8 Instrumen Investasi Syariah, Mana yang Lebih Bagus?

0
287
Ilustrasi instrumen syariah. sumber: www.istockphoto.com
Ilustrasi instrumen syariah. sumber: www.istockphoto.com

Instrumen investasi syariah saat ini sudah bervariasi. Bertambahnya instrumen tersebut tentu saja menarik banyak peminat, khususnya mereka yang sangat memegang betul prinsip-prinsip atau syariat Islam dalam berkehidupan. 

Apakah kamu adalah salah seorang yang berprinsip demikian? Jika iya, maka sekarang bukan saatnya ragu-ragu lagi untuk berinvestasi, karena instrumen investasi yang sesuai syariat Islam sudah tersedia semakin banyak. Ingin tahu apa saja? Jangan lewatkan artikel satu ini!

Instrumen Investasi Syariah yang Bisa Dicoba

Beragam instrumen instrumen investasi syariat Islam dapat kamu pilih, dari properti syariah, reksa dana syariah, deposito syariah, hingga peer to peer lending syariah. Di bawah ini merupakan poin-poin dan penjelasan masing-masing instrumen tersebut:

1. Properti Syariah

Investasi properti merupakan suatu hal yang tidak akan pernah mati. Jadi, peminatnya akan selalu ada, karena harga properti yang terus melonjak dan investasi menggunakan instrumen ini sangat minim risiko. 

Instrumen investasi properti syariah contohnya rumah, kost, kondominium, apartemen, dan sejenisnya dapat kamu beli menggunakan KPR syariah dengan akad sesuai syariat Islam yang ditentukan apakah untuk disewakan atau kebutuhan tinggal. 

Nah, sebelum bertransaksi, kamu sebaiknya memperhatikan terlebih dahulu legalitas serta keabsahan dokumen yang diberikan developer atau pemilik properti. Lakukan penelusuran juga tentang seluk beluk properti sebelum bertransaksi.

2. Reksa Dana Syariah

Ini merupakan instrumen atau produk pasar modal syariah. Berbeda dari reksa dana konvensional, reksa dana syariah mengizinkan akad muamalah atau jual-beli dan bagi-hasil, dengan kata lain yaitu mudharabah atau musyarakah

Selain itu, dalam reksa dana syariah juga ada banyak maslahat, contohnya untuk memajukan perekonomian, memberi keuntungan satu sama lain dengan menekan risiko sekecil mungkin dalam pasar modal, dan lain sebagainya. 

Dalam reksa dana syariah, perusahaan manajemen aset bisa menugaskan manajer investasi untuk melakukan pengelolaan modal investasi dengan ‘produk’ syariah lewat mengalokasikan dana pada produk contohnya obligasi syariah, dan lainnya.

3. Deposito Syariah

Sebagai instrumen investasi syariah yang dikeluarkan oleh perbankan syariah, deposito ini ditujukan untuk digunakan tanpa diikuti penerapan sistem riba. Untuk akadnya sendiri yakni mudharabah dan keuntungan diperoleh dengan bagi hasil.

Umumnya, nisbah atau bagi hasil investasi syariah satu ini yakni 40% untuk perbankan syariah dan 60% untuk nasabah. Dana investasi sendiri akan diatur dan dikelola oleh perbankan syariah sesuai hukum atau syariat Islam tanpa riba.

4. Sukuk Negara Syariah

Selain reksa dana syariah, ini juga merupakan salah satu instrumen pasar modal syariah. Jadi, sukuk negara syariah merupakan investasi syariah dalam bentuk surat berharga negara yang dikeluarkan berdasarkan hukum atau syariat Islam. 

Baca Juga: Peran Keuangan Syariah untuk Pemulihan Ekonomi Indonesia

5. Obligasi Syariah

Instrumen satu ini biasanya dikeluarkan oleh suatu perusahaan sebagai usaha untuk meningkatkan modal atau kas dengan mengembalikan perhitungan berdasarkan bagi hasil dan tidak mengandalkan riba. Akadnya sendiri bisa mudharabah atau ijarah.

6. Emas

Emas merupakan juga instrumen dari investasi syariah sejak zaman dahulu. Menyesuaikan syariat Islam, emas ditransaksikan dengan benda berwujud. Dengan begitu, risiko riba bisa sangat rendah dalam setiap kegiatan jual belinya.

7. Saham Syariah

Berbeda dengan saham konvensional, saham syariah mempunyai bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang aktivitasnya tidak bertentangan dengan hukum atau syariat islam. Tentu saja instrumen ini tidak memiliki unsur judi asal untuk jangka panjang.

8. Peer to Peer Lending Syariah

Sistem investasi syariah OJK ini menggunakan bagi hasil menyesuaikan akad yang sudah disepakati. Sejumlah akad yang umum digunakan dalam instrumen ini adalah wakalah bil ujrah, mudharabah muqayyadah, dan musyarakah.

Demikianlah pembahasan seputar 8 macam instrumen investasi syariah. Tertarik dengan investasi peer to peer lending? Yuk, gabung di microfinance marketplace Amartha dengan menjadi lender. Cuma dengan investasi mulai dari Rp 100.000 aja, kamu bisa dapatkan keuntungan imbal hasil hingga 15% flat per tahun!

Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here