Amartha: Alternatif Pendanaan Sektor Maritim Melalui Platform Fintech

JAKARTA – Vice President Amartha, Aria Widyanto mengatakan financial technology (fintech) atau teknologi finansial (tekfin) merupakan salah satu jawaban dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Ini karena, lebih dari 20 juta orang masih hidup dalam garis kemiskinan.

Dalam kesempatan itu, Aria mengatakan platform tekfin dapat menjadi alternatif pendanaan sektor maritim. Hal ini memudahkan pengusaha mikro mendapatkan dana. Saat ini, Amartha telah menyalurkan pendanaan sebesar Rp 300 miliar kepada 94.000 pengusaha mikro yang telah terberdayakan. 100 persen pengusaha mikro merupakan ibu-ibu pedesaan.

“Mereka kebanyakan tinggal di pelosok desa. Dan kami berkomitmen dengan masalah itu pada micro lending. Tujuannya agar mereka punya akses lebih setara dalam ekonomi, meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan garis kemisikinan,” kata Aria saat menjadi pembicara dalam Young Entrepreneurs Maritime Symposium 2018 di Hotel Millenium Sirih, Jakarta, belum lama ini.

Amartha adalah perusahaan tekfin yang bergerak dalam platform peer-to-peer lending. Dengan P2P lending, Amartha menghubungkan pendana yang berada di kota untuk menyalurkan pendanaan kepada ibu-ibu pengusaha mikro pedesaan. Jangkauan Amartha hingga ke pelosok daerah yang belum tersentuh layanan perbankan konvensional, membuka peluang bagi para pelaku usaha mikro mendapatkan akses pendanaan yang lebih mudah. “Mereka (pengusaha mikro)  ternak ikan di kolam ikan, mereka mengelola pertanian ataupun perikanan di segmen sangat-sangat mikro. Meminjam bisa Rp 3,5 juta,” ujarnya

Melalu sistem ini, lanjut Aria, perusahaan yang berdiri sejak 2010 ini ingin agar pengusaha mikro tidak terlalu lama menunggu kucuran dana dari pemberi dana. Ini karena, mereka telah memiliki sistem teknologi yang mampu mempersingkat waktu hingga 30 menit. “Kalau mendapatkan dana di koperasi bisa tiga minggu atau satu bulan untuk di approve tapi dengan teknologi yang kita gunakan dapat mempersingkat hingga 30 menit. Ini yang kita coba bangun di Amartha,” terangnya.

YMES_Amartha

JAKARTA – Vice President of Amartha Aria Widyanto (ketiga dari kanan) bersama para pengusaha sektor maritim, perbankan serta panitia YEMS 2018 di Hotel Millenium Sirih, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain itu, Amartha juga lebih transparan, aman dan efisien dengan platform ini. Pasalnya, mereka telah menggunakan credit scoring, memanfaatkan jaringan SSL tersertifikasi, sistem pembayaran yang digunakan Amartha juga bekerjasama dengan Veritrans. Perusahaan yang beralih menjadi fintech pada 2015 ini juga telah terdafttar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan, mereka telah bekerjasama dengan Jamkrindo untuk penjaminan (Kafalah) pendanaan usaha (kelompok) bagi pengusaha mikro.

“Jadi di platform yang kita bangun ini fungsinya mirip seperti e-commerce. Bedanya, kalau e-commerce misalnya untuk beli sepatu. Sementara kita (Amartha) bisa “belanja” pengusaha mikro. Misal, Anda ingin mendanai ibu di Banyumas, tinggal klik saja, lihat berapa bagi hasilnya, kemudian pilih ibu tersebut. Semua terlihat di platform kami secara transparan,” jelas Aria.

Dengan mengadopsi sistem pendanaan berkelompok dan tanggung renteng, terang Aria, Amartha juga memiliki tim lapangan untuk mendampingi dan mengedukasi para mitra usaha di desa serta menjembatani mereka dengan dunia teknologi keuangan digital. “Tidak hanya memberikan pendanaan, kita juga mementingkan pendidikan bagi mitra usaha. Lebih dari 300 orang mendampingi mereka. Kami mendidik bagaimana mengelola keuangan dengan baik. Lalu, ada bussiness coach dari petugas kami,” ujar Aria.

Amartha turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pilar pengentasan kemiskinan, partisipasi perempuan dalam pembangunan dan pengurangan ketimpangan pendapatan di pedesaan. “Berkomitmen terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan warga di pelosok desa bukanlah hal sederhana dan mudah. Kolaborasi dan kerja keras masih diperlukan untuk bisa mencapai target SDG’s pada 2030, menuju bangsa berperadaban maju dan merata,” tutup Aria.

Penyelenggaraan simposium ini digelar untuk interaksi dan sinergi antara Pemerintah, akademisi, serta pebisnis muda Indonesia di bidang kelautan. Selain Amartha, beberapa perusahaan turut menjadi pembicara seperti perusahaan ikan hias hingga perbankan. “Harapannya, agar menyelaraskan visi dan mensinergikan aksi Pemerintah dan pemuda dalam membangun sektor kelautan Indonesia demi mewujudkan visi poros maritim dunia,” kata Deputi bidang Kedaulatan Maritim, Arif Havas Oegroseno saat menjadi pembicara pembuka dalam simposium tersebut.

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
GOOGLE
GOOGLE
https://blog.amartha.com/amartha-alternatif-pendanaan-sektor-maritim-melalui-platform-fintech">
LINKEDIN
%d bloggers like this: