5 Tips Memulai UMKM Agribisnis di Tengah Pandemi

0
291
umkm agribisnis
Ilustrasi umkm agribisnis. Photos by istockphoto

Tips untuk Membuka UMKM Agribisnis

Akibat adanya pandemi coron yang melanda, dua tahun ke belakang perekonomian melumpuh. Banyak ekspor impor di bidang agribisnis yang ikut berhenti. Akibatnya, harga-harga bahan pangan pun melejit naik. Maka, ini bisa jadi kesempatan besar untuk kamu yang ingin memulai usaha UMKM Agribisnis

Agribisnis adalah bisnis yang bergerak di sektor pertanian, kehutanan, perikanan, dan peternakan. Produk yang dihasilkan menjadi bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat, seperti beras, daging, telur, sayur-sayuran, buah-buahan, hingga kayu untuk pembangunan rumah. Bisnis ini akan sangat menjanjikan di masa yang mendatang dan dapat memberikan keuntungan besar. 

Bila kamu ingin masuk ke usaha agribisnis, ikuti tips ini: 

usaha agribisnis
Ilustrasi usaha agribisnis. Photos by istockphoto

1. Memilih bidang yang akan diambil 

Usaha agribisnis merupakan penggabungan antara bisnis dengan agrikultur. Sehingga, kamu harus memiliki pengetahuan di bidang pertanian dan bisnis. Cakupannya meliputi teknologi pangan, bagian farmasi, hingga ke tahap penyediaan energi yang tepat agar bisa menghasilkan produk berkualitas. 

Oleh karena itu, kamu harus memilih bidang apa yang akan digeluti. Sebab, ada banyak contoh usaha di bidang pertanian, perikanan, ataupun peternakan yang bisa digeluti. Seperti budidaya jamur, budidaya sayur-sayuran, ternak ayam petelur, dan lain-lain. 

2. Membuat perencanaan yang matang dan detail

Buat perencanaan yang matang jika ingin usaha tidak berhenti di jalan. Pertama, petakan dengan jelas seperti apa usaha yang akan dikembangkan, produk yang dihasilkan, serta visi dan misinya. 

Selanjutnya, tuliskan pula langkah-langkah yang akan diambil dalam pengembangan usaha, pemasaran, hingga teknik penjualannya. Dengan mendeskripsikan semua secara detail, kamu tidak akan kehilangan arah di tengah jalan ketika ada masalah yang menerpa. Sebab, ada pegangan yang bisa dijadikan acuan untuk kembali. 

Baca Juga: 5 Contoh UMKM Berpeluang Tinggi yang Ada di Indonesia

3. Menganalisis pasar dan pesaing

Ketika sudah menentukan produk apa yang akan dikembangkan, langkah selanjutnya adalah analisis. Lakukan analisis pasar dan cari pesaing baik yang sejenis maupun beda produk. 

Di industri ini, ada banyak contoh UMKM agribisnis yang bisa kamu amati. Kamu bisa melihat bagaimana cara mereka memasarkan, mengembangbiakkan produk. Temukan celah yang bisa kamu jadikan peluang untuk menjadi lebih baik dari para pesaing. 

4. Memanfaatkan teknologi dan perkembangan dunia agribisnis

Zaman sekarang sudah serba digital. Manfaatkan itu untuk memasarkan UMKM Agribisnis yang sedang kamu kembangkan. 

Gunakan teknologi terbaik untuk mengembangbiakkan produk agribisnis sehingga memberikan hasil berkualitas tinggi. Manfaatkan pula media sosial untuk memasarkan produk agar lebih mudah dikenali banyak orang. 

5. Mengutamakan kualitas 

Kepuasan konsumen adalah segalanya bagi para pengusaha. Jadi, utamakan kepuasan mereka dengan memberikan produk-produk berkualitas. 

Segera berikan penangan jika konsumen mengajukan komplain. Jika perlu, ganti barang yang cacat dengan barang baru agar mereka mau kembali lagi untuk membeli. 

Dengan begitu, pelanggan pun akan secara sukarela memasarkan usaha kamu kepada kerabat atau saudara mereka melalui mulut ke mulut. Satu konsumen puas, belasan konsumen akan datang dengan sendirinya. 

Kelima tips tersebut bisa membantu kamu dalam memajukan UMKM Agribisnis yang sedang dibangun. Kamu pun bisa menyisihkan pendapatan yang diperoleh untuk modalin perempuan pengusaha agribisnis lainnya di Amartha. 

Dengan menjadi investor di Amartha, kamu akan mendapatkan bagi hasil hingga 15% flat per tahun. Gak perlu khawatir, Amartha sudah berizin OJK sehingga transaksimu pasti aman. Daftar sekarang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here