Amartha dan Bank Indonesia Berikan Pelatihan Kepada Ibu-Ibu Kepulauan Seribu

0
136
Amartha dan Bank Indonesia Berikan Pelatihan Kepada Ibu-Ibu Kepulauan Seribu

Amartha bersama Bank Indonesia memberikan pelatihan kepada ibu-ibu produsen pengolah makanan khas dari Kepulauan Seribu. Acara ini digelar untuk meningkatkan pengetahuan tentang akses keuangan melalui financial technology (fintech) peer to peer (p2p) lending.

Para peserta yang terdiri dari 40 pelaku usaha UMKM ini merupakan hasil binaan Bank Indonesia, STP Sahid dan Gerakan Seribu sejak 2016. Relationship Manager Amartha, Arsyadamar Budimansyah atau yang akrab disapa Damar memberikan materi literasi keuangan dalam acara berjudul “Program Pengembangan Ekonomi Lokal Kepulauan Seribu” di Ancol, Kamis (6/9) malam.

“Fintech merupakan produk inovasi di bidang teknologi yang ditujukan untuk memperbaiki layanan keuangan konvensional. Jenis-jenis fintech beragam dan semuanya membangun  teknologi untuk dapat memberikan solusi yang lebih cepat, lebih aman dan lebih efisien daripada layanan keuangan konvensional melalui perbankan atau lembaga keuangan lainnya,” kata Damar.

Damar menjelaskan salah satu jenis fintech yang dapat membangun ekonomi UMKM yakni peer to peer lending. P2p lending memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mendapatkan pinjaman kepada UMKM. Ini karena, pendana dapat memberikan dana pinjaman kepada pelaku usaha UMKM secara daring melalui platform fintech P2P lending.

“Fintech diharapkan dapat mengurangi biaya transaksi, menjangkau lebih jauh ke pelosok-pelosok desa sehingga meningkatkan inklusi keuangan dan mendorong perekonomian melalui akses keuangan yang lebih mudah dan cepat,” jelas Damar.

Amartha dan Bank Indonesia Berikan Pelatihan Kepada Ibu-Ibu Kepulauan Seribu
Relationship Manager Amartha, Arsyadamar Budimansyah atau yang akrab disapa Damar memberikan materi literasi keuangan dalam acara berjudul “Program Pengembangan Ekonomi Lokal Kepulauan Seribu” di Ancol, Kamis (6/9) malam.

Dengan menghubungan pendana yang sebagian besar tinggal di perkotaan dengan pelaku usaha UMKM, Amartha menempatkan diri sebagai perantara untuk membantu pendana yang ingin melakukan pendanaan untuk kebaikan dengan pelaku usaha perempuan di pelosok desa yang bertekad untuk meningkatkan taraf hidup keluarga mereka. “Platform peer-to-peer memungkinkan sumber pendanaan yang lebih terbuka dan demokratis, sehingga menciptakan kesempatan yang lebih besar bagi mitra usaha di desa untuk mendapatkan pendanaan yang terjangkau,” ujar Damar.

Di Indonesia, fintech mempunyai potensi yang sangat besar. Pasalnya, Indonesia memiliki populasi yang sangat besar yakni lebih dari 250 juta penduduk. Selain itu, pasar kelas menengah sangat besar serta sebagian besar generasi milenial sangat familiar dengan teknologi.  “Yang belum terlayani perbankan juga masih besar, sehingga potensi pendanaan maupun aksesibilitas layanan keuangan masih terbuka lebar. Di segmen mikro di pelosok-pelosok desa, masih terdapat potensi 68 juta pengusaha yang belum pernah bersentuhan dengan bank. Jika dilihat sebagai potensi pendanaan, maka nilainya bisa lebih besar dari Rp. 4 ribu triliun,” ucap Damar.

Selain itu, Damar pun memberikan materi tentang cara mengelola keuangan. Dia berharap ibu-ibu juga mulai peduli dengan pengelolaan keuangan. Dia berpesan agar mulai melakukan perencaaan keuangan dari sekarang. “Buat anggaran yang disusun untuk seluruh kebutuhan pembayaran, kebutuhan keluarga dan rencana masa depan,” tutup Damar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here