Dorong Kemajuan Ekonomi Indonesia, Amartha Salurkan Pembiayaan sampai 100 Miliar

2
52
Amartha Telah Salurkan Pendanaan Hingga 100 M

Jakarta, 26 Juli 2016 Usaha Mikro, kecil, dan Menengah (UMKM) adalah salah satu kunci penggerak ekonomi di Indonesia. Oleh karena itu berinvestasi untuk mendorong UMKM artinya mendorong kemajuan ekonomi Indonesia. Dan untuk mewujudkan hal tersebut, perlu ada sebuah teknologi microlending yang menghubungkan antara investor dan para pelaku UMKM.

Berkaitan dengan hal tersebut, Amartha sebagai penyedia jasa layanan Peer-to-peer Lending P2P (pinjam meminjam berbasis teknologi), menyelenggarakan sebuah acara Halal Bihalal dengan tema Teknologi yang Menjangkau Pelosok Nusantara. Selain bertujuan untuk menjalin komunikasi yang erat dengan media, dalam acara ini, Amartha juga mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dan berkontribusi mendorong unbanked people menjadi lebih berdaya melalui semangat inklusivitas.

Dalam Halal Bihalal kali ini, Amartha menghadirkan pembicara yang ahli dibidangnya, antara lain Andi Taufan Garuda Putra (CEO dan Founder Amartha), Eddi Danusaputro (CEO Mandiri Capital Indonesia), dan Dr. Muhammad Cholifihani, SE, MA (BAPPENAS).

Melalui kesempatan tersebut, Eddi Danusaputro, CEO Mandiri Capital Indonesia, menuturkan “Mandiri Capital Indonesia (MCI) senantiasa mendukung pertumbuhan inovasi Fintech melalui kolaborasi portfolio MCI dengan Bank Mandiri. Amartha, sebagai salah satu portfolio MCI diharapkan dapat bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk meningkatkan inklusi keuangan ke seluruh tanah air.”

Amartha yang didirikan oleh Andi Taufan Garuda Putra pada April 2010, telah mengukuhkan diri sebagai salah satu penyedia platform P2P Lending dengan tingkat Non-Performing loan (NPLs) 0%, dan mengklaim telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 38.000 mitra usaha kecil dan mikro di berbagai pelosok Indonesia, dengan total hingga 100 M.

Selain itu, mengerti keinginan masyarakat untuk berinvestasi dengan aman, Amartha telah resmi terdaftar di Direktorat Kelembagaan dan Produk IKNB (Industri Keuangan non Bank) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor regristrasi S-2491/NB.111/2017 sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Kehadiran Amartha di tengah masyarakat piramida terbawah sendiri, tentunya tidak hanya untuk menyediakan akses keuangan terjangkau, tetapi juga menyediakan berbagai program (hasil kolaborasi dengan lembaga lain) yang bertujuan untuk mendorong produktivitas dan kohesivitas komunitas masyarakat desa, misalnya program 1 KM Sajadah yang telah diinisiasi oleh Amartha pada Ramadhan lalu.

Melalui kontribusi para investor Amartha dan masyarakat luas, program berhasil mengumpulkan hingga 69 Juta Rupiah — setara dengan 1,115 Meter Sajadah. Hasil donasi didistribusikan kepada masjid dan musholla di berbagai pelosok pedesaan Indonesia.

Kalau masyarakatnya makin guyub, diharapkan semangat gotong royongnya jadi semakin baik. Tiap anggota masyarakat jadi tahu siapa dari sesamanya yang perlu dibantu.” Ungkap Andi Taufan Garuda Putra, CEO dan Founder Amartha.

Selain sebagai sarana Halal Bihalal, acara ini diharapkan mampu memberikan informasi mengenai peran inovasi teknologi dalam memberikan akses keuangan terjangkau. Dari acara ini peserta diharapkan mendapatkan wawasan lebih mendalam mengenai fintek, khususnya Amartha dan berkontribusi untuk pelaku UMKM dengan berinvestasi. 

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here