6 Tips Jalani Dua Peran Sebagai Ibu dan Wanita Karir Menurut Reinita, Head of Customer Experience Amartha

0
102

Menjalani dua peran sekaligus sebagai ibu rumah tangga dan wanita karir adalah hal yang susah-susah gampang namun bukan berarti tidak bisa dilakukan sekaligus. Misalnya saja Reinita, Head of Customer Experience Amartha yang juga perempuan tangguh Amartha yang berprofesi sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga.

Dalam interview kali ini, Reinita juga membagikan tips-tips dan pengalaman untuk para perempuan yang menjalani dua peran sekaligus. Yuk simak interview Money+ dengan Mbak Reinita di bawah ini!

Halo Mbak Reinita, silakan memperkenalkan diri

Halo, namaku Reinita tapi bisa dipanggil Nita saja. Saat ini usiaku 43 tahun dan aku punya 2 orang anak, yang bungsu berusia 11 tahun dan yang sulung berusia 5 tahun.

Seperti apa sih perjalanan karir Mbak Nita dari awal hingga menjadi salah satu woman leader di Amartha?

Perjalanan karirku dimulai sejak usia 17 tahun, aku ikut program beasiswa dimana dalam program tersebut selain kuliah aku juga bekerja di perusahaan yang mensponsoriku, jadi kalau dihitung aku sudah bekerja selama 25 tahun ya.. what a journey ya dari  posisi paling rendah dalam suatu perusahaan sampai dengan saat ini aku menjadi salah satu women leader di Amartha. Hanya 1 perasaanku saat ini, bahagia. 

Apa sih peran dan tanggung jawab Mbak Nita di Amartha?

Di Amartha aku dipercaya untuk menjadi Head of Customer Experience, dimana dalam peran ini aku harus bisa mendengarkan apa saja voice & needs dari seluruh customer Amartha sehingga tercipta kenyamanan bagi mereka selama menjadi customer Amartha yang selanjutnya akan menciptakan kelangsungan bisnis yang semakin dinamis bagi Amartha saat ini dan kedepannya. 

Boleh ceritain keseharian Mbak Nita sebagai A-Team dan Ibu Rumah Tangga?

Aku menjalankan peranku sebagai A-Team dan sekaligus menjadi Ibu Rumah Tangga dengan bijaksana sehingga masing-masing porsinya seimbang. Biasanya saat mulai meeting pagi, aku akan menyiapkan si kakak terlebih dahulu untuk sekolah online, dan si adik akan duduk atau main di sebelahku.

Kalaupun harus ke kantor sebisa mungkin adik ikut untuk mengantar ke tempat kerja sehingga di perjalanan ada moment aku tetap berkomunikasi dengan adik. Dan pulangnya kakak dan adik akan ikut menjemput sehingga tetap ada komunikasi kami di hari itu. Tujuannya adalah meskipun aku harus bekerja penuh di kantor, mereka tidak kehilangan sosok ibunya. 

Apa hal yang paling kamu senangi dalam menjalani pekerjaanmu sehari-hari sebagai A-Team dan Ibu Rumah Tangga?

Sebagai A-Team aku bisa working from anywhere, ini adalah salah keuntungan bagi Ibu bekerja seperti aku. Sehingga aku bisa tetap produktif walaupun tidak bekerja dari kantor. Dengan bekerja dari rumah, aku bisa tetap melihat perkembangan anak-anak, dan anak-anak pun tidak kehilangan sosok ibunya. 

Biasanya, apa saja tantangan yang sering kamu hadapi ketika mengemban dua peran penting ini?

Namun ada kalanya selain kebahagiaan, tentu ada tantangan. Salah satunya adalah di saat anak sedang sakit dan pastinya akan perlu ekstra perhatian. Tantangan yang lain adalah  di saat anak sedang membutuhkan perhatian tapi aku tetap harus fokus dengan pekerjaan yang saat itu sedang dikerjakan atau meeting yang sedang berjalan. 

Lalu, bagaimana cara kamu memastikan peranmu dapat berjalan dengan baik? Mungkin kamu bisa share beberapa tips atau kunci?

Menjalani 2 peran sekaligus perlu kompromi dan support system yang baik. Beberapa hal yang telah aku lakukan supaya peran ini berjalan secara seimbang adalah :

  • Melepaskan rasa bersalah. Di awal-awal karir dan punya anak, merasakan sekali juggling sebagai Ibu bekerja, bersalah saat harus bekerja dan tidak bisa meluangkan waktu lebih lama untuk anak-anak.  Namun kemudian belajar melihat pekerjaanku dari sudut pandang yang lebih positif.  Karir dan pekerjaan dapat membantu untuk membiayai kebutuhan serta pengeluaran keluarga. Anak-anak bisa bersekolah di tempat yang lebih baik dan mendapat  fasilitas kesehatan yang baik dari perusahaan. 
  • Mencari pengasuh. Salah satu support system yang aku miliki adalah aku memiliki pengasuh yang baik dan bisa membantuku supaya aku dapat bekerja lebih tenang 
  • Membuat to do list setiap malamnya. Aku memiliki kebiasaan membuat to do list apa yang harus aku lakukan di esok hari dan untuk menghindari kekacauan di pagi hari, biasanya malamnya aku sudah menuliskan menu untuk sarapan serta menyiapkan bahan-bahannya dan menyiapkan baju seragam serta keperluan sekolah kakak 
  • Komunikasi dengan atasan. Di saat anak sakit dan perlu perhatian ekstra maka aku dapat berkomunikasi dengan atasan untuk dapat mengambil cuti supaya aku bisa tetap menjaga mereka
  • Buat jadwal liburan untuk keluarga, menghabiskan waktu bersama keluarga tanpa ter-distract oleh urusan kantor 
  • Buat jadwal me time karena setelah menjalankan 2 peran itu kita juga berhak untuk mendapatkan reward, ini kulakukan untuk mengisi ulang energi dan tetap fit serta semangat menjalankan peranku sebagai A-Team dan ibu rumah tangga 

Baca Juga:
Amartha Raih 2 Penghargaan WEP dari UN Women Soal Pemberdayaan Perempuan

Apa yang membuat kamu terus “bersemangat” menjalani pekerjaanmu, walaupun kamu juga harus tetap mengurus keluarga di rumah?

Di Amartha, aku sangat semangat menjalankan peranku karena menurutku Amartha memiliki noble purpose, memberdayakan Ibu-ibu pedesaan yang memiliki usaha kecil sehingga memberikan dampak sosial bagi kehidupan mereka dan sekelilingnya.

Menurutku ini belum tentu dimiliki oleh perusahaan lain. Sehingga mengetahui pekerjaanku berkontribusi dalam memberikan dampak nyata bagi Ibu-ibu tersebut membuatku semakin semangat untuk ikut dalam memberikan perubahan bagi mereka.

Menurutmu, kenapa perempuan harus “pe-de” bisa jalani dua peran penting sekaligus?

Peran Perempuan saat ini dapat sejajar dengan laki-laki. Apabila dahulu kala hanya para pria yang dapat mencari nafkah, saat ini perempuan pun bisa memiliki penghasilan sendiri. Menjalani 2 peran sekaligus bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan ketangguhan, rasa percaya diri , sikap optimis dan positif sehingga segala sesuatunya bisa berhasil dan berjalan dengan baik. Kita bisa, kita mampu, kita berdaya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here