Home Finance Apa Itu Bank Jangkar?

Apa Itu Bank Jangkar?

|

|

|

Pandemi Covid-19 yang berlangsung hingga kini pada akhirnya juga menimbulkan konsekuensi ekonomi. Resesi ekonomi pun terjadi pada berbagai negara di Dunia, termasuk Indonesia. Setelah menunjukkan pertumbuhan yang minus 5,23 % di kuartal lalu, Indonesia dipastikan akan mengalami resesi ekonomi di kuartal ketiga tahun ini.

Karena kondisi krisis global ini, pemerintah Indonesia pun tengah menyiapkan bank jangkar (anchor bank) sebagai bagian dari mitigasi krisis ekonomi. Lantas, apa itu sebenarnya Bank Jangkar ini?

Bank jangkar adalah beberapa bank yang ditunjuk pemerintah, untuk menerima dana dari Kementerian Keuangan. Jumlah dananya mencapai Rp 35 triliun dan akan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dana itu pada akhirnya akan disalurkan kembali ke bank lain (yang disebut bank pelaksana) yang mengalami kesulitan likuiditas untuk restrukturisasi kredit dan pemberian kredit modal kerja baru bagi UMKM.

Mekanismenya penyaluran dana ini didapat bank pelaksana dengan menggadaikan kredit mereka, sebagai underlying asset, ke bank jangkar yang ditunjuk pemerintah tadi.

Nah, untuk lebih memahami perbedaan dari bank peserta maupun bank pelaksana, berikut perbedaannya:

  • Bank Peserta: Sebutan lain dari bank jangkar, yakni yang menerima penempatan dana pemerintah, kemudian menyalurkannya kepada bank-bank pelaksana yang terpilih
  • Bank Pelaksana: Bank yang mengalami masalah likuiditas karena pandemic Covid-19, secara bersamaan juga akan melakukan rekturisasi kredit terhadap para krediturnya

Seperti yang sudah diketahui, salah satu yang terdampak dari krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini adalah UMKM. Karena itu, pemerintah itu pun melakukan upaya relaksasi untuk para pelaku UMKM dengan melakukan restrukturisasi kredit ke semua lini perbankan.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memperluas restrukturisasi kredit pada semua lini multifinance. Hal ini dilakukan agar para pelaku UMKM bisa terbantu dengan pemberian penjaminan kredit, penjaminan asuransi, serta sebagai modal kerja.

Adapun, sebagai tindak lanjut dari relaksasi itu, pemerintah pun melakukan penempatan dana di perbankan agar bank tetap bisa bertahan mampu memberikan restrukturisasi kredit ke para pelaku UMKM tersebut. Nah, penempatan dana pemerintah ini yang disebut sebagai bank jangkar.

Beberapa bulan lalu, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengenalkan sistem bank jangkar ini dengan menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai pelaksanaan penempatan dana dan pemberian subsidi bunga dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Hal ini merupakan kelanjutan pasca dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 tahun 2020 tentang pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional dalam rangka penanganan pandemi virus corona (Covid-19).

PP tersebut juga mengatur penempatan dana oleh pemerintah yang ditujukan untuk memberikan dukungan likuiditas kepada perbankan yang melakukan restrukturisasi kredit/pembiayaan. Namun, tidak semua bank bisa menjadi bank peserta atau yang kini umum disebut bank jangkar.

Sebagai informasi, Kemenkeu dan OJK juga telah mengeluarkan daftar kriteria soal penunjukan bank jangkar:

  • Bank umum yang berbadan hukum Indonesia, beroperasi di wilayah Indonesia dan minimal 51% sahamnya dimiliki oleh Warga Negara Indonesia (WNI) atau badan hukum Indonesia.
  •  Bank yang ditunjuk harus termasuk dalam kategori 15 bank dengan aset terbesar di Indonesia.
  • Bank harus masuk dalam kategori sehat berdasarkan penilaian kesehatan bank oleh OJK.
  • Bank harus memiliki investment grade menurut rating yang dikeluarkan paling kurang oleh dua lembaga pemeringkat rating nasional dan atau internasional yang berbeda dan telah diakui oleh OJK.
  • Tingkat kesehatan bank minimal komposit 2 yang telah diverifikasi oleh OJK.
  • Bank harus bersedia menandatangani syarat dan ketentuan menjadi bank peserta.

Pada akhirnya, belum dapat dipastikan akan sejauh apa dan efektivitas dari skema bank jangkar ini dalam meningkatkan likuiditas perbankan. Well, kita tunggu saja perkembangannya ya!

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...