5 Langkah Mudah Membuat Anggaran Keuangan Pribadi

Setiap tujuan memerlukan rencana dan strategi untuk mencapainya. Begitu juga dengan tujuan-tujuan keuangan kita perlu membuat perencanaan anggaran untuk mewujudkannya. Berikut lima langkah mudah yang dapat kita lakukan dalam merencanakan anggaran keuangan pribadi maupun keluarga.

Photo by rawpixel on Unsplash

Photo by rawpixel on Unsplash

1. Mulai Dengan Menentukan Tujuan

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menuliskan tujuan-tujuan keuangan kita secara jelas dan terukur, salah satunya menyertakan jumlah uang yang ditargetkan beserta dengan jangka waktunya agar bisa kita evaluasi. Sebagai contoh misalnya “memiliki dana darurat senilai 10 juta pada akhir bulan desember 2018”. Selanjutnya jumlah uang yang ditargetkan tersebut dibagi dengan jumlah bulan yang ada dari saat ini agar diketahui berapa target bulanannya.

Photo by rawpixel on Unsplash

Photo by rawpixel on Unsplash

2. Ketahui Total Penghasilan Bulanan

Dalam membuat anggaran kita perlu mengetahui berapa penghasilan yang didapatkan setiap bulan, baik dari gaji maupun sumber pendapatan lainnya. Penting untuk diingat, hal yang dicatat adalah jumlah uang yang benar-benar diperoleh setelah potongan (pajak) maupun tunjangan (tunjangan kesehatan atau pensiun) bagi karyawan, atau keuntungan (penghasilan bersih) setelah dikurangi biaya operasional usaha bagi pengusaha, pedagang, atau freelancer.

Photo by Niels Steeman on Unsplash

Photo by Niels Steeman on Unsplash

3. Hitung Total Pengeluaran Bulanan

Kita juga perlu menghitung seberapa besar uang yang dikeluarkan setiap bulan. Saat menghitung pengeluaran bulanan, hitung pengeluaran rutin (seperti belanja kebutuhan bulanan, uang makan harian, uang transportasi, uang pulsa, cicilan hutang, dll.) juga pengeluaran non-rutin (seperti misalkan biaya dokter dan hiburan). Nah bagi kalian yang bingung, untuk dapat mengetahui secara persis berapa pengeluaran bulanan akan lebih mudah jika selama 3-6 bulan awal kita melakukan aktifitas pencatatan setiap pengeluaran. Nah untuk memudahkan kita dalam melakukan proses pencatatan, kita bisa memanfaatkan tools expense tracker seperti misalkan beberapa aplikasi pengelolaan keuangan yang bisa didapatkan di ponsel pintar Anda.

4. Buat Anggaran Realistis

Setelah melakukan tiga langkah sebelumnya, selanjutnya kita bisa mulai membuat rencana anggaran dengan cara mengurangi total pemasukan bulanan (langkah ke 2) dengan akumulasi dari total pengeluaran bulanan (langkah ke 3) dengan target bulanan (langkah ke 1). Jika nilai akhirnya positif, artinya kita telah memiliki rencana anggaran yang realistis dan sesuai dengan gaya hidup saat ini. Sebaliknya jika nilai akhirnya negatif, artinya kita harus mengevaluasi kembali tujuan keuangan, cek kembali pos-pos pengeluaran dan pemasukan kita.

Photo by rawpixel on Unsplash

Photo by rawpixel on Unsplash

5. Cek Kembali Tujuan dan Pengeluaran

Seperti yang sudah dijelaskan, jika rencana anggaran (langkah ke 4) bernilai negatif maka kita perlu mengevaluasi kembali rencana anggaran sebelumnya. Cek kembali pos-pos mana saja yang dapat diubah dan disesuaikan, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan pokok. Misalnya kita dapat mengevaluasi prioritas pengeluaran, mana yang tetap harus masuk anggaran, mana yang bisa dihilangkan, atau dikurangi nilai anggarannya. Selain itu kita juga dapat mempertimbangkan ulang target uang dan selang waktu dalam tujuan keuangan, bisa juga dengan mencari sumber pendapatan lain untuk menambah pemasukan, intinya proses evaluasi dapat membantu kita membuat anggaran yang realistis.

Artikel ini merupakan hasil kerjasama dengan Halofina. Amartha tidak bertanggung jawab atas isi tulisan.
Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
LINKEDIN
%d bloggers like this: