Amartha Turut Menyukseskan Sosialisasi Fintech bersama OJK di Manado

0
84
Fintech Days 2018 di Manado
Dari Ki-Ka, VP of Marketing Amartha, Fadilla Tourizqua Zain, VP of Amartha, Aria Widyanto, Kepala OJK Sulut Gorontalo Malut, Elyanus Pongsoda dan Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi.

Manado​- Amartha turut mensukseskan sosialisasi fintech bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 8-9 Agustus 2018 di Fintech Days 2018, Ballroom Four Points Hotel, Manado.

Pada Maret lalu, Amartha ikut mensosialisasikan fintech bersama OJK di Fintech Days 2018, Medan. Acara ini diselenggarakan oleh OJK dan Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech). Dalam acara ini, Amartha memperkenalkan platform peer-to-peer (P2P) lending sebagai salah satu penghubung antara pendana dengan peminjam secara daring dan penandatanganan Pedoman Perilaku Layanan Pinjam Meminjam Daring yang Bertanggung Jawab atau Code of Conduct for Responsible Lending. Berdiri sejak 2010 sebagai microfinance yang fokus mendanai serta memberikan pelatihan bisnis kepada pengusaha mikro perempuan. Seiring dengan perkembangan teknologi keuangan, Amartha menjelma menjadi teknologi finansial (tekfin) pada 2016.

Pengalaman melayani segmen mikro sejak 2010 sebagai koperasi membuat Amartha lebih matang dalam melahirkan produk keuangan digital. Sebagai tekfin, Amartha membuka akses
pendanaan pada sektor mikro bagi pendana urban, serta pendanaan bagi perempuan
pengusaha mikro pedesaan. Karakter produk Amartha yang tepercaya, menguntungkan, dan
berdampak sosial, menjadi alasan pertumbuhannya yang cukup pesat dari segi bisnis.

Vice President of Amartha, Aria Widyanto mengatakan, pada 2016, Amartha bertransformasi
menjadi teknologi finansial (tekfin) dan mulai menggunakan platform P2P lending. Dengan
platform P2P ini, rata-rata penghasilan mitra Amartha (pengusaha mikro perempuan) naik dari Rp. 2,5 juta di tahun 2016 menjadi Rp. 3,5 juta di tahun 2017. Pada 2017, lima dari 10 mitra berada diatas garis kemiskinan.

“Amartha terus berkomitmen terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan warga di pelosok desa. Meskipun, bukanlah hal yang sederhana dan mudah. Namun, itulah yang
justru menjadi semangat tim Amartha menjalankan aktivitasnya sehari-hari,” kata Aria di Manado, Rabu (8/8) pagi.

Dari Ki-Ka, Kepala OJK Sulut Gorontalo Malut, Elyanus Pongsoda, Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi, VP of Marketing Amartha, Fadilla Tourizqua Zain, dan VP of Amartha, Aria Widyanto

Saat ini, Amartha terus membuka kolaborasi tekfin dengan lembaga keuangan maupun perbankan. Sebelumnya, Amartha telah bekerja sama dengan Bank Permata, Bank Mandiri dan
Mandiri Tunas Finance. Baru-baru ini, perusahaan yang didirikan oleh Andi Taufan Garuda Putra ini telah menandatangani MOU dengan beberapa BPR di Jawa Timur. Hal ini sejalan dengan OJK yang mendorong sinergi BPR dengan tekfin. “Sinergi ini dapat membantu kita dalam pengentasan kemiskinan, partisipasi perempuan dalam pembangunan dan pengurangan ketimpangan pendapatan di pedesaan,” kata Aria.

Aria menjelaskan sebagian besar para pengusaha mikro perempuan ini berusia 21-60 tahun yang memerlukan pendanaan untuk memulai atau mengembangkan usaha rumahan. Amartha sendiri tidak hanya menyalurkan pendanaan tetapi juga pelatihan literasi keuangan. “Mitra Amartha ini di pelosok desa dan untuk menjangkau mereka, Amartha memiliki jaringan tim lapangan yang akan berkeliling mengendarai sepeda motor dan memberikan pelayanan serta pelatihan kepada kelompok-kelompok di wilayah kerjanya,” ungkap Aria.

Seiring dengan berkembangnya jangkauan Amartha di pulau Jawa. Pertumbuhan mitra Amartha terus berkembang dari hanya menyalurkan pinjaman kepada 190 mitra pada 2010. Pada 2015, Amartha mampu menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 17.733 mitra. Pertumbuhan mitra terus merangkak naik hingga 70.446 mitra pada 2017. Pada awal Agustus 2018, Amartha telah menyalurkan pendanaan kepada 117.857 mitra

“Bermula di desa Ciseeng Bogor pada tahun 2010, Amartha kini telah berkembang dan melayani di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kami akan terus mengembangkan daerah jangkauan kami ke seluruh Indonesia, dan pintu kolaborasi selalu terbuka bagi komunitas, institusi, perseorangan, maupun pemerintah,” tutup Aria.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here