Sepenggal Kisah dari Lapangan: Selai Stawberry Penambah Rezeki

|

|

|


Dalam mendukung pemulihan ekonomi pelaku usaha mikro di pedesaan, Amartha berkolaborasi dengan Seroja Bakery melakukan pelatihan kepada 20 mitra usaha Amartha di daerah Pasir Jambu dan Pangalengan, Jawa Barat.

Adapun pelatihan yang dilaksanakan berupa pengolahan buah-buahan agar dapat menjadi produk yang memiliki nilai tambah, dalam hal ini pembuatan selai strawberry. Jumlah produk yang dihasilkan dalam satu kali pengolahan sekitar 30-50 botol selai. 

Aktivitas pelatihan usaha ini dilakukan untuk mengembangkan kemampuan mitra Amartha dalam mengolah produk dengan lebih baik sehingga diharapkan dapat menambah keahlian dan pendapatan akibat pandemi Covid-19. Pelatihan melibatkan mitra usaha yang memiliki usaha di sektor pertanian agar hasil panen dapat dimanfaatkan menjadi produk yang tahan lama.

Salah satu mitra Amartha yang menerima pelatihan ini adalah Ibu Lilis. Ia merupakan pemilik kebun strawberry di rumahnya. Setiap panen, Ibu Lilis hanya menjual hasil panennya dalam bentuk buah utuh. Dengan partisipasinya dalam pelatihan ini, Ibu Lilis mengaku mendapatkan pengalaman dan kemampuan baru untuk meningkatkan usahanya.

Mengingat pelatihan masih berskala kecil dan juga adanya pembatasan berkerumun untuk memini, jumlah peserta masih dibatasi.

Ditemui beberapa hari setelah pelatihan, Ibu Lilis menyadari adanya peluang usaha baru dari buah strawberry. Ia mengaku banyak pelanggan menyukai selai buatannya dan mendapatkan banyak pesanan yang ia jual secara online. Pendapatan yang semula merosot kini perlahan-lahan kembali stabil dan cenderung meningkat. Selain Ibu Lilis, mitra Amartha lainnya yang menerima pelatihan pembutan selai adalah Ibu Rosalia bersama beberapa anggota majelisnya.

Menurut kacamata Anne, tim dari Seroja Bakery, pelatihan seperti ini penting untuk dilaksanakan karena sebenarnya ibu-ibu seperti Ibu Lilis dan Ibu Rosalia berkeinginan untuk tetap produktif, namun tidak ada fasilitas pembelajarannya.

Pelatihan ini dapat berperan menjadi knowledge resource untuk para ibu-ibu tersebut sehingga tetap semangat dan termotivasi di tengah pandemi sekaligus sambil didampingi oleh tim Seroja dan Amartha. 

Anne juga berharap bahwa program ini dapat terus berjalan dan dikembangkan lebih lanjut. Kedepannya, Anne ingin supaya Seroja bisa membentuk rumah pengolahan untuk mencakup lebih banyak peluang untuk memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya alamnya. Dengan demikian, impact yang dihasilkan bisa lebih besar dan berjangka panjang.

Tidak hanya Anne, Ibu Lilis dan Ibu Rosalia juga berharap adanya pelatihan usaha serupa untuk teman-temannya di sektor lain agar dapat menambah kemampuan, pendapatan, serta menciptakan dampak positif kepada sesama perempuan.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Tambah Marak, Ini Cara Laporkan Fintech Pinjaman Online Ilegal

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI), Tongam L Tobing menyatakan menghentikan 3.056 fintech pinjaman online ilegal. Hingga kini tercatat...