//

Amartha Berhasil Berdayakan 200.000 Pengusaha Mikro Perempuan

Awal Maret 2019, Amartha berhasil memberdayakan 200 ribu pengusaha mikro perempuan dengan pendanaan yang tersalurkan sebesar Rp 900 miliar.

Pada  2018, lebih dari 167.000 perempuan pelaku usaha mikro di pelosok Indonesia telah diberdayakan. Mitra usaha Amartha meningkat 117% dari tahun 2017 yang mencapai lebih dari 70.000 mitra.

Peningkatan ini tak terlepas dari kepercayaan para pelaku usaha mikro kepada Amartha. Amartha memberikan edukasi keuangan serta sistem tanggung renteng yang telah berlansung sejak 2010. Saat ini, Amartha telah menjangkau seluruh pulau Jawa. Amartha akan melebarkan sayap hingga keluar pulau Jawa pada pertengahan tahun 2019.

Salah satu pemenang perempuan tangguh 2018, Ade Sholihah menurutkan bahwa dirinya terbantu dengan dana usaha yang didapatnya dari Amartha. Ade mengakui saat ini sudah mendapatkan modal sebesar Rp 7 juta. Pemberian modal dari Amartha terus bertambah setiap tahun. “Karena saya termasuk ibu yang tidak pernah menunda pembayaran. Petugas Amartha juga sopan dan ramah. Mereka turut membantu saya dalam membangun bisnis ini. Waktu pertama kali masuk Amartha mendapatkan pendanaan sebesar Rp 3 juta dan sekarang terus bertambah pendanaanya setiap tahun,” ucapnya.

Cerita 10 Perempuan Tangguh Amartha

Ibu Ade Sholihah, Pemenang Perempuan Tangguh 2018

Ade merupakan salah satu perempuan tangguh di fintech terpercaya Amartha yang terus berjuang untuk meningkatkan ekonomi keluarganya. Dengan berusaha, dia mampu menyekolahkan anaknya hingga mendapatkan gelar sarjana. Impian dan semangat Ibu Ade menular kepada ibu-ibu di Tanjungsiang, Subang, Jawa Barat. Semangat itu pula yang ikut ditularkan kepada Amartha untuk terus memajukan ekonomi di desa.

Founder dan CEO Amartha, Andi Taufan Putra mengatakan, Amartha berusaha agar para pelaku usaha mikro mendapatkan akses layanan keuangan yang mumpuni. Para pengusaha mikro perempuan Amartha berasal dari pedesaan yang sulit mendapatkan pendanaan usaha. Ini karena, mereka berada di pelosok daerah yang sulit mendapatkan layanan perbankan maupun lembaga keuangan konvensional lainnya.

Mitra usaha Ratna Nurhayati (48) serta CEO dan Founder PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) Andi Taufan Garuda Putra saat Press Conference #Amartha8eyond di Conclave, Wijaya, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Amartha membuka cabang di beberapa daerah agar dapat menjangkau para pelaku usaha mikro tersebut. Saat ini, sektor perdagangan masih mendominasi pendanaan di Amartha. “Ada sekitar 69,69 persen berasal dari sektor perdagangan, peternakan 4,79 persen, pertanian 7,65 persen, jasa 3,31 persen, dan di bidang non-produktif sebesar 5,01 persen,” ujarnya.

Mereka tidak memiliki kelayakan untuk mendapatkan pinjaman dari perbankan, baik karena tidak mempunyai jaminan, tidak memiliki surat-surat izin usaha resmi, riwayat kredit serta persyaratan administratif perbankan lainnya.

Mitra Amartha ini di pelosok desa dan untuk menjangkau mereka, Amartha memiliki jaringan tim lapangan yang akan berkeliling mengendarai sepeda motor dan memberikan pelayanan serta pelatihan kepada kelompok-kelompok di wilayah kerjanya.

 

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
LINKEDIN
%d bloggers like this: