500 Ribu Mitra Tumbuh Bersama Amartha Selama Pandemi

0
323

Menjadi salah satu perusahaan yang terdampak pada pandemi Covid-19, Amartha terus melakukan inovasi dan adaptasi agar dapat berkontribusi dalam perputaran ekonomi nasional melalui penyaluran modal usaha kepada mitranya (perempuan pengusaha mikro di pedesaan -red).

Selama masa pandemi, Amartha telah menyalurkan modal usaha dan tumbuh bersama 500 ribu mitra aktif yang tersebar di Indonesia.

Amartha merupakan perusahaan pionir P2P Lending di Indonesia yang menyalurkan modal kerja dari investor (perorangan atau institusi) khusus kepada perempuan pengusaha mikro di pedesaan melalui pendampingan dan pelatihan usaha. Amartha telah terdaftar dan memiliki izin usaha dari OJK sejak tahun 2019 lalu,

Andi Taufan Garuda Putra, Founder dan CEO Amartha mengatakan, “Model bisnis Amartha yang masih menerapkan sistem online to offline dan dijembatani oleh garda terdepan kami, tim Business Partner, menjadi salah satu kekuatan Amartha untuk dapat memberikan pendampingan dan memastikan usaha Mitra berjalan lancar, serta lebih sensitif terhadap perkembangan di level mikro, terutama terkait penerapan PPKM.”

Pencapaian ini didukung oleh beberapa strategi responsif yang menerapkan prinsip kehati-hatian. Peran tim Business Partner di lapangan yang berhadapan langsung dengan mitra dalam hal ini sangatlah penting. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggali potensi usaha yang dapat dimanfaatkan oleh mitra terdampak.

“Alih usaha merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh para mitra. Di masa pandemi ini, kami mengajak mitra untuk melihat peluang usaha lain yang dapat dimanfaatkan. Misalnya Ibu Rini, mitra kami asal Banten. Sebelum pandemi ia menjual handmade sepatu kulit, usahanya terdampak saat pandemi. Ibu Rini kemudian ia alih usaha dengan menjual APD dan dapat memenuhi kebutuhan APD di wilayahnya sekaligus memberdayakan ibu-ibu tetangganya.” jelas Taufan.

Ibu Rini, Mitra Amartha Yang Jago Ambil Peluang Saat Pandemi

Hingga artikel ini ditulis, Amartha telah menyalurkan pendanaan Rp4.18 Triliun kepada 758.113 perempuan pengusaha mikro yang tersebar di lebih dari 18.000 desa di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Di penghujung tahun 2021, Amartha menargetkan dapat memberdayakan sebanyak satu (1) juta mitra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here