/

5 Lapisan Mitigasi Risiko Ini Ada di Amartha

Sebelum memulai pendanaan di dunia fintech, Anda harus mengetahui risiko dan keamanan yang dilakukan perusahaan tersebut. Hal ini dilakukan agar Anda tidak menyesal di kemudian hari. Dengan semakin banyaknya perusahaan fintech yang bergerak di peer to peer (P2P) lending membuat Anda harus mengenal lebih jauh lagi jenis pendanaan tersebut.

Di dalam dunia P2P lending seperti Amartha, dikenal dengan nama risk mitigation atau mitigasi risiko. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, mitigasi risiko adalah upaya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya dan dampak risiko.

P2P adalah sebuah produk inovasi dalam teknologi keuangan (fintech) dimana seorang borrowers (peminjam) bisa mendapatkan pembiayaan dari seorang lenders (pendana). Amartha merupakan perusahaan P2P lending yang telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sama seperti jenis investasi lainnya, setiap P2P memiliki karakternya masing-masing yang mempengaruhi mitigasi risiko investasi mereka.

Pada Amartha-misalnya, P2P lending platform yang berfokus pada impact sosial yaitu menghubungkan investor urban dengan pengusaha kecil dan mikro di pedesaan, memiliki mitigasi risiko yang menarik yakni

Tanggung Renteng / Group Lending

Sistem tanggung renteng adalah tanggung jawab peminjam baik bersama-sama, perseorangan, maupun khusus salah seorang diantara mereka untuk menanggung pembayaran utang keseluruhan.

Manfaat dari tanggung renteng ini adalah meringankan beban, sehingga pembayaran salah seorang peminjam mengakibatkan peminjam lainnya terbebas dari hutang.

Misalnya, jika pada Februari Peminjam X tidak mampu untuk membayar hutangnya, maka hutang Peminjam X akan dibayarkan oleh Peminjam Y. Sedangkan pada Mei giliran Peminjam Y yang gagal untuk membayar hutangnya, maka Peminjam X dan Peminjam Z yang akan membayar hutang Peminjam Y.

Dengan sistem tanggung renteng seperti inilah Amartha mampu menekan tingkat gagal bayar hingga 0% selama delapan tahun. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan bagi para investor karena dana yang mereka investasikan sudah pasti akan kembali bersama keuntungannya.

Asuransi Mitra

Apabila peminjam tidak mampu melunasi sisa pinjaman dikarenakan meninggal dunia maka lender akan menerima pokok pinjamannya saja tanpa bagi hasil. Bila risiko gagal bayar tetap terjadi karena peminjam meninggal dunia, sisa pokok Anda akan kembali 100% berkat pertanggungan asuransi jiwa kredit yang akan dibayarkan 90 hari setelah klaim dilakukan.

Skor Kredit

Skor kredit adalah teknologi yang dibangun Amartha dan diterapkan untuk menyeleksi calon peminjam. Inilah bentuk transparansi untuk membantu Anda, para investor dalam menentukan pilihan investasi dengan tingkat risiko dan imbal hasil yang sesuai.

Untuk memeringkat calon peminjam, skor kredit kami memakai algoritma yang dibangun berdasarkan indikator berikut: riwayat pembayaran sebelumnya (untuk pengajuan pinjaman lanjutan), kehadiran dalam pertemuan kelompok, ketepatan waktu pembayaran serta analisa psikometri. Pendekatan ini terbukti efektif sehingga Amartha mampu menjaga tingkat keterlambatan pembayaran di bawah 1%.

Secara kualitatif, kami juga mengembangkan analisa kemampuan membayar calon peminjam melalui tes psikometri yang dimodelkan dengan pendekatan machine learning sehingga dari analisa perilaku ini bisa dibuatkan pemetaan kelayakan yang berguna dalam menghasilkan skor kredit yang lebih akurat. Skor kredit ini juga bersifat dinamis, dimana setiap terjadi perubahan indikator peminjam maka skor kredit yang bersangkutan juga akan ter-update secara otomatis.

Jamkrindo

Pemilihan Jamkrindo sebagai penyedia penjaminan kredit terbesar di Indonesia merupakan pilihan tepat untuk memberi kenyamanan tambahan bagi investasi Anda. Jamkrindo merupakan perusahaan penjaminan kredit yang telah berlisensi dan diawasi oleh OJK serta berpengalaman dalam memberikan perlindungan risiko gagal bayar khususnya bagi segmen mikro dan UKM di Indonesia.

Melalui kerjasama dengan Jamkrindo ini, Amartha ingin memastikan bahwa risiko investasi di Amartha telah dikelola dengan sangat baik dengan proteksi berlapis, mulai dari ikatan sosial (social collateral) hingga penjaminan kredit jika terjadi gagal bayar.

ISO 27001

Dalam upaya menciptakan rasa aman bagi para pendana dan penerima dana pinjaman, fintech P2P lending Amartha telah menerapkan sistem manajemen keamanan informasi berstandar ISO 27001. Sistem tersebut merupakan kerangka kerja kebijakan serta prosedur yang mencakup beragam kontrol dari kebijakan keamanan informasi, pengelolaan aset, transfer data dan komunikasi yang terjamin keamanannya, jaminan keamanan untuk rekanan/mitra dan pihak ketiga, pengelolaan insiden, ke  berlangsungan usaha dan disaster recovery, hingga kepatuhan terhadap regulasi yang harus dipenuhi.

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
GOOGLE
GOOGLE
https://blog.amartha.com/5-lapisan-mitigasi-risiko-ini-ada-di-amartha">
LINKEDIN
%d bloggers like this: