Amartha dan Bank Permata Gelar Perempuan Pencipta Perubahan 2019

Amartha bekerja sama dengan Bank Permata mengelar Perempuan Pencipta Perubahan di Gandaria City Hall. Ini merupakan rangkaian program acara Unite For Education (UFE )Sustainability Forum 2019. Kedua perusahaan ini mempunyai misi yang sama, untuk memberdayakan perempuan Indonesia dengan cara memberi modal dan pendampingan usaha.

“Acara ini sebagai wujud kolaborasi Bank Permata – Amartha yang kesekian kalinya. Kami buat sebagai wadah untuk mencari ide baru, berkolaborasi dan memotivasi perempuan Indonesia untuk lebih berdaya dan ikut menggerakkan roda perekonomian Indonesia”, kata Ridha DM Wirakusumah, Direktur Utama Bank Permata, di sela-sela acara. 

Ini adalah kali keduanya PermataBank mengadakan UFE Sustainability Forum dengan format yang berbeda. Pasalnya, setelah sukses menggelar Perempuan Tangguh Amartha pada tahun 2018. Kini, Amartha kemabli menggelar Perempuan Tangguh dengan nama baru bernama Perempuan Pencipta Perubahan 2019. Ini merupakan apresiasi Amartha terhadap para pelaku usaha mikro perempuan yang berhasi membangun usahanya dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Acara ini sebagai wujud kolaborasi Bank Permata – Amartha yang kesekian kalinya. Kami buat sebagai wadah untuk mencari ide baru, berkolaborasi dan memotivasi perempuan Indonesia untuk lebih berdaya dan ikut menggerakkan roda perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Amartha Sejahterakan dan Berdayakan Perempuan di Pedesaan

Setelah memilih 10 nominasi Perempuan Pencipta Perubahan 2019, Kini telah terpilih ketiga perempuan yang berasal dari desa di Bogor, Indramayu, dan Bantul. Di antaranya terdapat Ibu Marnah yang bergabung sejak tahun 2012, dan kini sudah dipercaya Amartha untuk mengelola dana sebesar Rp7 juta. Dari dana tersebut, Ibu Marnah yang tadinya hanya memiliki usaha rempeyek, kini sudah bisa mengembangkan usahanya hingga menjadi katering, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.       

CEO Amartha Fintek, Andi Taufan Garuda Putra yang juga menjadi pembicara menambahkan bahwa Perempuan Tangguh Amartha ini menjadi cerminan perempuan di desa, yang kini punya peran besar dalam pembangunan Indonesia. “Mereka tidak menyerah meski dengan segala keterbatasan. Dengan akses modal dan pengetahuan dari fintech seperti Amartha, bisa membuka usaha baru yang menjadi penggerak ekonomi desa, sekaligus sumber penghidupan keluarga,” ucap Taufan.

Nurhayati Subakat, pendiri PT Paragon Technology Innovation, perusahaan kosmetik Wardah mengatakan, perempuan Indonesia tidak boleh pantang menyerah, apalagi kini bisa lebih mudah mendapat modal usaha dengan adanya fintech seperti Amartha. Motivasi dari pendiri Wardah ini disampaikan Nurhayati kepada tiga Perempuan Tangguh Amartha yang terpilih dari ratusan ribu mitra usaha Amartha yang tersebar di 4.100 desa di seluruh Indonesia. 

“Sebelum Wardah besar seperti sekarang ini, dulu saya mulai dengan membuat produk kosmetik sendiri, sambil berkeliling antar salon menawarkan produk. Malah pabrik sempat terbakar, tapi saya tidak jadi menyerah setelah ingat akan nasib karyawan yang bergantung pada saya,” terang Nurhayati Subakat.

Baca Juga: Inilah 10 Mitra Amartha Nominasi Perempuan Pencipta Perubahan 2019

Acara ini menampilkan beberapa sesi seperti Conference Sessions, Master Classes, Collaboration Mini Stage (Ruang Temu), dan Community Expo dengan para pembicara inspiratif yang memiliki keahlian di bidangnya. 

Sesi Conference  dan Master Class tahun ini menampilkan para pembicara kenamaan seperti Founder Amartha Andi Taufan Garuda Putra, Angkie Yudistia (CEO Thisable), Nurhayati Subakat (CEO Wardah Cosmetics). Sedangkan untuk Ruang Temu, sebuah Collaboration Mini Stage, para komunitas diberikan kesempatan menyampaikan ide, pengalaman, dan pengetahuan yang dapat menginspirasi terbentuk sebuah kolaborasi antar komunitas.  Para pengunjung juga dapat melihat kegiatan para komunitas dalam Community Expo.

Please follow and like us:
FACEBOOK
FACEBOOK
LINKEDIN
%d bloggers like this: