7 Negara Dengan Inflasi Tertinggi di Dunia. Indonesia Ada?

0
98
Ilustrasi inflasi. sumber: www.freepik.com
Ilustrasi inflasi. sumber: www.freepik.com

Dampak dari perang antara Rusia dan Ukraina menyebabkan berbagai negara di dunia mengalami inflasi tinggi pada tahun 2022. Apa itu inflasi, yaitu kenaikan harga barang berbagai komoditas pangan dan minyak membuat banyak negara maju “ketar-ketir” menghadapi kondisi ini. 

Beberapa negara seperti Amerika Serikat mengalami kondisi kenaikan harga sebesar 9,1% pada bulan 2022, namun ada beberapa negara inflasi terbesar yang mencapai 100%.

Deretan Negara Dengan Inflasi Terbesar

Berikut ini 7 negara yang mengalami kondisi naiknya harga barang secara masif:

1. Lebanon

Negara yang mengalami tingkat kenaikan harga tertinggi adalah Lebanon, yaitu sebesar 211% pada bulan Agustus 2022. Kondisi negara yang sering mengalami potensi kerusuhan dan perang ini mengalami keadaan meningkatnya harga barang, rumah, transportasi dan kesehatan.

Walaupun kondisi ini bersifat relatif dan dapat berubah seiring waktu. Namun, kondisi dalam negeri Lebanon yang tidak stabil secara politik dan sosial membuat sulit untuk mengatasi keadaan tersebut.

2. Negara Zimbabwe

Letak geografis di Benua Afrika semakin menjadi alasan utama Zimbabwe mengalami kondisi kenaikan barang dan komoditas. Zimbabwe mengalami kenaikan barang dan komoditas sebesar 192% pada bulan Mei 2022. Hingga saat ini, kondisi tersebut tidak menurun hingga hari ini.

Kenaikan harga barang yang membuat nilai mata uang menurun membuat pemerintah Zimbabwe merencanakan beberapa kebijakan. Termasuk berencana untuk mengubah alat pembayaran sehari-hari masyarakatnya.

3. Sudan

Sudan masuk ke dalam kategori negara inflasi tertinggi 2022 dengan persentase 192%, yang mana beberapa aspek dipengaruhi karena ketidakstabilan kondisi dalam negeri di negara tersebut. Gejolak politik dan perang saudara membuat kondisi inflasi di Sudan semakin parah.

Baca Juga: Apa Itu Inflasi: Pengertian, Penyebab dan Dampaknya

4. Venezuela

Secara geografis negara Venezuela memang dekat dengan Amerika Serikat dan menjadi negara penghasil minyak dunia terbesar di dunia. Namun, pada Mei 2022 kenaikan harga barang mencapai 167,15% yang mana tertinggi pada bulan April, yaitu 222,3%. Venezuela hampir dinyatakan sebagai negara gagal.

Hal tersebut karena puncaknya inflasi negara Venezuela ini setinggi 334,509%. Tentu kondisi ini tidak berdampak baik bagi perekonomian maupun aspek sosial politik.

5. Negara Suriah

Negara yang rentan akan konflik berikutnya adalah Suriah, yang mana pada Agustus 2021 sudah mengalami kenaikan komoditas sebesar 133%. Rekor ini semakin membuat kondisi dalam negeri sangat memprihatinkan dan rentan akan konflik dari aspek sosial maupun politik. Tidak heran jika masyarakatnya banyak yang menjadi pengungsi.

6. Turki

Siapa sangka negara Turki menjadi salah satu negara dengan kondisi kenaikan harga barang dan komoditas tertinggi dunia. Pada bulan Mei 2022, Turki mengalami kenaikan sebesar 78% dan membuat mata uang Turki, yaitu Lira menjadi anjlok nilainya. Saat ini, 1 Lira setara dengan 829 rupiah saja.

Namun dalam keadaan tertentu, pemerintah Turki terus meningkatkan aspek destinasi wisata untuk menggenjot perekonomian negaranya. Tidak heran jika banyak warga Indonesia yang mulai mengunjungi negara Turki untuk berwisata.

7. Argentina

Argentina menjadi negara dengan tingkat kenaikan harga dan komoditas tertinggi 2022 dengan persentase 64%. Kondisi negara yang tidak stabil dari aspek sosial, politik dan ekonomi memperparah keadaan tersebut. Namun, keadaan relative ini dapat berubah dan tingkat persentase dapat menurun.Kesimpulannya, tingginya inflasi di 7 negara tersebut di atas dipengaruhi oleh terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina yang tak kunjung selesai.

Negara lain juga mengalami kondisi tersebut walaupun persentasenya tidak terlalu tajam. Agar dapat aman dari kondisi tersebut, tak ada salahnya kamu untuk mulai menyiapkan dana dengan investasi sejak dini bersama mitra Amartha.

Di microfinance marketplace Amartha, kamu bisa memperoleh imbal hasil hingga 15% flat per tahun. Kamu juga tak perlu khawatir, karena Amartha sudah terdaftar di OJK dan tentunya memiliki dampak positif dengan modalin UMKM di Indonesia agar lebih berkembang.

Download aplikasi Amartha di Android

Download aplikasi Amartha di iOS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here