5 Perbedaan Gaya Investasi Laki-Laki dan Perempuan

|

|

|

Investasi saat ini bisa dilakukan oleh semua orang, tanpa mengenal gender dan usia. Baik laki maupun perempuan saat ini mencoba berinvestasi untuk mencapai tujuan finansialnya masing-masing.

Meski begitu, ternyata ada perbedaan gaya investasi yang cukup signifikan antara laki-laki dan perempuan. Lantas, apa saja ya perbedaannya? Berikut ini penjelasannya!

5 Perbedaan Gaya Investasi Laki-Laki dan Perempuan

Dalam suatu kesempatan, perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie menyebutkan ada beberapa perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam berinvestasi yaitu:

1. Tingkat Percaya Diri

Director and Principal Consultant ZAP Finance ini menyebutkan laki-laki cenderung merasa percaya diri dalam hal urusan keuangan, termasuk dalam memilih portofolio investasi yang dianggap menguntungkan olehnya. Sementara itu, para perempuan cenderung kurang percaya diri dan mudah khawatir. Itulah sebabnya para perempuan cenderung butuh teman untuk diskusi saat memutuskan dalam memilih portofolio investasi.

2. Motivasi dalam Berinvestasi

Berdasarkan sebuah penelitian di di Amerika Serikat, laki-laki menganggap investasi sebagai kompetisi. Bagi laki-laki, tingkat return investasi menjadi sebuah ajang kompetisi dengan para temannya. Sedangkan perempuan cenderung jarang berkompetisi, namun lebih memilih untuk berkolaborasi. Sebab, perempuan memikirkan nasib dan kebahagiaan anak, orang tua bahkan teman.

“Implikasinya, para laki-laki cenderung ber-profil risiko agresif, sedangkan perempuan akan lebih konservatif,” terang Prita.

Ketahui 3 Tipe & Jenis Investor Sebelum Berinvestasi

3. Kejujuran Finansial

Hasil riset Ascent pada tahun 2019 lalu mengungkapkan bahwa 73 persen dari perempuan mengaku pernah sekali berbohong tentang keuangan. Sementara itu, sebanyak 67 persen pria mengaku melakukannya.

4. Risiko Investasi

Sekitar 41% laki-laki menyatakan bahwa mereka bersedia mengambil risiko investasi lebih besar untuk mendapatkan return investasi yang lebih baik.

Sementara itu, hanya 22% perempuan yang mengatakan hal serupa. Meski begitu, uniknya hasil studi di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa kadang justru perempuan yang mendapatkan total return on investment lebih tinggi dari portofolio investasinya.

5. Tujuan Investasi  

Ternyata laki-laki cenderung memiliki tujuan investasi jangka pendek. Laki-laki cenderung lebih tidak sabaran, lebih aktif bertransaksi, serta rajin memindahkan alokasi investasinya. Hal ini tidak jarang membuat para laki-laki lebih memiliki resiko kehilangan profit lebih besar serta biaya transaksi.

Sedangkan perempuan memiliki tujuan investasi jangka panjang. Hal ini dikarenakan perempuan lebih memikirkan kondisi keluarga di masa depan. Sekolah anak, biaya kesehatan, biaya pensiun menjadi pertimbangan untuk tetap bertahan dengan investasinya.

Itulah perbedaan gaya investasi dari laki-laki dan perempuan. Semoga informasi ini bermanfaat buatmu ya!

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Tambah Marak, Ini Cara Laporkan Fintech Pinjaman Online Ilegal

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI), Tongam L Tobing menyatakan menghentikan 3.056 fintech pinjaman online ilegal. Hingga kini tercatat...