Amartha Bentangkan 1 KM Sajadah untuk Masyarakat Pelosok Indonesia

0
25

Jakarta, 19 Juli 2017 —Amartha, perusahaan teknologi finansial penyedia layanan peer-to-peer lending untuk pengusaha mikro, menginisiasi program 1 KM Sajadah yang berlangsung selama 30 hari di bulan Ramadhan lalu.

Amartha mengumpulkan donasi melalui penggalangan dana online di website amartha.com dan platform donasi Kitabisa. Bersama para investor Amartha dan kontribusi masyarakat luas, program ini mengumpulkan total dana 69 Juta Rupiah — setara dengan 1,115 Meter Sajadah. Hasil donasi didistribusikan kepada masjid dan musholla di berbagai pelosok pedesaan Indonesia.

Rumah ibadah menjadi salah satu pusat aktivitas penduduk yang hidup di pelosok Indonesia. Dari para peminjamnya, Amartha melihat bahwa menyamankan rumah ibadah tidak hanya berdampak pada kenyamanan beribadah, namun juga mampu merekatkan kerjasama dan kolaborasi di masyarakat. “Kalau masyarakatnya makin guyub, diharapkan semangat gotong royongnya jadi semakin baik. Tiap anggota masyarakat jadi tahu siapa dari sesamanya yang perlu dibantu.” Ungkap Andi Taufan Garuda Putra, CEO dan Founder Amartha.

Semangat gotong royong memang menjadi kunci suksesnya Amartha selama 7 tahun berjalan. Sejak 2010, perusahaan yang awalnya berbentuk Lembaga Keuangan Mikro ini menerapkan sistem kelompok pada mitra mereka (Group Lending). Pengusaha mikro bisa mendapatkan pemodalan usaha tanpa agunan, jika mereka tergabung dalam sebuah kelompok. “Kita menyebutnya majelis. Satu majelis isinya 15 – 25 orang. Mereka yang pilih sendiri anggotanya, karena mereka inilah yang akan membantu satu sama lain jika ada anggotanya yang mengalami kesulitan angsuran,” jelas Taufan lagi.

Sistem tolong menolong dalam kelompok ini memberlakukan sistem tanggung-renteng atau patungan, untuk menalangi kesulitan angsuran anggotanya. Sistem ini mampu menjaga tingkat Non-Performing Loan di Amartha bertahan di 0% selama 7 tahun berturut-turut.

Amartha Donasi Sajadah #1KMSajadah
Salah Satu Perwakilan Pengurus Mushola di DesaCiseeng, Bogor.

Hasil donasi sajadah ini akan didistribusikan selama bulan Juli 2017 di pelosok Jawa Barat (Kabupaten Bogor, Subang, dan Bandung), hingga Jawa Timur (Kab. Mojokerto). Proses pembagian sajadah dilakukan bertahap setiap minggunya, yang pertama adalah Desa Ciseeng, Bogor. “Alhamdulillah pengajian di Masjid semakin nyaman karena dulu kalau buat sholat jamaah banyak yang gak kebagian sajadah. Semoga dapat menjadi semangat saya dan masyarakat di sini untuk dapat beribadah lebih giat lagi.” ujar Dedeh, pemilik warung kelontong yang juga salah satu masyarakat di Desa Ciseeng.

Amartha berkomitmen untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat piramida terbawah Indonesia, tidak hanya di sektor pelayanan keuangan namun juga di bidang lain yang berdampak meningkatkan produktivitas masyarakat. Gerakan ini menjadi langkah kecil, sebuah pemacu untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak guna merancang program sosial yang lebih luas lagi. “Mendorong inclusiveness memang tidak bisa sendiri. Amartha siap berkolaborasi.” Tutup Taufan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here