Home Tech Peer-to-peer Lending 6 Langkah Sederhana Menjadi Anggota Amartha

6 Langkah Sederhana Menjadi Anggota Amartha

|

|

|

Sudah banyak masyarakat yang terbantu berkat pinjaman uang tanpa syarat yang diberikan Amartha untuk pemodalan UMKM di pedesaan. Selain itu meminjam di Amartha relatif lebih mudah karena tanpa jaminan. Sebagai jaminannya adalah diri sendiri.

Pinjaman uang tanpa syarat yang diberikan mulai dari Rp 2 juta, dengan tenor yang fleksibel: 3, 6, dan 12 bulan.

Demi menjaga kesejahteraan masyarakat pedesaan, Amartha memberikan kemudahan pelunasan lebih awal tanpa penalty. Para borrower (peminjam) juga akan mendapatkan informasi yang transparan tanpa ada hidden fee.

Dengan banyak keuntungan seperti itu tidak heran bisa saat ini sudah lebih dari 25 ribu orang bergabung menjadi mitra Amartha. Total dana tersalurkan Rp 41 milyar tanpa ada kasus gagal bayar selama 6 tahun berturut turut.

Berikut tata cara menjadi anggota Amartha:

  1. Sosialisasi

Dalam tahap mencari anggota, Field Officer (FO) Amartha akan melakukan blusukan ke RT, RW, arisan, pengjian, hingga door-to-door ke rumah warga menawarkan pembiayaan Amartha untuk usaha, pendidikan, atau sanitasi.

  1. Komite Lapang

Setelah FO melakukan sosialisasi, para ibu yang tertarik mulai mengumpulkan minimal 15 orang atau lebih. FO kemudian menjelaskan selayang pandang tentang Amartha.

Ada beberapa hal yang akan dijelaskan FO mengenai Amartha, seperti: profil Amartha, syarat bergabung, hingga penggunaan pinjam uang tanpa syarat boleh dipakai untuk apa saja.

Dalam penjelasan penggunaan uang pinjaman, FO akan menanyakan pinjaman uang akan digunakan untuk kegiatan produktif atau konsumtif.

Produktif berarti pinjaman akan digunakan untuk modal usaha, sedangkan konsumtif FO memberikan syarat penggunaanya seperti untuk pendidikan, sanitasi (toilet bersih), hingga pemasangan listrik.

Bagaimana syarat bergabung?

Membentuk kelompok minimal 15 orang, ibu ibu disetujui suami, dapat melengkapi persyaratan (KTP, Kartu Keluarga, surat persetujuan suami).

  1. Uji Kelayakan

Dalam uji kelayakan, FO akan melakukan survey perorangan untuk calon borrower.

Tujuannya: melihat kelayakan kredit. Amartha di sini melengkapi sistem perbankan dengan memberikan akses kepada mereka usaha mikro dan kecil yang selama ini belum mendapat akses keuangan formal seperti bank. Pada uji kelayakan, FO bertanya seputar:

  1. Kebutuhan modal untuk bisnis
  2. Menilai tingkat ekonomi calon borrower
  3. Pendapatan
  4. Pengeluaran.

Selanjutnya, nilai pembiayaan yang diberikan akan menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan kemampuan saving calon borrower.

  1. Latihan Wajib Kelompok (LWK)

LWK Disampaikan selama 3 hari berturut, dengan satu kali pertemuan berdurasi 30 menit – 1 jam.

Tujuan dilakukan LWK untuk menekankan disiplin kepada calon anggota, pemahaman hak dan kewajiban, dan infromasi tentang Amartha.

Hak: menerima pembiayaan tanpa dipotong, menerima tabungan tanpa dipotong, dan menerima program sosial (e.g. kesehatan, literasi keuangan, dll)

Kewajiban: hadir (1 minggu sekali, selama 50 minggu), membayar angsuran, menabung, tanggung renteng, saling samper (ke anggota yang tidak hadir kumpulan majelis).

Di LWK anggota sudah diminta untuk membuat rencana pembiayaan yang berisi:

  1. Berapa modal yang diajukan ke amartha
  2. Akan digunakan untuk apa
  3. Rincian penggunaan.

Contoh: 3 juta untuk Warung Sembako. Beras 1 kwintan Rp 2.000.000 Gula 1 lusin 500rb dan Minyak 1 lusin 500rb.

Penilaian 3 hari yang dilakukan FO dalah kunci disiplin angsuran selama 50 minggu. Jika dari awal sudah menekankan disiplin, kehadiran dan angsuran akan baik.

  1. Uji Pengesahan Kelompok

Setelah LWK (no 4), Branch Manajer menguji pemahaman calon borrower Amartha, terutama mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai anggota. Amartha sangat mengedepankan disiplin bagi anggota. Contoh: jika ada keterlambatan atau ketidakhadiran, satu majelis gagal dibentuk (tidak jadi disahkan).

Setelah disahkan, di akhir UPK, borrower mengajukan pembiayaan di depan borrower lain.

Proses: 1 ibu maju dan berkata demikian, “Ibu-ibu, Nama saya …, saya mau mengajukan pembiayaan sebesar Rp 3.000.000 untuk modal warung sembako, ibu-ibu setuju?” Maka ibu ibu yang lain menjawab, “siap tanggung renteng??”

  1. pertemuan mingguan

Dalam pertemuan mingguan akan dilakukan tiga hal, yaitu:

  1. ikrar anggota
  2. ikrar FO Amartha
  3. collecting

Cukup sederhana kan?

Ibu ibu berminat menjadi anggota amartha? Ajukan pembiayaan disini

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Pendanaanmu Makin Aman dengan Promo Premi Asuransi 100%! #KitaJanganMenyerah

Dengan semangat #KitaJanganMenyerah, yuk terus dukung Ibu Mitra Amartha untuk bangkit di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini! Cek marketplace...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

CEO Letter: Dukungan untuk Sektor Usaha Mikro Indonesia

Kepada Pendana Amartha yang terhormat,Semoga Anda dan keluarga dalam keadaan sehat sepenuhnya. Di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung,...