untuk mempengaruhi persepsi pelanggan.

Jika pelanggan memiliki pengalaman yang lebih baik dengan layanan tersebut, maka kemungkinan pembeli tersebut akan datang lagi membeli barang kepada penjual.

3. Pengiriman Pesan Lebih Akurat

Pesan yang dikirimkan bisnis kepada konsumen mereka menjadi sangat tepat. Tim pemasaran bisnis dan perusahaan mengerjakan pesan mengenai apa yang harus mereka kirim ke pelanggan mereka sehingga pesan tersebut tidak boleh keluar dari konteks. Urusan ini harus berarti apa yang direncanakan.

Kenapa Banyak Brand di Indonesia Kolaborasi Dengan Idola Kpop?

Kekurangan Model B2C

Selain kelebihan, ada juga kekurangan dari menjalankan model B2C (Business to Customer), yakni:

1. Kompetisi

Kamu pasti pernah mengamati satu hal saat berbelanja online bahwa ada begitu banyak platform online.

Dengan kata lain, bidang e-commerce dan belanja online yang biasanya berfokus pada B2C di mana terdapat begitu banyak pengecer yang menargetkan konsumen akhir mereka, sangat kompetitif. Kamu tidak akan menemukan ceruk atau bidang bisnis apa saja dengan format B2C tanpa persaingan.

Seseorang dapat dengan mudah masuk ke bidang B2C dan menargetkan pasarnya, tetapi mencapai hasil maksimal sangatlah sulit. Demikian juga untuk  bertahan dalam persaingan sangat sulit untuk bisnis B2C yang terbilang baru.

2. Infrastruktur

Meskipun e-commerce memberikan peluang bisnis untuk menjangkau orang-orang secara global, tetapi pertanyaan rumitnya adalah infrastruktur apa yang mereka miliki untuk mengirimkan produk atau layanan mereka ketika melakukan model bisnis B2C.

Perbatasan negara, pajak, politik dan masalah hukum lainnya yang terlibat yang menghambat model bisnis B2C untuk mencapai pintu depan pelanggan mereka secara global.

Nah, itulah penjelasan seputar model bisnis B2C serta kelebihan dan kekurangannya. Semoga informasi ini bermanfaat buatmu ya!

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Semua Orang Bisa Jadi Sultan. Investasi di Amartha Mulai dari 100 Ribu Rupiah!

Good News From Amartha!  Dalam rangka mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendana untuk mendorong...

Profil 9 Naga Penguasa Ekonomi Indonesia

Dalam dunia perekonomian Indonesia, pasti kamu pernah mendengar istilah “9 Naga”. Istilah ini sendiri merujuk kepada tokoh-tokoh pengusaha yang kebanyakan keturunan Tionghoa...

Black Card, Bisa Punya Gak Ya?

Belum lama ini, muncul video viral di TikTok tentang charge card paling istimewa di Dunia yang disebut Black Card.