Tandatangani Women Empowerment Principle, Amartha Konsisten Berdayakan Perempuan Pengusaha Mikro

|

|

|

Dalam rangka menyambut Hari Kartini, PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), pioneer perusahaan fintech peer to peer lending yang fokus memberdayakan perempuan pengusaha mikro di pedesaan, resmi menandatangani komitmen Women Empowerment Principle (WEPs) dari UN Women sebagai komitmen Amartha untuk mengarusutamakan kesetaraan gender dalam bisnis dan pembangunan.

Kesetaraan gender berkontribusi signifikan untuk memajukan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. Perekonomian di Asia Pasifik dapat bertambah 4.5 Triliun dollar AS pada tahun 2025 dengan mendukung kesetaraan gender.

Menurut Women Economic Forum, sebelum pandemi dibutuhkan waktu 99 tahun untuk mencapai kesetaraan gender di tingkat global. Pandemi yang berdampak secara tidak proporsional bagi perempuan kini membuat dibutuhkan 135 tahun untuk mewujudkan kesetaraan gender. 

Aria Widyanto, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, mengatakan “Kami menyadari bahwa memberi kesempatan kepada perempuan untuk lebih sejahtera adalah sebuah lompatan untuk menciptakan kualitas pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan di Indonesia. Dengan menandatangani WEPs, Amartha ingin mengarusutamakan dan mengajak pelaku usaha dan perusahaan lain untuk bergabung bersama kami dalam mendorong kesetaraan gender dan menjadi bagian dari komunitas WEPs.”

Selama sebelas tahun berdiri, Amartha terus memberdayakan perempuan di tempat usaha dan komunitas. Dalam operasionalnya, setiap mitra usaha yang ingin mengajukan pembiayaan wajib membentuk kelompok yang terdiri dari 10-20 orang. Kelompok tersebut kemudian disebut sebagai majelis. Di dalam majelis ini, para mitra akan mendapatkan pendampingan dan konsultasi usaha secara rutin setiap minggunya bersama tim Business Partner Amartha.

Amartha juga memberikan pelatihan usaha dan pelatihan keuangan agar mitra usaha mandiri dan terampil dalam mengelola pendapatan untuk keluarganya, serta bangkit dari krisis di masa pandemi.

Tak sampai disitu, Amartha juga memberikan layanan cek kesehatan secara gratis dan pembangunan sarana sanitasi dan kesehatan. Hal ini didasari bila mitra atau keluarganya sakit, maka akan berpengaruh kepada usaha dan keuangan mereka. Beberapa pelatihan yang telah diberikan yaitu pelatihan alternatif usaha, modul kewirausahaan, dan modul mengelola keuangan. 

Berdasarkan Laporan Akuntabilitas Sosial Amartha tahun 2019, 25% mitra Amartha dapat merekrut satu atau lebih orang ke dalam usahanya. Artinya, ada tambahan 87.000 orang ke dalam angkatan kerja informal yang berkontribusi pada pendapatan keluarga mereka dan 75% di antaranya adalah perempuan yang bekerja di sektor grosir kecil.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Moms, Ini Lho Perkiraan Biaya Imunisasi Si Kecil

Buat bayi, imunisasi adalah hal yang sangat penting didapat mengingat daya tahan tubuhnya masih sangatlah lemah. Sebagai informasi, imunisasi merupakan cara meningkatkan...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...