Amartha Raih Penghargaan dari UN Capital Development Fund

Amartha Raih Penghargaan dari UN Capital Development Fund

SINGAPURA-Amartha meraih penghargaan dari UN Capital Development Fund (UNCDF) sebagai startup keuangan yang inovatif dalam mengatasi kesenjangan inklusi keuangan dan meningkatkan partisipasi perempuan di ekonomi.

“Kami berterima kasih dan bangga atas penghargaan yang diberikan UN Capital Development Fund. Suatu pencapaian luar bisa kami bisa meraih penghargaan ini,” kata Vice President of Amartha, Aria Widyanto di Singapore Fintech Festival, Singapura, Kamis (15/11) pagi.

UNCDF merupakan lembaga investasi modal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). UNCDF memberikan penghargaan ini terhadap Amartha atas perannya dalam mengurangi tingkat kemiskinan serta turut memajukan ekonomi di desa. Amartha akan mendapatkan pendanaan UNCDF.

Aria menjelaskan, pertumbuhan pembiayaan modal kepada pengusaha mikro perempuan di desa terus meningkat. Jika pada 2017 Amartha berhasil menyalurkan Rp. 225 miliar permodalan kepada 70.977 pengusaha mikro perempuan. Kini, pada November 2018, mereka berhasil menyalurkan Rp 652 miliar permodalan kepada 156.000 pengusaha mikro perempuan. “Saat ini ada sekitar 69,69% berasal dari sektor perdagangan, peternakan 4,79%, pertanian 7,65%, jasa 3,31%, dan di bidang non-produktif sebesar 5,01%,”ujar Aria.

Aria menuturkan, Amartha sejak awal berdiri pada 2010 sebagai microfinance, kemudian menjadi fintech peer to peer lending (p2p lending) pada 2016, tetap berkomitmen terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan warga di pelosok desa. Amartha turut membantu mencapai Sustainable Development Goals yang telah ditentukan oleh PBB melalui pilar pengentasan kemiskinan, partisipasi perempuan dalam pembangunan dan mengurangi ketimpangan pendapatan di pedesaan. “Kolaborasi dan kerja keras bersama masih diperlukan untuk bisa mencapai target Sustainable Development Goals pada tahun 2030, menuju bangsa berperadaban maju dan merata,”tuturnya.

Aria menuturkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi keuangan (SNLIK) yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2016, menemukan bahwa indeks inklusi keuangan Indonesia baru mencapai 67,82%. Ini menunjukan bahwa masih terdapat lebih dari 30 persen masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses keuangan, khususnya masyarakat prasejahtera yang sebagian besar tinggal di wilayah pelosok pedesaan.

“Dengan menghubungkan pendana yang sebagian besar tinggal di perkotaan dengan mitra usaha prasejahtera di pelosok desa, Amartha sebagai fintech yang terpercaya dan aman telah menempatkan diri sebagai perantara untuk membantu pendana yang ingin memberikan pendanaan untuk kebaikan kepada mitra usaha perempuan di pelosok desa yang bertekad untuk meningkatkan taraf hidup keluarga. Kami juga ingin agar semakin banyak perempuan tangguh yang berhasil mandiri secara ekonomi,” ucapnya.

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
GOOGLE
GOOGLE
https://blog.amartha.com/amartha-raih-penghargaan-dari-un-capital-development-fund">
LINKEDIN
%d bloggers like this: